PERANAN AUDIT OPERASIONAL SEBAGAI ALAT BAGI MANAJEMEN DALAM MENCEGAH PENYALAHGUNAAN UANG KAS (Studi Kasus pada PT PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat)
No Thumbnail Available
Date
2004
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Program Studi S1 Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Widyatama
Abstract
Perusahaan tidak dapat melaksanakan pengawasan secara langsung terhadap semua
aktivitas yang ada di perusahaan, oleh karena itu auditor internal turut memegang peranan
penting dalam upaya mencegah penyalahgunaan uang kas.
Skripsi ini disusun berdasarkan hasil penelitian pada PT PLN (Persero) Distribusi
Jawa Barat. Penulis menitikberatkan pada mekanisme pelaksanaan audit operasional dan
°meneliti kondisi-konclisi yang ada serta dihubungkan dengan pelaksanaannya dalam upaya
mencegah penyalahgunaan uang kas.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan studi
kasus. Sedangkan pengumpulan data diperoleh dengan cara melakukan penelitian lapangan
dengan metode observasi, wawancara serta kuesioner, dan penelitian kepustakaan untuk
mendukung hasil penelitian lapangan.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari upaya mencegah penyalahgunaan
uang kas yang diterapkan pada perusahaan dan mempelajari peranan audit operasional
perusahaan sebagai alat bagi manajemen dalam mencegah penyalahgunaan uang kas.
Berdasarkan hasil penelitian, penulis menilai bahwa pelaksanaan audit operasional
kas pada PT PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat efektif karena telah didukung oleh tim yang
kompeten dan independen dan mengikuti tahapan-tahapan yang telah ditetapkan sebelumnya
Dari segi pencegahan penyalahgunaan uang kas, penulis menilai bahwa pelaksanaannya
sangat efektif hal ini ditandai dengan penyusunan anggaran kas yang baik, membuat
dokumen dan catatan yang memadai untuk setiap transaksi kas, dan berbagai aktivitas
pengendalian yang menunjang terciptanya pelaksanaan pencegahan penyalahgunaan uang
kas.
Auditor internal sangat berperan di dalam perusahaan, terutama dalam hal memberi
pengarahan dan memberi saran kepada manajemen dengan meminimalkan risiko yang
timbul. Auditor telah dapat memotivasi manajemen melalui rekomendasi yang diajukannya
Ada beberapa kelemahan yang perIu dibenahi dari segi pelaksanaa audit
operasional, kelengkapan dan keabsahan dokumen dan catatan, ketelitian pegawai yang
berkaitan dengan pengelolaan uang kas dan pembenahan sistem pengamanan kas.