Repository logo
  • English
  • Català
  • Čeština
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Gàidhlig
  • Latviešu
  • Magyar
  • Nederlands
  • Polski
  • Português
  • Português do Brasil
  • Suomi
  • Svenska
  • Türkçe
  • Қазақ
  • বাংলা
  • हिंदी
  • Ελληνικά
  • Yкраї́нська
  • Log In
    New user? Click here to register.Have you forgotten your password?
Repository logo
  • Communities & Collections
  • All of DSpace
  • English
  • Català
  • Čeština
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Gàidhlig
  • Latviešu
  • Magyar
  • Nederlands
  • Polski
  • Português
  • Português do Brasil
  • Suomi
  • Svenska
  • Türkçe
  • Қазақ
  • বাংলা
  • हिंदी
  • Ελληνικά
  • Yкраї́нська
  • Log In
    New user? Click here to register.Have you forgotten your password?
  1. Home
  2. Browse by Author

Browsing by Author "Asep Setiawan (Pembimbing)"

Now showing 1 - 9 of 9
Results Per Page
Sort Options
  • Loading...
    Thumbnail Image
    Item
    ANALISIS DAN EVALUASI KINERJA SIMPANG TIGA TAK BERSINYAL MENGGUNAKAN METODE PEDOMAN KAPASITAS JALAN INDONESIA TAHUN 2023 PADA SIMPANG ALUN – ALUN KOTA CIMAHI
    (Program Studi Teknik Sipil, Universitas Widyatama, 2025) Faishal Fakhri Al Farid; Asep Setiawan (Pembimbing)
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengevaluasi kinerja simpang tiga tak bersinyal pada Simpang Alun-Alun Kota Cimahi dengan menggunakan Metode Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI) Tahun 2023. Studi ini dilakukan melalui survei lalu lintas, pengumpulan data Geometrik simpang, serta analisis volume dan kapasitas lalu lintas pada jam puncak. Proses evaluasi dilakukan dengan menghitung derajat kejenuhan, tundaan, dan peluang antrian pada kondisi eksisting serta membandingkannya dengan beberapa skenario perbaikan, seperti pelebaran jalan pada lengan simpang. Hasil analisis menunjukkan bahwa kondisi eksisting simpang mengalami tingkat kejenuhan dan tundaan yang tinggi, sehingga diperlukan upaya peningkatan kinerja. Skenario pelebaran jalan tidak bisa menurunkan nilai derajat kejenuhan dan tundaan, serta tingkat pelayanan simpang sangat buruk. Penelitian ini merekomendasikan penerapan skenario pelebaran jalan dan APILL 3 fase sebagai solusi untuk mengoptimalkan kinerja simpang dan mendukung kelancaran arus lalu lintas di kawasan Alun-Alun Kota Cimahi.
  • Loading...
