Browsing by Author "Ningrum Tresnasari (Pembimbing)"
Now showing 1 - 9 of 9
Results Per Page
Sort Options
- ItemANALISIS RAGAM DAN FUNGSI AIZUCHI PADA DRAMA KOI WO TSUZUKUYO DOKOMADEMO EPS. 1(Program Studi Bahasa Jepang S1, 2021) Siti Rasyidah Nur Tsaaniyah; Ningrum Tresnasari (Pembimbing)Seiring perkembangan zaman, bahasa juga berkembang. Hal ini juga berdampak pada penggunaan aizuchi dalam komunikasi yang turut serta berkembang. Aizuchi merupakan bentuk respons yang digunakan dalam percakapan. Melalui penelitian ini, penulis harap dapat membantu para pengajar maupun pembelajar bahasa Jepang mengetahui dan memahami ragam ungkapan ekspresi dan juga fungsi aizuchi dalam berkomunikasi. Pada dasarnya setiap percakapan yang dilakukan oleh dua orang atau lebih pasti terdapat aizuchi, namun untuk keperluan penelitian ini, penulis akan mengambil data aizuchi yang terdapat pada drama Koi wa Tsuzukuyo Dokomademo episode 1. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan ragam aizuchi dan menjelaskan fungsi serta makna ungkapan aizuchi yang terdapat dalam drama Koi wa Tsuzukuyo Dokomademo. Dalam penelitian ini, metode pengumpulan data yang akan penulis gunakan adalah metode simak. Lalu Teknik yang digunakan adalah teknik simak bebas libat cakap. Untuk metode analisis penulis, menggunakan metode padan pragmatis karena melibatkan mitra tutur sebagai alat penentu analisisnya. Penyajian hasil analisis data menggunakan metode formal berupa tabel. Kemudian metode selanjutnya adalah metode informal metode penyajian dengan memaparkan jawaban dari rumusan masalah agar dapat dipahami secara langsung. Dari analisis pembahasan dapat disimpulkan bahwa aizuchi yang terdapat dalam drama Koi wa Tsuzukuyo Dokomademo episode 1 ada 52 data. Terdapat tujuh klasifikasi data ragam ungkapan aizuchi berdasarkan teori Koyama dan tiga klasifikasi data temuan baru di luar teori Koyama. Selain itu penelitian ini menghasilkan klasifikasi kelima kategori fungsi aizuchi berdasarkan teori Horiguchi.
- ItemISTILAH GAIRAIGO PADA BUKU MANUAL AIRSOFT TYPE 89 OLEH TOKYO MARUI (KAJIAN MORFOFONEMIK)(Program Studi Bahasa Jepang S1, Universitas Widyatama, 2023) Muhammad Isfarani; Ningrum Tresnasari (Pembimbing)Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis-jenis gairaigo menurut teori Ishikawa dan Rubrecht (2007) dan menjelaskan proses pembentukan gairaigo pada istilah gairaigo menurut teori Suzuki (1975) pada buku manual airsoft type 89 oleh Tokyo Marui berdasarkan kajian morfofonemik. Jenis penelitian ini merupakan deskriptif kualitatif dengan metode analisis yaitu padan translasional. Dari total 19 data gairaigo, ditemukan sebanyak 3 jenis-jenis gairaigo, yang terdiri dari 16 data penyerapan langsung, 2 data singkatan gabungan, dan 1 data penyingkatan berdasarkan referensi yang dipahami. Selanjutnya, pada proses pembentukan kata secara morfofonemik, ditemukan sebanyak 4 proses, yang terdiri dari 16 macam penambahan fonem, 16 macam perubahan fonem, 7 macam pelesapan fonem, dan 2 macam penyingkatan fonem. Dari analisis tersebut, dapat disimpulkan bahwa jenis gairaigo penyerapan langsung, proses penambahan fonem, dan proses perubahan fonem paling banyak ditemukan.
