PERANAN SISTEM PEMBERIAN KREDIT DALAM MENUNJANG EFEKTIVITAS PENEGENDALIAN INTERNAL PEMBERIAN KREDIT (Studi Kasus Pada PT. Bank jabar Cabang Utama bandung)
No Thumbnail Available
Date
2004
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Program Studi S1 Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Widyatama
Abstract
Perkreditan merupakan salah satu usaha yang penting bagi dunia
perbankan serta dari perkreditan akan memberikan sumbangan pendapatan yang
cukup besar, namun dibalik itu ternyata pengelolaan kredit mempunyai berbagai
masalah yang cukup rumit.
Di dalam pengelolaan kredit yang rumit maka diperlukan suatu sistem
yang mendukung pengelolaan kredit, diantaranya sistem pemberian kredit.
Dimana sistem pemberian kredit ini mendukung pengendalian internal pemberian
kredit. Berdasarkan pemikiran diatas, penulis mencoba melakukan penelitian pada
Bank Jabar.
Tujuan dilaksanakannya penelitian adalah untuk mengetahui dan menilai
sistem pemberian kredit yang dilaksanakan bank sudah memadai, dan untuk
mengetahui dan menilai pengendalian internal pemberian kredit yang
dilaksanakan oleh bank, serta untuk mengetahui dan menilai peranan sistem
pemberian kredit dalam menunjang efektivitas pengendalian internal pemberian
kredit pada bank. Hipotesis yang diuji dalam penulisan skripsi ini adalah "Sistem
pemberian kredit yang dilaksanakan secara memadai oleh bank, akan
berperan dalam menunjang efektivitas pengendalian intenal pemberian
kredit."
Metode yang digunakan dalam penyusunan skripsi ini adalah metode
deskriptif dengan pendekatan studi kasus, yaitu suatu metode penelitian yang
bertujuan menggambarkan dan membahas keadaan perusahaan berdasarkan fakta
yang ada disertai suatu analisis sehingga memberikan gambaran yang cukup jelas.
Sedangkan teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah studi kepustakaan,
studi lapangan, dan pengajuan daftar pertanyaan dan wawancara.
Hasil penelitian dan pembahasan menunjukan bahwa peranan sistem
informasi pemberian kredit terhadap pengendalian internal pemberian kredit
sebesar 83,87%. Hal ini menunjukan bahwa sistem pemberian kredit sangat
berperan dalam menunjang efektivitas pengendalian internal pemberian kredit.
Dan Hipotesis tersebut, dapat diterima.