    Thumbnail Image
    Item
    ANALISIS DESKRIPTIF FAKTOR-FAKTOR PEMILIHAN TRANSPORTASI ONLINE SEBAGAI MODA TRANSPORTASI (Studi Kasus pada Mahasiswa Universitas Widyatama)
    (Program Studi Teknik Sipil, Universitas Widyatama, 2025) Radya Catur Susanto; Asep Setiawan (Pembimbing)
    Skripsi ini menganalisis tingkat kerusakan dan metode penanganan pada ruas Jalan Simpang 3 Muara Wahau – Batas Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Pada analisa tingkat kerusakan jalan dan penentuan penanganan jalan, dilakukan menggunakan data IRImeter berdasarkan pedoman “Preservasi Jaringan Jalan No. 07/P/BM/2021”, Dengan indikator nilai IKP dan ketidakrataan jalan. Hasil inspeksi visual dan data IRImeter pada segmen STA 28+900 – STA 30+300 menunjukkan nilai > 6, mengindikasikan rusak berat dan penanganan jalan rekonstruksi. Rekonstruksi perkerasan dianalisis menggunakan pedoman “Metode Desain Perkerasan Jalan tahun 2024”, dengan hasil akhir tebal perkerasan ideal. Data CBR karakteristik sebesar 3.53%, diperoleh melalui data uji DCP lapangan. Analisis lalu lintas menggunakan data AADT 2023, menghasilkan nilai CESA 5 sebesar 6.138.961,89. Nilai CESA5 ini digunakan pada bagan desain 2 dan bagan desain 3 untuk menentukan spesifikasi tebal lapis perkerasan ideal. Hasil desain menunjukkan tebal lapis perkerasan ideal pada permukaan atas AC – WC dengan ketebalan 40 mm, AC-BC dilakukan dengan 2 hamparan dengan masing – masing ketebalan 75 mm dan 80 mm. LFA kelas A dengan ketebalan 200 mm, LFA kelas B dengan ketebalan 150 mm, serta timbunan pilihan dengan ketebalan 300 mm. Total ketebalan perkerasan ideal adalah 845 mm. Metode penanganan jalan rekonstruksi diperlukan untuk ruas jalan yang mengalami kerusakan berat, dan dianalisis sesuai dengan pedoman teknis yang berlaku. Hasil skripsi dapat menjadi referensi bagi proyek serupa dalam menentukan metode penanganan optimal
  • Loading...
    Thumbnail Image
    Item
    ANALISIS KERUSAKAN PADA PERKERASAN LENTUR MENGGUNAKAN METODE PCI (PAVEMENT CONDITION INDEX) DAN BINAMARGA (STUDI KASUS RUAS JALAN PROKLAMASI KABUPATEN GARUT)
    (Program Studi Teknik Sipil, Universitas Widyatama, 2025) Yogana Ahirulliyanto; Asep Setiawan (Pembimbing)
    Jalan merupakan infrastruktur yang sangat bermanfaat bagi masyarakat untuk melakukan mobilisasi, baik itu interaksi sosial, berdagang, dan banyak hal yang dapat dirasakan manfaatnya. Kualitas jalan yang baik tentunya harus memperhatikan kualitas serta perawatan yang dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui serta menganalisis kerusakan jalan pada perkerasan lentur yang terjadi pada ruas jalan Proklamasi, kabupaten Garut yang memiliki panjang jalan 1,67 km serta lebar jalan 7 m yang menghubungkan jalan Desa Jayaraga dan Alun-alun Tarogong. Penelitian yang dilakukan tentunya menggunakan beberapa metoode. Metode yang digunakan pada penelitian kali ini yaitu metode Pavement Condition Index (PCI) dan metode Binamarga. Pada metode PCI penelitian yang dilakukan berfokus kepada penilaian kondisi perkerasan sebagai upaya pemeliharaan jalan berdasarkan jenis, tingkat, serta luas kerusakan yang akan menjadi acuan untuk perbaikan atau pemeliharaan. Pada metode Binamarga juga berfokus kepada jenis kerusakan tetapi dilengkapi dengan data LHR (Lalu lintas Harian Rata-rata) untuk mencari nilai kelas jalan yang pada akhirnya dapat menentukan jenis pemeliharaan yang sesuai untuk kerusakan jalannya. Jenis kerusakan yang terjadi pada ruas Jalan Proklamasi sepanjang 1 km antara lain Retak Kulit Buaya, Retak Memanjang, Retak Tepi, Tambalan dan Lubang. Berdasarkan metode PCI nilai rata-rata 67,55 yang menginterpretasikan kondisi jalan Baik. Sedangkan berdasarkan metode Binamarga didapatkan nilai prioritas 2,17 yang merupakan masuk kedalam program Pemeliharaan Peningkatan. Setelah dibandingkan hasil penelitian berdasarkan kedua metode tersebut ternyata mendapatkan nilai dan hasil yang hampir sama yaitu kondisi dari jalan tersebut masih dalam keadaan baik namun memerlukan beberapa pemeliharaan agar tidak semakin memperparah kerusakan jalan yang terjadi pada ruas jalan Proklamasi.