- ItemMAKNA PERIBAHASA JEPANG (KOTOWAZA) DAN PADANANNYA DALAM BAHASA INDONESIA(Program Studi Bahasa Jepang S1, Universitas Widyatama, 2023) Raden Muhamad Faza Aulia; Ningrum Tresnasari (Pembimbing)Peribahasa dalam bahasa Jepang dikenal dengan istilah Kotowaza yang didefinisikan sebagai ucapan bijak ataupun pepatah kuno yang mempunyai banyak manfaat praktis. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti pemahaman mahasiswa bahasa Jepang di kota Bandung terkait makna peribahasa dan padanannya dalam bahasa Indonesia yang. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan teori yang digunakan untuk analisis adalah teori segitiga makna Ogden dan Richard. Makalah ini diharapkan dapat menjadi wawasan dalam memahami makna peribahasanya. Meskipun setiap kata pada unsur pembentuk peribahasa ini memiliki makna yang berbeda-beda, namun saat dibentuk menjadi sebuah peribahasa baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Jepang akan memunculkan makna baru yang mengandung sindiran, nasihat ataupun sekadar penguat maksud dari setiap ucapan. Adapun unsur kata yang digunakan sebagai pembentuk peribahasa dalam bahasa Jepang dan bahasa Indonesia sama, namun makna yang dimunculkan akan berbeda tergantung budaya masyarakatnya. Adapun hasil dari analisis pada penelitian ini menunjukkan bahwa mahasiswa bahasa Jepang di kota Bandung yang mengisi kuesioner rata-rata mengetahui 5 peribahasa Jepang yang dipaparkan. Kemudian 4 dari 5 peribahasa tersebut memiliki 3 padanan dalam bahasa Indonesianya, dan 1 peribahasa Jepang yang memiliki 2 padanan dalam bahasa Indonesianya
- ItemNAMA KOMERSIAL PADA PRODUK MAKANAN JEPANG DI FAMILY MART NAGOYA : PENDEKATAN LANSKAP LINGUISTIK ファミリーマート名古屋店の日本産食品の商品名言語的景観アプローチ(Program Studi Bahasa Jepang S1, Universitas Widyatama, 2024) Heru Firdaus; Ningrum Tresnasari (Pembimbing)Nama komersial adalah nama yang fungsinya untuk mengarahkan pilihan konsumen dan investor serta memiliki tujuan ekonomi dalam penggunaannya. Nama komersial juga berbeda dari banyak nama lain karena nama itu sendiri dapat menjadi subjek perdagangan. Nama komersial juga merujuk pada nama atau label yang digunakan untuk mempromosikan atau mengidentifikasi sebuah produk, merek, atau perusahaan dalam konteks komersial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pola penamaan dan fungsi informasi yang terkandung dalam nama komersial yang terdapat pada produk makanan berlogo fami maru yang ada di FamilyMart Jepang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deksriptif kualitatif. Pola penamaan yang akan di analisis adalah jenis tulisan pada nama komersial yang terdapat dalam makanan berlogo fami maru di FamilyMart dan fungsi informasi yang terdapat pada produk makanan berlogo fami maru di FamilyMart meliputi bahan dasar, rasa tambahan, tekstur, bentuk dan penggunaan bahasanya.
