Browsing by Author "Hety Nurohmah (Pembimbing)"
Now showing 1 - 7 of 7
Results Per Page
Sort Options
- ItemANALISIS PENGGUNAAN BAHASA HORMAT (KEIGO) DALAM INTERAKSI DI LINGKUNGAN RYOKAN KAMOGAWAKAN, KYOTO(Program Studi Bahasa Jepang S1, Universitas Widyatama, 2025) Hiro Anandi Sakki; Hety Nurohmah (Pembimbing)Ragam Bahasa Hormat atau keigo adalah bentuk bahasa yang digunakan untuk menunjukkan rasa hormat, kesopanan, atau pengakuan terhadap status sosial seseorang yang menjadi lawan bicara kita. Bahasa hormat ini sudah menjadi kebudayaan yang melekat di masyarakat Jepang. Secara umum keigo dibagi menjadi tiga jenis, yaitu sonkeigo, kenjougo, dan teineigo. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk dan jenis keigo yang sering dipakai oleh orang Jepang yang bekerja di ryokan Kamogawakan serta fungsi keigo dalam menjalin interaksi baik antara sesama staf maupun antara staf dengan tamu. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dan data diperoleh secara langsung dari observasi interaksi antara staf ryokan dengan tamu dan dengan staf selama satu tahun penulis bekerja di ryokan Kamogawakan. Analisis data dimulai dengan menelaah seluruh data yang telah dikumpulkan berupa dialog dan mengklasifikasikan berdasarkan bentuk, jenis, serta penggunaannya dalam menjalin interaksi di ryokan Kamogawakan. Dari hasil penelitian ditemukan 32 bentuk bahasa hormat (keigo) yang terbagi menjadi jenis sonkeigo sebanyak 3 data , kenjougo sebanyak 9 data dan teineigo sebanyak 20 data. Bentuk yang sering muncul diantaranya berupa frasa ありがとうございます(arigatou gozaimasu), kata お布団(ofuton), serta prefiks お(o) yang ditambahkan di awal kata. Selain jenis dan bentuk, terdapat 3 data yang menjadi fungsi keigo dalam berinteraksi dengan tamu, dan fungsi keigo dalam berinteraksi dengan sesama staf sebanyak 4 data. Keduanya sama-sama memiliki fungsi utama untuk menjaga hubungan harmonis serta menunjukkan sikap profesionalisme. Penggunaan keigo dengan sesama staf dipengaruhi beberapa faktor seperti status, tingkat keakraban, dan usia sedangkan dengan tamu penggunaan keigo dipengaruhi status, hierarki, dan budaya organisasi.
- ItemANALISIS TEKNIK HUMOR DAN PELANGGARAN PRINSIP KERJA SAMA PADA CHANNEL YOUTUBE MARYMARYMARY (Kajian Pragmatik)(Program Studi Bahasa Jepang S1, Universitas Widyatama, 2023) Dwiyana Maulani Putri; Hety Nurohmah (Pembimbing)Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan teknik humor verbal menurut teori Berger (2017) dan pelanggaran maksim kerja sama menurut teori Grice (1991) pada tuturan humor di channel Youtube MaryMaryMary (マリマリマリー). Tuturan humor tersebut diidentifikasi berdasarkan konteks dan teori inkongruitas untuk menghindari subjektivitas data humor. Jenis penelitian ini merupakan deskriptif kualitatif dengan pendekatan pragmatik. Cakupan objek penelitian pada channel Youtube MaryMaryMary (マリマリマリー) direduksi berdasarkan karakteristik tokoh sesuai dengan kebutuhan penelitian. Ditemukan total 47 data yang terdiri dari data tunggal dan data yang beririsan. Sebanyak 32 data terbagi ke dalam 15 teknik humor verbal Berger (2017) dan 37 data yang terbagi ke dalam 4 kategori pelanggaran maksim kerja sama Grice (1991) pada tuturan humor. Dari hasil analisis, dapat disimpulkan bahwa teknik humor misunderstanding dan pelanggaran maksim relevansi paling banyak muncul pada tuturan humor di dalam objek penelitian.