  • Loading...
    Thumbnail Image
    Item
    ANALISIS RENCANA ANGGARAN BIAYA PADA PELAKSANAAN PEKERJAAN PEMELIHARAAN DI KANTOR BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PROVINSI JAWA BARAT
    (Program Studi Teknik Sipil, Universitas Widyatama, 2024) Akbar Satya Negara; Asep Setiawan (Pembimbing)
    Dalam rangka optimalisasi sarana dan prasarana fasilitas umum pada Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Barat, diperlukan perbaikan dan pemeliharaan secara rutin, sehingga menjaga kualitas sarana dan prasarana fasilitas umum yang ada. Perlunya analisis rencana anggaran biaya yang tepat guna mengoptimalkan sumber dana dan pengalokasian dana keseluruhan untuk kegiatan perbaikan dan pemeliharaan sangatlah penting. Pembiayaan yang dikeluarkan akan tepat penggunaannya jika analisis rencana anggaran biaya dilakukan dengan tepat. Rencana Anggaran Biaya merupakan perhitungan atau estimasi jumlah nominal anggaran yang dibutuhkan untuk menentukan anggaran yang optimal pada suatu pekerjaan. Dengan adanya Rencana Anggaran Biaya yang optimal maka perencanaan pekerjaan akan efisien dan pekerjaan akan lebih efektif. Untuk membuat Rencana Anggaran Biaya pada pekerjaan pemeliharaan sarana prasarana fasilitas umum di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Barat perlu dilakukan analisa Rencana Anggaran Biaya. Tujuan analisa ini dilakukan untuk memberikan perencanaan anggaran yang optimal dan ideal serta mengetahui komponen apa saja yang digunakan pada pelaksanaan pekerjaan perbaikan dan pemeliharaan. Lingkup pekerjaan meliputi pemeliharaan jalan dan pemeliharaan bangunan gedung area rooftop lantai 4. Analisis rencana anggaran biaya untuk perbaikan jalan dibuat 3 skenario analisis dengan mempertimbangkan optimalisasi perbaikan dan estetika hasil maka anggaran ideal yang digunakan untuk pemeliharaan jalan di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Barat adalah sebesar Rp. 332.100.000, sedangkan untuk rencana anggaran biaya pada pemeliharaan bangunan gedung kantor untuk area rooftop dengan mempertimbangkan optimalisasi perbaikan maka didapat rencana anggaran sebesar Rp. 114.874.000. Serta dengan menggunakan analisa Cost Model Value engineering, optimalisasi Rencana Anggaran Biaya akan dirasa penting untuk pekerjaan yang efektif dan efisien.
  • Loading...
    Thumbnail Image
    Item
    EVALUASI TINGKAT KERUSAKAN PERKERASAN LENTUR JALAN MAJALENGKA CIKIJING BERDASARKAN NILAI SDI
    (Program Studi Teknik Sipil, Universitas Widyatama, 2024) Biki Hikmatul Palah; Asep Setiawan (Pembimbing)
    Jalan merupakan prasarana transportasi yang sangat penting dan berpengaruh dalam perkembangan ekonomi pembangunan suatu wilayah. Perkembangan tersebut akan berpengaruh pada volume lalu lintas yang akan memberikan beban semakin meningkat pada perkerasan sehingga hal ini berdampak pada penurunan fungsional dari jalan. Oleh karena itu diperlukan evaluasi tingkat kerusakan pada jalan tersebut. Dalam penelitian ini evaluasi tingkat kerusakan berdasarkan metode Surface Distress Index (SDI). Evaluasi dilakukan untuk mengetahui kondisi permukaan perkerasan beserta tindakan perbaikan yang harus dilakukan. Data diperoleh dengan melakukan survei di lapangan. Data SDI didapat dengan melakukan survey visual di lapangan. Adapun perhitungan data SDI dilakukan sesuai dengan yang sudah diatur dalam Bina Marga (2011). Dari hasil perhitungan dengan metode SDI diketahui bahwa 87% dari ruas jalan yang diamati memiliki kondisi sedang dan 13% lainnya memiliki kondisi rusak ringan. Tindakan penangan yang dilakukan berdasarkan Bina Marga (2011) menunjukkan 87% penanganan pemeliharaan rutin dan 13% penanganan pemeliharaan berkala.
