Browsing by Author "Muchammad Fauzi (Pembimbing)"
Now showing 1 - 3 of 3
Results Per Page
Sort Options
- ItemANALISIS SISTEM PERSEDIAAAN DAN PEMASOK BAHAN KIMIA N-HEXANE BERDASARKAN TOTAL BIAYA PERSEDIAAN DI LABORATORIUM LINGKUNGAN(Program Studi S1 Teknik Industri, 2024) Nurdiansah, Ifan; Muchammad Fauzi (Pembimbing)Laboratorium Lingkungan Kabupaten Bandung adalah laboratorium lingkungan yang bergerak dibidang jasa pengambilan contoh uji dan pengujian kualitas air dan udara. Pada proses pengujian di laboratorium membutuhkan bahan kimia untuk proses analisisnya, proses pengujian dengan penggunaan bahan kimia n-Hexane membutuhkan 50 ml setiap satu sampel pengujian, banyaknya penggunaan bahan kimia n-hexane mengakibatkan terjadinya kekurangan persediaan (stock out). Kekurangan persediaan terjadi pada periode Maret dan Juni sebanyak 5000 ml, kekurangan persediaan ini diakibatkan karena keterlambatan pemasok dalam proses pengiriman bahan kimia selama 3 hari dan perusahaan tidak memiliki safety stock yang baik yang dapat membantu dalam pemenuhan proses analisis. Apabila bahan kimia yang digunakan tidak tersedia maka proses analisis akan mengalami hambatan dan proses analisis tidak dapat dilanjutkan. Laboratorium Lingkungan saat ini hanya memiliki satu pemasok bahan kimia, pemasok yang saat ini digunakan memiliki lead time selama 2 bulan sedangkan dengan usulan pemasok baru menyediakan bahan kimia dengan persediaan selalu ada tetapi memiliki harga lebih tinggi dibandingkan dengan pemasok yang saat ini digunakan. Maka tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis sistem persediaan menggunakan kebijakan perusahaan, menganalisis sistem persediaan menggunakan usulan Model Q back order, Model P back order dan mengevaluasi pemasok saat ini dengan usulan pemasok baru. Dilakukan perhitungan sistem persediaan menggunakan kebijakan perusahaan, dilanjutkan dengan perhitungan sistem persediaan dengan Model Q back order, P back order dan mengevaluasi pemasok saat ini dengan usulan pemasok baru. Didapatkan hasil perhitungan sistem persediaan menggunakan kebijakan perusahaan sebesar Rp88.951.983, hasil perhitungan sistem persediaan menggunakan usulan Model Q back order didapat hasil sebesar Rp84.792.268, Model usulan P back order didapat hasil sebesar Rp86.572.015 dan hasil evaluasi pemasok saat ini dengan usulan pemasok baru bahwa pemasok yang saat ini digunakan harus diganti dengan usulan pemasok baru karena dengan usulan pemasok baru tidak ada lead time dan mempunyai persediaan yang selalu ada, sehingga perusahaan tidak akan mengalami kekurangan persediaan.
- ItemPENERAPAN KAIZEN PLAN, DO, CHECK, ACTION (PDCA) UNTUK MENURUNKAN BERAT SLUDGE CAKE (STUDI KASUS: IPAL PT NISSHINBO INDONESIA)(Program Studi S1 Teknik Industri, 2023) AL Ghaffar, Khairul Imam; Muchammad Fauzi (Pembimbing)PT Nisshinbo Indonesia merupakan salah satu perusahaan yang terletak di Kota Cimahi, Jawa Barat. PT Nisshinbo Indonesia bergerak pada bidang tekstil dengan produk yaitu hasil pengolahan kain grey yang siap diolah menjadi berbagai jenis bahan pakaian. Penelitian ini dilakukan pada Instalasi Pengolahan Air Limbah di PT Nisshinbo Indonesia, objek yang diteliti mengenai limbah padat B3 (sludge cake). Permasalahan yang terjadi yaitu terletak pada pengolahan sludge cake yang termasuk kedalam limbah B3. Sludge merupakan hasil endapan clarifier water treatment, clarifier kimia limbah dan clarifier biologi limbah. Sludge yang sudah dikumpulkan kemudian dikentalkan pada proses sludge thickening, lalu sludge tersebut diproses dengan cara dewatering sludge menggunakan mesin screw press dan menghasilkan sludge cake. Sludge cake yang dihasilkan pada periode 2021 mengalami overload sebesar 108.8 Ton. Overload tersebut terjadi disebabkan oleh beberapa faktor yaitu faktor lingkungan (cuaca yang tidak menentu), faktor material (permintaan meningkat), faktor metode (tidak ada perbaikan secara rutin pada mesin dewatering sludge) dan faktor mesin (tidak ada mesin yang dapat mengatasi overload sludge cake). Biaya yang dikeluarkan perusahaan dalam penanganan sludge cake juga mengalami kenaikan sebesar Rp. 1.680.000.000. