Browsing by Author "Didit Damur Rochman (Pembimbing)"
Now showing 1 - 2 of 2
Results Per Page
Sort Options
- ItemANALISIS TINGKAT RISIKO CIDERA PADA OPERATOR CUTTING MENGGUNAKAN METODE RAPID ENTIRE BODY ASSESSMENT (REBA) DAN APLIKASI KINOVEA (Studi Kasus: PT NITTO Materials Indonesia)(Program Studi S1 Teknik Industri, 2024) Ramdani, Dimas Aldi; Didit Damur Rochman (Pembimbing)Pekerja merupakan aset yang penting bagi perusahaan namun kebutuhan dan kepentingan pekerja masih sering kurang diperhatikan. Sehingga, dalam proses produksinya terkadang perusahan belum memfasilitasi area kerja yang lebih standard dan menciptakan fasilitas kerja yang lebih ergonomis. Hal tersebut berimbas secara tidak langsung yaitu memaksa pekerja melakukan postur kerja yang tidak normal atau tidak ergonomis, sehingga aktivitas tersebut dapat menyebabkan pekerja mengalami musculoskeletal disorders (MSDs) .PT NMI memiliki beberapa departemen di dalam nya, salah satu nya departemen produksi. Di area produksi mesin cutting terdapat aktivitas pengambilan material handling yang tidak alamiah yang dilakukan oleh seorang operator secara berulang-ulang, adapun berat material yang diangkat dan dipindahkan berkisar antara 5 – 10 kg, yang dilakukan secara repetitif selama 8 jam kerja oleh operator. Hal ini tentu saja dapat meningkatkan resiko pekerja terkena penyakit akibat postur kerja yang kurang ergonomis, sehingga apabila dibiarkan dan tidak ditangani oleh perusahaan, resiko musculoskeletal disorders dapat terjadi. Dalam penyelesaian masalah ini, digunakan metode Rapid Entire Body Assessment (REBA) untuk mengklasifikasi level resiko yang diakibatkan oleh postur kerja yang tidak ergonomis saat bekerja. Dan untuk mengetahui keluhan apa saja yang dirasakan oleh operator saat bekerja menggunakan kuesioner Nordic Body Map (NBM). Berdasarkan hasil pengolahan data Nordic Body Map, scoring sebesar 56 untuk operator 1 dan 54 untuk operator 2, yang artinya pada skala tersebut tingkat resiko yang akan terjadi dalam kategori “sedang”. Menurut hasil penelitian dengan metode REBA, aktivitas operator mesin cutting memiliki resiko bernilai 10 “tinggi” sehingga level tindakan “Necessary Soon” atau di perlukan perbaikan untuk menunjang postur kerja yang lebih ergonomis. Adapun usulan perbaikan pada penelitian ini yaitu membuat rancangan meja kerja (workstations) agar material mempunyai tempat penyimpanan, sehingga memudahkan operator pada saat pengambilan material yang akan di proses. Usulan tersebut dilakukan untuk meminimalisir agar operator bisa terhindar dari resiko terkena musculoskeletal disorders.
- ItemIMPLEMENTASI KEBIJAKAN PERSEDIAAN BAHAN KEBERSIHAN GEDUNG TELKOM NON-BUILDING MANAGEMENT (BM) AREA KOTA BANDUNG MENGGUNAKAN EOQ PROBABILISTIK Q(Magister Management, 2025) Carvin Prawira Ramadhan; Didit Damur Rochman (Pembimbing)Persediaan merupakan elemen penting dalam mendukung kelancaran operasional perusahaan, terutama dalam sektor jasa seperti pengelolaan properti. Di Telkom Property, pengelolaan bahan kebersihan untuk gedung Non-Building Management (non-BM) di Bandung masih menghadapi berbagai kendala, seperti ketidaksesuaian antara stok dan kebutuhan aktual, penumpukan barang yang tidak digunakan, serta belum optimalnya sistem pengendalian persediaan. Kondisi ini berdampak pada efektivitas operasional dan kepuasan pelanggan, khususnya klien dengan standar layanan tinggi seperti Bank Indonesia dan PT. Dahana. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi sistem pengelolaan persediaan yang ada dan merancang strategi pengelolaan yang lebih efisien dan tepat sasaran. Fokus utama diarahkan pada penghematan biaya, peningkatan akurasi pemenuhan kebutuhan, serta penguatan sistem pengawasan stok dengan pendekatan manajemen persediaan berbasis data. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan penerapan metode Economic Order Quantity (EOQ), model Q (peninjauan berkelanjutan), dan analisis klasifikasi ABC. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan, wawancara, dan dokumentasi pembelian serta distribusi barang. Analisis dilakukan untuk menentukan jumlah pemesanan optimal, titik pemesanan ulang (ROP), stok pengaman (safety stock), dan frekuensi pemesanan untuk barang-barang utama seperti floor cleaner, karbol wangi, dan deodorizer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode EOQ dan model Q dapat meningkatkan efisiensi pengelolaan persediaan dengan menurunkan frekuensi pemesanan, menghemat biaya transportasi hingga Rp460.000 per tahun, serta meningkatkan tingkat pelayanan hingga lebih dari 99%. Rancangan kebijakan persediaan yang diusulkan menghasilkan jadwal pemesanan yang lebih terstruktur dan rekomendasi safety stock yang mampu mengantisipasi fluktuasi permintaan, sehingga mendukung kelancaran operasional dan meningkatkan kepuasan klien.