Browsing by Author "Raden Herdian Bayu Ash-Shidiq (Pembimbing)"
Now showing 1 - 9 of 9
Results Per Page
Sort Options
- ItemANALISIS KUALITAS PELAYANAN FASILITAS DI STASIUN KERETA API GEDEBAGE DENGAN METODE CUSTOMER SATISFACTION INDEX(Program Studi Teknik Sipil, Universitas Widyatama, 2025) Riva Sadila; Raden Herdian Bayu Ash-Shidiq (Pembimbing)Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis kualitas pelayanan fasilitas di Stasiun Gedebage dengan menggunakan metode Customer Satisfaction Index (CSI). Stasiun Gedebage, salah satu stasiun kereta api yang berada di Kota Bandung, mempunyai peranan penting dalam memenuhi kebutuhan transportasi masyarakat. Kualitas pelayanan pada fasilitas stasiun merupakan faktor penting yang mempengaruhi kepuasan pelanggan. Metode Customer Satisfaction Index (CSI) berguna untuk mengukur kepuasan pelanggan dengan mengevaluasi kualitaspelayanan fasilitas stasiun dari berbagai aspek. Penelitian mengumpulkan data menggunakan kuesioner yang disebarkan kepada penumpang yang menggunakan stasiun Gedebage. Berdasarkan hasil survei, kualitas fasilitas pelayanan stasiun secara umum dinilai puas oleh pelanggan. Kebersihan fasilitas, kenyamanan ruang tunggu, serta tersedianya fasilitas tambahan seperti toilet dan area parkir semuanya berkontribusi besar terhadap kepuasan pelanggan. Namun ada beberapa aspek yang perlu ditingkatkan, seperti aksesibilitas bagi penyandang disabilitas dan penyederhanaan proses pembelian tiket. Temuan penelitian ini akan membantu untuk lebih memahami kualitas layanan fasilitas di Stasiun Gedebage dan menjadi dasar untuk mengembangkan strategi perbaikan untuk meningkatkan kepuasan pelanggan. Survei ini juga akan menjadi acuan bagi operator stasiun lainnya dalam upaya meningkatkan kualitas layanan fasilitas.
- ItemANALISIS PENJADWALAN PROYEK PEKERJAAN SALURAN KANAL TAHAP 3 GRANGE PARK FATMAWATI DENGAN MENGGUNAKAN METODE CRITICAL PATH METODH (CPM) DAN PROGRAM EVALUATION AND REVIEW TECHNIQUE (PERT)(Program Studi Teknik Sipil, Universitas Widyatama, 2025) Muhammad Taslim; Raden Herdian Bayu Ash-Shidiq (Pembimbing)Penjadwalan proyek merupakan aspek krusial dalam manajemen konstruksi karena berperan penting dalam memastikan proyek selesai tepat waktu, sesuai anggaran, dan memenuhi kualitas yang diharapkan. Penelitian ini berfokus pada proyek pekerjaan saluran kanal Tahap 3 di Grange Park Fatmawati, Jakarta Selatan. Dalam penelitian ini, metode Critical Path Method (CPM) dan Program Evaluation and Review Technique (PERT) diterapkan untuk menganalisis penjadwalan proyek tersebut. Metode CPM digunakan untuk mengidentifikasi jalur kritis dan memperkirakan durasi minimum penyelesaian proyek, sedangkan PERT memperkirakan waktu penyelesaian dengan mempertimbangkan ketidakpastian dan variabilitas pada durasi aktivitas. Hasil analisis menunjukkan bahwa jalur kritis proyek memiliki durasi 68 hari dari total perencanaan 77 hari, dengan probabilitas penyelesaian proyek menggunakan metode PERT sebesar 48,80%. Namun, pelaksanaan aktual mengalami keterlambatan hingga 94 hari. Penelitian ini menyoroti pentingnya pengawasan terhadap jalur kritis serta integrasi pengelolaan risiko untuk mengantisipasi keterlambatan. Dengan pendekatan ini, penelitian memberikan gambaran yang lebih akurat terkait waktu dan sumber daya yang dibutuhkan, serta mengidentifikasi potensi penundaan yang dapat diantisipasi sejak awal. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam perencanaan dan pengelolaan proyek konstruksi kanal yang lebih efektif, serta menjadi referensi bagi implementasi metode CPM dan PERT dalam proyek-proyek serupa di masa depan.
