Browsing by Author "Rendiyatna Ferdian (Pembimbing)"
Now showing 1 - 3 of 3
Results Per Page
Sort Options
- ItemANALISIS KUALITAS SEPATU UNTUK MENGURANGI DEFECT DENGAN METODE STATISTICAL PROCESS CONTROL DAN ROOT CAUSE ANALYSIS DI PT VYZ(Program Studi S1 Teknik Industri, 2023) Cesarriani, Crisya; Rendiyatna Ferdian (Pembimbing)Kualitas merupakan salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam sebuah perusahaan manufaktur. Pengendalian kualitas dilakukan perusahaan untuk memberikan dampak yang positif kepada bisnis yaitu dampak terhadap biaya produksi dan dampak terhadap pendapatan. PT. VYZ merupakan perusahaan yang bergerak dalam industri pembuatan sepatu yang memiliki sistem manufaktur make to order. Permasalahan yang terjadi saat ini adalah tingkat kecacatan produk ratarata mencapai 1% perbulan, dimana persentase cacat ini melebihi toleransi yang dipersyaratkan oleh perusahaan, yaitu 0,5%. Tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan usulan perbaikan kualitas sepatu sehingga tingkat kececatannya dapaat direduksi. Metode yang digunakan adalah Statistical Process Control (SPC) dan Root Cause Analysis (RCA). Hasil penelitian Proporsi produk cacat dengan issue Linning Exposed pada bulan Januari hingga Maret 2023 masih dapat dikendalikan. Akar penyebab dari jenis- jenis cacat yang sudah teridentifikasi dengan metode Fishbone Diagram dan 5- whys analysis adalah kurangnya pengawasan kerja, tidak adanya jadwal penggantian pisau trimming, kurangnya penerangan dan kurangnya pelatihan kerja pada operator.
- ItemIMPLEMENTASI POKA-YOKE DALAM PENINGKATAN KUALITAS PRODUK KEMASAN RAMAH LINGKUNGAN DI CV. KIARA INNOVATION(Program Studi S1 Teknik Industri, 2023) Prasetyo, Bondan Danu; Rendiyatna Ferdian (Pembimbing)Pada penelitian studi lapangan yang dilakukan sebelumnya, penulis telah mengidentifikasi cacat yang terjadi pada proses pembuatan kemasan ramah lingkungan di CV. Kiara Innovation. Cacat jenis sobek merupakan jenis cacat yang memiliki bobot terbesar dibandingkan jenis cacat lainnya karena menyebabkan kerugian kurang lebih sebesar Rp 373.175 setiap bulannya. Selain kerugian materi, efek terjadinya cacat juga berdampak citra perusahaan yang dinilai dari level sigma. Saat ini level sigma perusahaan berada pada angka 3,161. Dari permasalahan yang timbul perusahaan ingin melakukan perbaikan kualitas guna menurunkan cacat sobek dengan menggunakan Poka-Yoke. Tujuan penilitian ini adalah merancang bentuk Poka-Yoke serta melakukan analisis perbandingan keadaan sebelum dan sesudah Poka-Yoke diterapkan, tidak lupa juga menghitung biaya penghematannya. Penelitian ini dimulai dengan melakukan studi literatur kemudian dilanjutkan dengan pengumpulan data primer dan sekunder. Data primer yang digunakan adalah hasil wawancara operator produksi dan bagian teknikal CV. Kiara Innovation, sedangkan data sekunder yang digunakan adalah data produksi dan jumlah cacat, data pengeluaran tetap dan variabel, dan data takt time hingga kapasitas produksi. Data-data tersebut diolah untuk dijadikan acuan perbaikan dan alat bantu perancangan Poka-Yoke. Poka-Yoke hasil perancangan diterapkan pada proses produksi kemasan. PokaYoke diuji coba selama dua bulan, lalu dibandingkan hasilnya dengan data acuan sebelumnya. Hasil analisis menunjukkan bahwa penerapan Poka-Yoke menurunkan kapasitas produksi sebesar 5.78% akibat meningkatnya takt time. Akan tetapi, penerapan optimasi ini dapat mengurangi cacat sobek pada proses produksi sebesar 85,92% dan juga menurunkan kerugian sebesar 86,54%. Hal ini juga berdampak positif pada level sigma perusahaan yang naik sebanyak 0,15 poin. Kesimpulan penelitian adalah Poka-Yoke yang diterapkan berhasil menurunkan cacat sobek dan meningkatkan nilai sigma serta menurunkan biaya perbaikan namun terjadi penurunan kapasitas produksi kemasan.
- ItemPERANCANGAN SOILSENSE SEBAGAI ALAT PENGUKUR KUALITAS TANAH UNTUK MENDUKUNG PERTANIAN PRESISI BERBASIS IOT MENGGUNAKAN METODE DESIGN THINKING(Program Studi S1 Teknik Industri, 2025) Ramdoni, Galih Rahmat; Rendiyatna Ferdian (Pembimbing)Pertanian presisi merupakan pendekatan modern yang memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas lahan. Namun, petani di daerah pedesaan seperti Kecamatan Buahdua, Kabupaten Sumedang, masih menghadapi kendala dalam mengakses informasi kualitas tanah karena keterbatasan alat dan biaya uji laboratorium yang tinggi. Untuk menjawab permasalahan tersebut, penelitian ini menggunakan metode Design Thinking sebagai pendekatan perancangan yang berpusat pada kebutuhan pengguna. Lima tahap Design Thinking meliputi: empathize (menggali kebutuhan petani melalui wawancara dan observasi), define (merumuskan masalah utama), ideate (merancang solusi teknis alat dan aplikasi), prototype (merancang dan merakit alat menggunakan ESP32 dan sensor RS485), serta test (melibatkan pengguna untuk evaluasi dan revisi). Alat yang diberi nama SoilSense menggunakan sensor RS485 untuk mendeteksi kandungan nitrogen (N), fosfor (P), kalium (K), pH, suhu, kelembaban, dan konduktivitas tanah. Data hasil pengukuran dikirim secara real-time ke mikrokontroler ESP32 dan disimpan di Firebase. Aplikasi Android menampilkan data dalam bentuk tabel, grafik, notifikasi, dan menyediakan fitur kalkulator Slovin. Hasil pengujian menunjukkan tingkat akurasi sensor mencapai 97,6% (N), 98,3% (P), 92,8% (pH), dan 36,7% (K). Alat ini dapat diproduksi dengan harga pokok Rp2.550.150 dan dijual seharga Rp3.250.000, lebih murah dibanding alat sejenis di pasaran dengan harga Rp 3.500.000. Dengan demikian, alat ini dinilai layak untuk digunakan oleh petani sebagai solusi pemantauan tanah yang efisien, akurat, dan terjangkau.