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi penyebab terjadinya overload sludge cake, menerapkan prinsip kaizen sebagai upaya perbaikan untuk mengurangi berat sludge cake dan melakukan analisis dampak positif yang didapat bagi perusahaan setelah melakukan perbaikan. Dampak positif tersebut merupakan penuruan nilai berat sludge cake dan biaya yang harus dikeluarkan oleh perusahaan dalam penanganan limbah padat Bahan Berbahaya dan Beracun (B3). Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Plan, Do, Check, and Action (PDCA). Hasil dari penelitian ini yaitu penurunan berat sludge cake sebesar 87,1% setelah melakukan kaizen dengan pengadaan mesin dryer sludge cake. Nilai tersebut merupakan penurunan berat sludge cake dari periode 2021 sebesar 4.365,5 Ton dibandingkan dengan periode 2022 sebesar 594,4 Ton. Dari segi biaya pengolahan limbah sludge cake yang harus dikeluarkan oleh PT Nisshinbo Indonesia semula bernilai Rp. 65.482.500.000 pada periode 2021 menjadi Rp. 8.916.037.500 pada periode 2022. Dari hasil penerapan kaizen dengan metode PDCA melalui pengadaan mesin dryer sludge cake terbilang cukup efisien untuk mengatasi permasalahan terkait berat sludge cake yang dialami PT Nisshinbo Indonesia.
- ItemPENGENDALIAN PERSEDIAAN STOCK REAGEN ACETONITRILE DENGAN METODE PROBABILISTIK MODEL P-BACKORDER DI PT XYZ(Program Studi S1 Teknik Industri, 2024) Widina, Kaniar; Muchammad Fauzi (Pembimbing)PT XYZ merupakan sebuah perusahaan farmasi yang memproduksi serta memasarkan berbagai merek obat-obatan resep dan bebas. Salah satu departemen pada perusahaan ini adalah departemen quality control yang bertugas mengawasi tahapan produksi selama proses pemeriksaan di laboratorium untuk menentukan kualitas obat yang dihasilkan. Pada laboratorium PT XYZ memerlukan bahan kimia pada proses analisanya, apabila bahan kimia tersebut tidak tersedia atau kurang maka proses analisa akan terhambat dan berakhir pada terlambatnya release produk. Departemen quality control seringkali mengalami stockout salah satunya adalah reagen Acetonitrile yang mengalami stockout terbanyak dengan jumlah 25 botol. Ketidakpastian permintaan reagen menjadi sebab utama terjadinya stockout. Untuk pemesanan reagen Acetonitrile dilakukan setiap awal bulan tergantung dari adanya persediaan pada bulan sebelumnya dengan leadtime pemesanan 10 hari. Namun apabila persediaan tersebut telah habis terpakai sebelum periode pemesanan kembali belum tercapai, maka akan dilakukan pemesanan ulang pada vendor sampai pemesanan reagen tersebut datang sesusai dengan jumlah yang telah dipesan. Maka dari itu ketika ada kekurangan persediaan, vendor bersedia untuk memasok kekurangan reagen tersebut. Kondisi pemenuhan permintaan bersifat backorder, karena permintaan yang tidak dapat di penuhi pada saat sekarang, tetapi kemudian dipenuhi pada periode yang akan datang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan kebijakan persediaan pada reagen Acetonitrile yang optimal juga menentukan biaya inventory yang minimal. Model P (periodic review method) merupakan model perencanaan pengendalian persediaan inventory probabilistik yang dapat menentukan waktu pemesanan optimal, inventory maksimum yang diharapkan, cadangan pengaman yang harus ada dan ekspektasi ongkos total persediaan. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa model P dapat memangkas ongkos persediaan untuk reagen Acetonitrile sebesar Rp. 519.709 atau sebesar 0,23% lebih rendah dari kebijakan perusahaan dengan interval waktu pemesanan (T) adalah 0,12 tahun, inventori maksimum yang diharapkan (R) sebanyak 46 botol, memiliki cadangan pengaman (safety stock) sebanyak 2 botol dan ongkos total pertahun sebesar Rp. 224.904.881