- ItemANALISIS PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG MARKAS KOMANDO STAFF II LANUD SULAIMAN BANDUNG(Program Studi Teknik Sipil, Universitas Widyatama, 2025) Muhamad Nauval Rahman; Raden Herdian Bayu Ash-Shidiq (Pembimbing)Indonesia merupakan negara yang memiliki tingkat kerawanan gempa yang cukup tinggi karena terletak pada prtemuan tiga lempeng tektonik aktif dunia, yaitu Lempeng Indo-Australia, Lempeng Eurasia, dan Lempeng Pasifik. Menurut data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) tercatat dari tahun 2010 sampai 2023 Indonesia mengalami 211 kasus gempa bumi yang merusak. Hal ini menuntut perencanaan sruktur bangunan yag mampu bertahan terhadap beban gempa, terutama untuk bangunan vital seperti Gedung Markas Komando Staff II yang berada di daerah dengan potensi gempa yang cukup tinggi dikarenakan keberadaan Sesar Lembang dan Sesar Cimandiri yang masih aktif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perencanaan struktur gedung beton bertulang menggunakan metode analisis spektrum respon ragam yang merupakan salah satu analisis dinamik untuk mengevaluasi respons struktur terhadap gempa dengan menggunakan sistem pemikul gaya seismik Struktur Rangka Pemikul Momen Khusus. Metode analisis deskriptif dengan pendekatan kuantitatif digunakan pada analisis ini, data yang dikumpulkan terdiri dari data berupa fungsi bangunan, gambar kerja, serta ketentuan analisis menggunakan SNI 1726:2019, SNI 2847:2019, dan SNI 1727:2020. Penelitian dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak analisis struktur berbasis elemen hingga dengan memungkinkan hasil simulasi perencanaan struktur yang lebih akurat dan efisien. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan metode perencanaan struktur tahan gempa serta dapat menganggulangi keruntuhan bangunan akibat bencana gempa di Indonesia khususnya dalam penerapan metode spektrum respons ragam.
- ItemDESAIN LAHAN PARKIR UNTUK KENDARAAN RODA DUA DI KAMPUS UNIVERSITAS WIDYATAMA BANDUNG(Program Studi Teknik Sipil, Universitas Widyatma, 2025) Pryanka Sharmawulan; Raden Herdian Bayu Ash-Shidiq (Pembimbing)Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kondisi lahan parkir dengan mengusulkan desain yang ideal dalam segi tata letak dan penampilan serta menghitung rencana anggaran biaya dalam segi material untuk perancangan desain lahan parkir roda dua di Universitas Widyatama Bandung. Metode dalam penelitian ini meliputi survei lapangan, observasi, dan analisis data. Survei lapangan dilakukan untuk mengumpulkan data mengenai jumlah kendaraan roda dua yang parkir di area kampus. Observasi dilakukan untuk mengamati dan mengidentifikasi pola parkir yang ada. Analisis data yang terkumpul digunakan untuk memahami kebutuhan pengguna kendaraan roda dua dan merancang desain lahan parkir yang ideal dalam segi tata letak dan penampilan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa area lahan parkir kendaraan roda dua di Kampus Universitas Widyatama Bandung masih dapat menampung kendaraan dalam jumlah banyak meski di hari yang padat aktivitas dengan durasi parkir kendaraan rata-rata cukup lama serta indeks parkir yang tinggi. Saat ini lahan parkir kendaraan roda dua di Universitas Widyatama Bandung memiliki desain lahan parkir dengan pola parkir 90 derajat berbasis "off-street parking" yang sesuai Pedoman Teknis Fasilitas Parkir dari Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Tahun 1996. Jumlah total anggaran biaya yang dibutuhkan dalam perancangan desain lahan parkir ini dibutuhkan dana sebanyak 2.140.755.000,00 untuk kebutuhan material saja. Hal ini melibatkan pengadaan fasilitas tambahan, pengaturan ulang jalur sirkulasi, dan pemasangan fasilitas pendukung seperti penerangan dan marka parkir.