  • Loading...
    Thumbnail Image
    Item
    PENERAPAN VALUE ENGINEERING PADA PROYEK KANTOR SMK ALMARWAH
    (Program Studi Teknik Sipil, Universitas Widyatama, 2025) Muhammad Fathan Hanifan; Asep Setiawan (Pembimbing)
    Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan metode Value Engineering pada proyek pembangunan kantor SMK Almarwah, dengan fokus pada efisiensi biaya dan peningkatan kualitas konstruksi. Value Engineering merupakan pendekatan sistematis yang bertujuan untuk mengurangi biaya tanpa mengurangi fungsi utama dari suatu proyek. Proyek pembangunan kantor SMK Almarwah menggunakan struktur beton bertulang, yang memerlukan perencanaan matang untuk memastikan efisiensi biaya tanpa mengurangi kualitas dan kekuatan bangunan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus pada proyek yang sedang berlangsung. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan pihak terkait, seperti arsitek, insinyur, dan kontraktor, serta observasi langsung di lokasi proyek. Hasil analisis menunjukkan bahwa penerapan Value Engineering berhasil mengidentifikasi alternatif desain dan material yang lebih ekonomis, yang dapat mengurangi total biaya proyek tanpa mengorbankan kualitas dan kekuatan struktur. Dengan penerapan metode ini, diharapkan proyek dapat diselesaikan dengan biaya yang lebih rendah, namun tetap memenuhi standar kualitas dan keamanan yang dibutuhkan.
  • Loading...
    Thumbnail Image
    Item
    PERBANDINGAN METODE ROAD CONDITION INDEX (RCI) DAN METODE PAVEMENT CONDITION INDEX (PCI) DALAM EVALUASI KESEHATAN STRUKTURAL JALAN
    (Program Studi Teknik Sipil, Universitas Widyatama, 2025) Deo Sanjes Simarmata; Asep Setiawan (Pembimbing)
    Penelitian ini bertujuan untuk memahami kondisi kesehatan struktural dan fungsional perkerasan lentur di Jalan Jenderal Ahmad Yani, Kota Bandung, serta merumuskan strategi perbaikan yang efektif untuk meningkatkan kualitas dan memperpanjang umur layanan jalan tersebut. Evaluasi kondisi jalan dilakukan dengan membandingkan dua metode penilaian yang umum digunakan, yaitu Pavement Condition Index (PCI) dan Road Condition Index (RCI). Metode PCI menilai kerusakan permukaan secara rinci melalui inspeksi visual, sedangkan RCI fokus pada aspek kenyamanan berkendara dan kerataan permukaan yang diukur menggunakan International Roughness Index (IRI). Hasil survei menunjukkan bahwa tipe kerusakan dominan meliputi retak kulit buaya (alligator cracking), retak memanjang, lubang, dan tambalan, yang mengindikasikan adanya deformasi struktural dan keausan permukaan akibat beban lalu lintas dan faktor lingkungan. Nilai PCI berkisar antara 46 hingga 85, mengindikasikan kondisi jalan dari kategori sedang hingga sangat baik, namun memerlukan tindakan pemeliharaan dan rehabilitasi pada beberapa segmen. Sedangkan nilai RCI sebesar 6,83 (jalur kiri) dan 7,31 (jalur kanan) menunjukkan penurunan fungsi jalan yang memerlukan pemeliharaan rutin untuk menjaga kenyamanan pengguna. Berdasarkan hasil tersebut, rekomendasi perbaikan meliputi perbaikan kerusakan spesifik sesuai jenisnya, pelapisan ulang (overlay), serta pelaksanaan pemeliharaan rutin dan berkala untuk menjaga kerataan dan fungsi jalan secara keseluruhan. Penelitian ini memberikan dasar bagi pengelolaan dan pemeliharaan infrastruktur jalan agar tetap optimal dalam mendukung mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi di Kota Bandung.