- ItemIMPLIKATUR PERCAKAPAN DAN PELANGGARAN PRINSIP KERJA SAMA DALAM DIALOG TOKOH DISABILITAS PADA FILM JOSEE, THE TIGER AND THE FISH (KAJIAN PRAGMATIK)(Program Studi Bahasa Jepang S1, Universitas Widyatama, 2025) Bella Syafitri; Hety Nurohmah (Pembimbing)Penelitian ini memiliki titik fokus untuk menganalisis implikatur percakapan dan pelanggaran prinsip kerja sama dalam dialog tokoh disabilitas pada film Josee, The Tiger and The Fish. Adapun tujuan penelitian ini dilakukan adalah untuk mengetahui bagaimana bentuk implikatur percakapan dan pelanggaran prinsip kerja sama dalam dialog tokoh disabilitas film Josee, The Tiger and The Fish. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif yang mengacu pada teori pragmatik Grice terutama mengenai implikatur percakapan dan prinsip kerja sama, yang meliputi maksim kualitas, kuantitas, relevansi, dan cara. Data berupa kutipan dialog yang melibatkan tokoh Josee seorang tokoh disabilitas dalam film ini dianalisis untuk mengidentifikasi makna tersirat serta bagaimana dialog tersebut melanggar prinsip kerja sama. Terdapat 24 data yang dihasilkan menunjukkan bahwa implikatur percakapan sering muncul dalam bentuk pertahanan diri, penegasan tersirat, dan penyampaian perasaan secara implisit. Pelanggaran maksim digunakan untuk memperkuat karakterisasi tokoh dan bagaimana kondisi sosial yang dialami oleh Josee. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan kepada pembaca mengenai apa saja tantangan sosial dan komunikasi yang dihadapi oleh penyandang disabilitas.
- ItemJENIS TINDAK TUTUR DIREKTIF DAN RESPONS PERCAKAPAN DALAM DRAMA KURAGEHIME(Program Studi Bahasa Jepang S1, Universitas Widyatama, 2023) Isna Khoirunnisa; Hety Nurohmah (Pembimbing)Tindak tutur merupakan salah satu interaksi linguistik yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari dalam bentuk suatu kalimat ujaran yang melibatkan dua pihak atau lebih meliputi penutur dan mitra tutur, dengan satu pokok kalimat, di tempat, waktu dan situasi tertentu. Untuk menanggapi sebuah tuturan maka mitra tutur akan merespons penutur dengan satu pokok kalimat atau gesture tubuh maupun ekspresi wajah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jenis respons yang ditunjukkan mitra tutur terhadap jenis kalimat tindak tutur direktif. Penelitian ini menggunakan pendekatan pragmatik dengan teori tindak tutur direktif Namatame (1996) dan Iori (2000), sedangkan teori respons oleh Hervey dan Smith (1977) juga Blake dan Haroldsen (1975). Metode yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif. Data diperoleh dari drama Jepang yang berjudul Kuragehime (2018). Hasil dari penelitian ini menunjukkan sebanyak 63 data tindak tutur direktif dalam drama Jepang Kuragehime (2018) yang diklasifikasikan dalam lima bentuk yaitu perintah (meirei) sebanyak 25 tuturan, permintaan (irai) sebanyak 22 tuturan, larangan (kinshi) sebanyak 9 tuturan, izin (kyoka) sebanyak 5 tuturan, dan anjuran (teian) sebanyak 2 tuturan. Dan respons mitra tutur yang menunjukkan respons positif verbal berjumlah 15 data, respons negatif verbal berjumlah 17 data, respons negatif nonverbal berjumlah 16 data, respons positif nonverbal berjumlah 15 data.
- ItemTINDAK TUTUR EKSPRESIF MEMUJI DALAM ANIME SPY X FAMILY(Program Studi Bahasa Jepang S1, Universitas Widyatama, 2024) Alifah Fitra Andevi; Hety Nurohmah (Pembimbing)Interaksi sosial merupakan tingkah laku antara dua orang atau lebih individu yang dapat memberikan pengaruh pada tindakan yang individu lain lakukan. Dalam interaksi sosial, ada syarat yang harus terpenuhi antar individu, salah satunya, yaitu komunikasi. Dalam komunikasi verbal, perseorangan maupun kelompok melakukan percakapan. Terdapat unsur di luar bahasa berupa konteks yang mempengaruhi keserasian sistem bahasa dalam percakapan yang dikaji dalam studi pragmatik. Tindak tutur merupakan salah satu teori dalam studi pragmatik yang mendalami makna maupun maksud bahasa yang didasari pada hubungan antar tuturan dengan tindakan yang dilakukan oleh penuturnya. Tindak tutur ekspresif merupakan bagian dari tindak ilokusi yang mengimplikasikan perasaan atau psikologis dari penuturnya. Tindak tutur ekspresif mencakup tutur terima kasih, mengeluh, mengkritik, memuji, memberi selamat, dan lainnya. Memuji memiliki arti memunculkan kekaguman dan penghargaan terhadap sesuatu hal yang dianggap indah, baik, ataupun gagah serta sering digunakan untuk menunjukkan penghargaan kepada orang lain. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan menganalisis bentuk serta fungsi tindak tutur ekspresif memuji dalam anime Spy X Family. Adapun jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu deskriptif kualitatif. Data yang terkumpul kemudian diklasifikasi dan dianalisis berdasarkan teori Holmes. Terdapat 73 data tutur ekspresif memuji yang muncul. Bentuk tindak tutur ekspresif memuji yang paling sering muncul, yaitu pujian terhadap kemampuan. Di sisi lain, pujian untuk mengekspresikan penilaian positif, penghargaan ataupun rasa kagum merupakan fungsi tindak tutur ekspresif memuji yang dominan muncul.