- ItemPELANGGARAN PRINSIP KERJA SAMA DALAM ANIME HORIMIYA (Kajian Pragmatik)(Program Studi Bahasa Jepang S1, 2023) Talisa Listriani; Ningrum Tresnasari (Pembimbing)Prinsip kerja sama adalah seperangkat aturan atau prinsip-prinsip yang digunakan dalam komunikasi untuk mencapai pemahaman yang efektif antara pembicara dan pendengar. Di dalam prinsip kerja sama terdapat empat maksim yang harus dipatuhi, yakni maksim kuantitas, maksim kualitas, maksim relevansi, dan maksim cara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis prinsip kerja sama apa saja yang dilanggar dan bagaimana strategi percakapan yang digunakan pada saat pelanggaran terjadi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif karena data yang digunakan adalah data kebahasaan berupa kata-kata. Sumber data diperoleh dari anime berjudul Horimiya, produksi tahun 2021. Pengumpulan data pada penelitian menggunakan metode simak bebas libat cakap dengan teknik lanjutan yaitu teknik catat. Analisis data dilakukan menggunakan teori prinsip kerja sama dari Grice (1975), dan strategi percakapan dari Speaking Dell Hymes (1974). Berdasarkan hasil penelitian ditemukan sebanyak 57 data pelanggaran prinsip kerja sama. Pelanggaran terhadap maksim relevansi adalah pelanggaran yang paling banyak muncul dengan data sebanyak 24 data, sedangkan pelanggaran yang paling sedikit terjadi adalah maksim cara dan maksim kuantitas dengan masing-masing memiliki 7 data. Diikuti oleh maksim kualitas sebanyak 19 data. Strategi percakapan yang paling banyak digunakan pada pelanggaran prinsip kerja sama adalah pada komponen S(etting), P(articipants), E(nd), K(ey).
- ItemPEMENUHAN DAN PELANGGARAN PRINSIP KESOPANAN LEECH DALAM CHANNEL YOUTUBE HOPEFUL ASMR (KAJIAN PRAGMATIK)(Program Studi Bahasa Jepang S1, 2025) Tesar Rizky Ananda; Ningrum Tresnasari (Pembimbing)Prinsip kesopanan adalah seperangkat aturan atau prinsip-prinsip yang digunakan dalam komunikasi untuk mencapai pemahaman yang efektif antara pembicara dan pendengar. Di dalam prinsip kesopanan terdapat enam maksim yang harus dipatuhi, yakni maksim kebijaksanaan, maksim kedermawanan, maksim pujian, maksim kesetujuan, maksim kerendahan hati, dan maksim simpati. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis prinsip kesopanan yang di penuhi dan di langgar dalam video channel YouTube ini. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif karena data yang digunakan adalah data kebahasaan berupa kata-kata. Sumber data diperoleh dari tiga konten video bermain peran channel YouTube Hopeful ASMR. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan metode simak dan metode dengan teknik dasar simak bebas libat cakap. Analisis data dilakukan dengan metode padan pragmatis dan dengan menggunakan teori kesopanan oleh Leech (1983). Hasil analisis menunjukkan bahwa dari tiga video, pemenuhan prinsip kesopanan Leech terdapat 11 data dan pelanggaran prinsip kesopanan Leech terdapat 2 data yang diklasifikasikan menjadi 3 data pemenuhan maksim kebijaksanaan, 3 data pemenuhan maksim kedermawanan, 3 data pemenuhan maksim simpati, 1 data pemenuhan maksim kesetujuan, dan 1 data pemenuhan maksim pujian, 1 data pelanggaran maksim kesetujuan, dan 1 data pelanggaran maksim kebijaksanaan.
- ItemRAMBU LALU LINTAS DI NAGOYA JEPANG: KAJIAN SEMIOTIK PIERCE(Program Studi Bahasa Jepang S1, Universitas Widyatama, 2024) Lionnanda Dhedi Wiranto; Ningrum Tresnasari (Pembimbing)Penelitian ini berjudul “Rambu Lalu Lintas Di Nagoya: Kajian Semiotik Pierce”. Penelitian ini membahas tentang representasi dan interprestasi rambu lalu lintas yang berada di Nagoya Jepang, penelitian ini mencari tahu apa saja rambu lalu lintas yang terdapat di Nagoya Jepang?, bentuk rambu lalu lintas apa yang sering digunakan?, warna rambu lalu lintas apa yang sering digunakan?, serta apa makna yang dimiliki oleh rambu lalu lintas tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui rambu lalu lintas di Nagoya Jepang dari sudut pandang representatif dan interprestasi dalam kajian semiotik pierce. Penelitian ini menggunakan metode simak dan teknik pengumpulan data berupa teknik dasar yaitu teknik simak bebas libat cakap. Kemudian, metode yang digunakan selanjutnya menggunakan metode referensial dan teknik analisis data yang berupa teknik dasar yaitu daya pilah pembeda referensial. Selanjutnya, metode dan teknik penyajian hasil analisis data pada penelitian ini menggunakan penyajian secara formal dan informal. Penelitian ini mempunyai 19 hasil data yang diperoleh di sekitar tempat tinggal dan tempat kerja di Nagoya Jepang. Dari setiap data yang diperoleh di analisis dari segi bentuk dan warna dari segi representasi serta maksud didalamnya atau arti dari segi interprestasi. Dari kedua hal tersebut di simpulkan dan menjadi hasil dari analisis data yang dilakukan.