  • Loading...
    Thumbnail Image
    Item
    PERKUATAN LERENG MENGGUNAKANAN DINDING PENAHAN TANAH DI KAMPUNG SIMURUGUL HILIR KELURAHAN MARGAWATI
    (Program Studi Teknik Sipil, Universitas Widyatama, 2025) Tasya Fadlah Nur Luthfiah; Asep Setiawan (Pembimbing)
    Jalan merupakan salah satu infrastruktur penting dalam kehidupan manusia. Sejak dulu manusia telah menggunakan jalan sebagai sarana untuk berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Pengertian jalan secara umum adalah jalur lalu lintas orang, kendaraan dan sebagainya untuk bergerak dari satu tempat ke tempat lain. Jalan berfungsi sebagai penghubung antara berbagai wilayah, mempermudah transportasi, dan mendukung perkembangan ekonomi suatu daerah. Jalan merupakan prasarana transportasi penting yang mendukung aktivitas ekonomi dengan mempercepat mobilitas orang dan barang. Pembangunan jalan diharapkan memperlancar distribusi hasil pertanian, perkebunan, dan kebutuhan masyarakat. Perkerasan jalan terdiri dari lapisan pondasi atas, pondasi bawah, dan agregat yang dipadatkan untuk menyalurkan beban roda. Terdapat tiga jenis perkerasan: lentur (aspal), kaku (beton), dan komposit. Penentuan ketebalan perkerasan lentur dapat menggunakan berbagai metode, termasuk Metode Analisa Komponen dan MDPJ 2017 yang digunakan dalam penelitian ini. Lokasi penelitian ini berada di Jalan Cileungsi – Cibinong dengan panjang 4,5 meter dan lebar 8 meter.
  • Loading...
    Thumbnail Image
    Item
    PERSEPSI PEJALAN KAKI TERHADAP PEMANFAATAN TROTOAR DI KOTA BANDUNG (Studi Kasus Jalan Purnawarman – Jalan Pajajaran di Kota Bandung )
    (Program Studi Teknik Sipil, Universitas Widyatama, 2025) Ingrid Peggy Talahatu; Asep Setiawan (Pembimbing)
    Trotoar merupakan elemen penting dalam sistem transportasi perkotaan yang berfungsi sebagai fasilitas bagi pejalan kaki. Namun, kondisi trotoar di berbagai wilayah, termasuk di Kota Bandung, masih banyak yang belum memenuhi standar kenyamanan dan keamanan bagi penggunanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi pejalan kaki terhadap pemanfaatan trotoar di sepanjang Jalan Purnawarman hingga Jalan Pajajaran, Kota Bandung. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner kepada 100 responden pejalan kaki yang melintasi jalur tersebut. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan skala Likert dan disajikan dalam bentuk statistik deskriptif. Penilaian difokuskan pada aspek keamanan, kenyamanan, aksesibilitas, dan keberfungsian trotoar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum persepsi pejalan kaki terhadap trotoar di lokasi studi berada pada kategori cukup baik, namun terdapat beberapa aspek yang masih perlu diperbaiki, terutama dalam hal keberfungsian trotoar yang masih terganggu oleh pedagang kaki lima dan parkir liar. Sementara itu, aspek kenyamanan dan keamanan sudah dirasakan cukup memadai meskipun belum optimal.Temuan ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi pemerintah daerah dan instansi terkait untuk melakukan perbaikan dan pengelolaan trotoar secara berkelanjutan guna menciptakan lingkungan jalan yang lebih ramah bagi pejalan kaki.

PTI copyright © 2002-2026

  • Cookie settings
  • Privacy policy
  • End User Agreement
  • Send Feedback