- ItemIMPLEMENTASI BUILDING INFORMATION MODELING PADA PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG JAKSA AGUNG MUDA BIDANG TINDAK PIDANA KHUSUS(Program Studi Teknik Sipil, Universitas Widyatama, 2024) Gina Yuniar; Raden Herdian Bayu Ash-Shidiq (Pembimbing)Implementasi Building Information Modeling (BIM) telah menjadi umum dalam proyek konstruksi di Indonesia, BIM dapat diimplementasikan dalam berbagai pekerjaan proyek seperti struktur gedung, arsitektur gedung, perhitungan volume, dan simulasi penjadwalan. Autodesk Revit dan Autodesk Naviswork merupakan beberapa contoh software yang mendukung dan sering digunakan dalam implementasi BIM. Tugas akhir ini membahas perencanaan proyek yang meliputi pemodelan struktur beton, detail penulangan gedung, pemodelan arsitektur dinding, lantai, plafond, pintu & jendela, fasad, perhitungan anggaran biaya, dan penjadwalan proyek. Metode yang digunakan adalah memodelkan 3D struktur & arsitektur dengan Autodesk Revit berdasarkan gambar 2D DED proyek, sehingga menghasilkan output berupa gambar 3D dan quantity take-off volume material. Selanjutnya, Rencana anggaran biaya (RAB) dihitung secara manual berdasarkan quantity take-off dari Autodesk Revit, lalu dilakukan penjadwalan dengan Microsoft Project serta pengintegrasian 3D modeling, biaya, dan jadwal ke Autodesk Navisworks untuk memperoleh simulasi penjadwalan berupa 4D dan biaya berupa 5D. Berdasarkan hasil yang diperoleh dari pemodelan 3D gedung dan output quantity take-off pada proyek Pembangunan Gedung Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus, didapatkan volume sebesar 10228,722 m3 untuk volume beton, 1791,762 ton untuk kebutuhan besi penulangan, 20833,568 m2 untuk kebutuhan dinding, 15322.104 m2 untuk kebutuhan lantai, 10352,012 m2 untuk kebutuhan plafond, 499 unit kebutuhan pintu, 1555,429 m’ untuk kebutuhan Jendela, dan 6727,319 m2 untuk kebutuhan fasad. Setelah itu, rencana anggaran biaya yang dihitung berdasarkan kebutuhan volume diperoleh biaya sebesar Rp127.615.271.000,- (Seratus Dua Puluh Tujuh Miliyar Enam Ratus Lima Belas Juta Dua Ratus Tujuh Puluh Satu Ribu Rupiah), serta penjadwalan proyek dengan durasi 174 Hari Kerja. Keseluruhan hasil tersebut diintegrasikan kedalam simulasi 4D dan 5D dan di- export dalam bentuk video animasi.