- ItemREPRESENTASI TINGKATAN LEVEL HALAL DALAM ‘APLIKASI HALAL JAPAN’ (Kajian Semiotika Peirce)(Program Studi Bahasa Jepang S1, Universitas Widyatama, 2025) Farhan Denis Junior; Ningrum Tresnasari (Pembimbing)Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna tingkatan halal dalam aplikasi Halal Japan dengan menggunakan pendekatan semiotika Charles Sanders Peirce. Dalam konteks masyarakat Muslim di Jepang yang merupakan minoritas, ap likasi Halal Japan menjadi panduan penting untuk memastikan keamanan konsumsi produk makanan dan minuman. Penelitian ini mengkaji dua belas produk yang diklasifikasikan ke dalam tiga tingkatan halal, yaitu Level 1, Level 2, dan Level 3. Tiap tingkatan dian alisis dari tanda berdasarkan teori trikotomi tanda Peirce. Data dianalisis secara kualitatif deskriptif dengan metode dokumentasi melalui aplikasi Halal Japan Berdasarkan analisis semiotika Peirce, tingkatan halal pada produk dalam aplikasi Halal Japan te rbagi ke dalam dua fokus utama, yaitu tanda dan representasi. Pada aspek tanda, ketiga tingkatan halal Level 1, 2, dan 3, hanya ditandai melalui simbol (“H1”, “H2”, “H3”) dan penggunaan warna hijau sebagai penanda status halal secara umum. Tidak ditemukan simbol visual lain yang membedakan masing masing-masing level secara rinci, sehingga aspek tanda masih terbatas dalam mengkomunikasikan perbedaan tingkat kehalalan secara eksplisit eksplisit. Dengan demikian, tingkatan halal tidak hanya merepresentasikan status hukum makan an, tetapi juga membentuk makna sosial dan kepercayaan konsumen. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam kajian semiotika, khususnya dalam konteks konsumsi halal di wilayah minoritas muslim muslim.
- ItemWAKAMONO KOTOBA DALAM DRAMA HORIMIYA EPISODE 6 DAN 7(Program Studi Bahasa Jepang S1, Universitas Widyatama, 2024) Indahsari Sri Wahyuni; Ningrum Tresnasari (Pembimbing)Wakamono kotoba adalah bahasa yang dipakai anak muda untuk berbincang dengan antarsesama teman atau kelompok tertentu dan bersifat rahasia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pembentukan wakamono kotoba dan fungsi bahasa yang digunakan dalam drama Horimiya episode 6 dan 7. Jenis penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan metode simak catat dan analisis data menggunakan metode padan referensial. Analisis teori pembentukan wakamono kotoba yang digunakan menggunakan teori Masakazu dan teori fungsi bahasa yang digunakan menggunakan teori Halliday. Berdasarkan hasil analisis data, dapat disimpulkan bahwa wakamono kotoba melalui empat proses pembentukan, yaitu tanshuku suru, konko suru, gaikoukugou o ryousuru, onomatope/gingo gitaigo dan perubahan bunyi diluar teori Masakazu. Sedangkan fungsi bahasa ditemukan melalui lima proses, yaitu personal, regulasi, imajinatif, heuristik, representasional dan interaktif.