- ItemTINDAK TUTUR ILOKUSI EKSPRESIF DALAM ANIME WATASHI NO SHIAWASE NA KEKKON (KAJIAN PRAGMATIK)(Program Studi Bahasa Jepang S1, Universitas widyatama, 2025) Elly Hakiki Zen; Hety Nurohmah (Pembimbing)Penelitian ini membahas tentang tindak tutur ilokusi ekspresif pada anime Watashi no Shiawase na Kekkon. Teori yang digunakan adalah teori Searle dalam (Burakiti et al., 2023) untuk jenis dan makna tindak tutur ilokusi ekspresif. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui metode simak yang dilakukan teknik penyadapan, sedangkan teknik lanjutan menggunakan teknik bebas libat cakap (SLBC) dan teknik catat. Teknik analisis data, menggunakan metode pragmatik dengan teknik pilah unsur penentu (PUP), sedangkan alat penentu memakai dayah pilah pragmatik dan teknik lanjutan menggunakan teknik hubung banding membandingkan (HBB). Tahap penyajian hasil analisis data memakai penyajian informal. Hasil penelitian ini menemukan sebanyak 50 data tindak tutur ekspresif: 14 data kategori meminta maaf, 21 data kategori berterima kasih, 6 data kategori memuji, 3 data kategori bersyukur, 2 data kategori tidak menyerah, 1 data kategori menyerah, 1 data kategori marah, dan 2 data kategori menyalahkan. Makna yang terdapat dalam tindak tutur ilokusi ekspresif dengan data kategori meminta maaf, data berterima kasih, data memuji, data bersyukur, data tidak menyerah, data menyerah, data marah, dan data menyalahkan. Setiap tuturan yang diucapkan memiliki makna yang berbeda-beda karena berdasarkan konteks dan latar belakang yang memengaruhinya. Data yang sering muncul pada data kategori berterima kasih yaitu menghargai dan syukur.
- ItemTINDAK TUTUR ILOKUSI TIDAK LANGSUNG PADA ANIME TENSURA NIKKI: TENSEI SHITARA SLIME DATTA KEN EPISODE 1-2 (KAJIAN PRAGMATIK)(Program Studi Bahasa Jepang S1, Universitas Widyatama, 2023) Gilang Azhar; Hety Nurohmah (Pembimbing)Tindak tutur ilokusi tidak langsung digunakan oleh masyarakat Jepang untuk menyampaikan tuturan yang di dalamnya terkandung implikatur atau makna tersirat, sehingga dapat menghasilkan suatu efek atau tindakan kepada mitra tutur. Terkadang masyarakat Jepang menggunakannya untuk memperhalus tuturan agar tidak menyakiti perasaan mitra tutur. Penelitian ini dilakukan guna menganalisis jenis tindak tutur ilokusi tidak langsung dan implikaturnya, terutama yang digunakan oleh para tokoh anime Tensura Nikki: Tensei Shitara Slime Datta Ken dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari para tokoh dalam anime tersebut sebagai objek penelitian. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan menggambarkan konteks dan tuturan dalam analisis data yang dilakukan. Analisis dilakukan sesuai dengan teori tindak tutur ilokusi menurut (Searle, 1969) dan tindak tutur tidak langsung menurut (Wijana, 1996) untuk menemukan jenis tindak tutur ilokusinya. Kemudian untuk implikatur, disesuaikan dengan teori dari (Grice, 1975) mengenai implikatur, agar dapat ditemukan makna tersirat yang terkandung dalam tuturan ilokusi tersebut. Adapun pada hasil penelitian ini, diketahui bahwa tindak tutur ilokusi tidak langsung banyak diimplisitkan melalui kalimat berita dan pertanyaan, sehingga makna sebenarnya hanya dapat dipahami jika mitra tutur memperhatikan secara menyeluruh konteks yang melatarbelakangi tuturan tersebut disampaikan. Dari pemetaan data yang telah dilakukan ditemukan 62 tuturan ilokusi tidak langsung. Adapun jenis yang paling banyak ditemukan adalah tindak tutur ilokusi direktif tidak langsung, yaitu 33 tuturan. Sementara implikatur yang paling banyak ditemukan adalah meminta dan menyuruh dengan masing-masing berjumlah 13 tuturan.