- ItemPENILAIAN KINERJA BANGUNAN GEDUNG HIJAU PADA GEDUNG F, FAKULTAS TEKNIK, UNIVERSITAS WIDYATAMA(Program Studi Teknik Sipil, Universitas Widyatama, 2025) Milna Saharani; Raden Herdian Bayu Ash-Shidiq (Pembimbing)Bangunan gedung hijau merupakan pendekatan yang inovatif dalam mendesain dan mengoperasikan bangunan yang ramah lingkungan. Bangunan gedung hijau bertujuan untuk mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan dan meningkatkan kinerja berkelanjutan melalui penggunaan efisien sumber daya, pengelolaan limbah, peningkatan kualitas udara dalam ruangan, dan penggunaan material yang ramah lingkungan. Penilaian kinerja bangunan gedung hijau pada gedung kampus merupakan suatu proses penting dalam upaya meningkatkan keberlanjutan lingkungan kampus. Penilaian ini bertujuan untuk mengevaluasi sejauh mana gedung kampus memenuhi kriteria keberlanjutan yang meliputi efisiensi energi, pengelolaan air, penggunaan material dan sumber daya, dan kualitas lingkungan dalam ruangan. Penulisan tugas akhir ini bertujuan untuk mempelajari cara penilaian kinerja bangunan gedung hijau pada gedung F, Fakultas Teknik, Universitas Widyatama. Kemudian hasil dari penilaian kinerja tersebut di simpulkan sesuai dengan Peraturan Menteri PUPR No. 21 Tahun 2021. Hasil dari kuisioner dan analisis perhitungan pada gedung F Universitas Widyatama yang mengacu kepada peraturan Mentri PUPR Tahun 2021 No. 2, dinyatakan tidak memenuhi standar Bangunan Gedung Hijau dalam Pembangunan Infrastruktur di Indonesia dengan upaya mengurangi konsumsi energi dan lingkungan.
- ItemPERENCANAAN GEDUNG HOTEL GRAND PAPUA SENTANI MENGGUNAKAN STRUKTUR BAJA CASTELLATED BEAM DAN KOLOM CONCRETE FILLED STEEL TUBE(Program Studi Teknik Sipil, Universitas Widyatama, 2025) Achmad Rizal Amaludin; Raden Herdian Bayu Ash-Shidiq (Pembimbing)Perkembangan teknologi konstruksi di Indonesia terus mengalami peningkatan, mendorong inovasi dalam desain dan material struktur bangunan. Skripsi ini membahas perencanaan struktur Gedung Hotel Grand Papua Sentani, yang semula menggunakan sistem struktur konvensional, menjadi kombinasi struktur baja Castellated Beam dan kolom Concrete Filled Steel Tube (CFST). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi efisiensi dan kelayakan penggunaan kedua sistem struktur tersebut dalam menahan beban serta membandingkan performanya dengan struktur eksisting. Castellated Beam dipilih karena kemampuannya dalam meningkatkan momen inersia dan kekakuan tanpa menambah berat material secara signifikan, sehingga dapat mengoptimalkan penggunaan baja. Sementara itu, kolom CFST menawarkan keunggulan dalam peningkatan kapasitas aksial dan lentur akibat sinergi antara baja dan beton, serta memberikan daktilitas yang baik dan ketahanan terhadap api. Penelitian ini menggunakan metode analisis komparatif dengan permodelan struktur menggunakan perangkat lunak analisis struktural. Data yang digunakan meliputi dimensi eksisting gedung, sifat material baja dan beton, serta pembebanan sesuai standar SNI. Analisis meliputi perhitungan kekuatan, stabilitas, dan deformasi untuk kedua sistem struktur (eksisting dan rencana). Hasil analisis diharapkan menunjukkan bahwa perencanaan struktur dengan Castellated Beam dan kolom CFST mampu memenuhi persyaratan keamanan dan kinerja struktur yang berlaku, bahkan dapat menawarkan keuntungan ekonomis dan performa yang lebih baik dibandingkan struktur eksisting. Studi ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan aplikasi struktur baja komposit di Indonesia, khususnya untuk gedung bertingkat tinggi, serta menjadi referensi bagi perencana struktur dalam memilih sistem struktur yang optimal.
- ItemPERENCANAAN GEOMETRI JALAN KERETA API CIWIDEY - PANGALENGAN(Program Studi Teknik Sipil, Universitas Widyatama, 2025) Dendi Darmawan; Raden Herdian Bayu Ash-Shidiq (Pembimbing)Kereta api merupakan salah satu moda transportasi darat yang memiliki peranan penting di Indonesia. Sebagai sarana transportasi massal, kereta api menjadi pilihan favorit masyarakat karena efisiensinya. Berdasarkan kajian Kementerian Perhubungan (2020), proyeksi hingga tahun 2030 menunjukkan peningkatan signifikan dalam pergerakan orang dan barang menggunakan kereta api, yang didasarkan pada pertumbuhan jumlah penduduk serta analisis angkutan barang oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. Kawasan Ciwidey dan Pangalengan dikenal sebagai destinasi wisata populer yang memiliki keindahan alam dan beragam objek wisata. Sejalan dengan rencana pemerintah untuk mereaktivasi jalur kereta api tidak aktif di wilayah Dayeuhkolot, Soreang, dan Ciwidey sebagaimana tercantum dalam Rencana Induk Perkeretaapian Nasional (RIPNAS) 2030, penelitian ini diusulkan sebagai langkah awal untuk merencanakan trase tambahan menuju Pangalengan. Tujuan dari penelitian ini adalah merencanakan geometri trase jalan kereta api baru Ciwidey–Pangalengan berdasarkan Peraturan Teknis tentang Perencanaan Jalan Kereta Api, melalui metode studi literatur, analisis topografi, dan simulasi desain geometri menggunakan perangkat lunak perencanaan. Hasil perencanaan menunjukkan bahwa trase alternatif yang dipilih memiliki panjang 12,213 km dengan kecepatan rencana desain sebesar 112,5 km/jam, kecepatan maksimum 90 km/jam, dan kecepatan operasi berkisar antara 40–90 km/jam. Jalur ini dirancang sebagai jalan rel kelas I, menggunakan rel tipe R.54, bantalan beton N-67, dan penambat DE-clip. Desain geometri mencakup 12 titik lengkung horizontal dan 21 titik lengkung vertikal, dengan kebutuhan lahan seluas 69,00 hektare. Volume pekerjaan tanah terdiri dari galian sebesar 3.353.551,83 m³ dan timbunan sebesar 4.959.048,54 m³. Penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan aksesibilitas dan konektivitas menuju kawasan wisata dan pertanian, serta menjadi dasar dalam pengembangan jalur kereta api baru yang aman, efisien, dan sesuai dengan standar teknis yang berlaku.
- ItemPERENCANAAN TEBAL PERKERASAN KAKU (RIGID PAVEMENT) PADA RUAS JALAN CIKADU(Program Studi Teknik Sipil, Universitas Widyatama, 2025) Agil Giyantoro; Raden Herdian Bayu Ash-Shidiq (Pembimbing)Pembangunan infrastruktur jalan merupakan aspek penting dalam mendukung konektivitas dan pertumbuhan ekonomi suatu wilayah. Ruas Jalan Cikadu sebagai salah satu jalur strategis yang mengalami peningkatan volume lalu lintas, terutama kendaraan berat dan salah satu akses penting yang perlu ditingkatkan melalui perencanaan perkerasan kaku yang tepat dan efisien. Perencanaan ini bertujuan untuk merencanakan tebal perekerasan kaku (Rigid Pavement) pada ruas Jalan Cikadu menggunakan dua metode perencanaan, yaitu Metode Manual Desain perkerasan Kaku 2024 dan Metode American Association of State Highway and Tranportation Officials (AASHTO) 1993. Pengumpulan data dilakukan melalui uji laboratorium untuk memperoleh nilai CBR (California Bearing Ratio) tanah dasar, serta data lalu lintas dilakukan dengan survey lokasi penelitian. Hasil analisis menunjukan perbedaan hasil ketebalan perkerasan yang tidak jauh berbeda dari kedua metode. Setelah dilakukan perhitungan tebal pelat, diperoleh metode yang lebih tipis dan layak digunakan untuk perencanaan perkerasan kaku pada Ruas jalan Cikadu.