Repository logo
  • English
  • Català
  • Čeština
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Gàidhlig
  • Latviešu
  • Magyar
  • Nederlands
  • Polski
  • Português
  • Português do Brasil
  • Suomi
  • Svenska
  • Türkçe
  • Қазақ
  • বাংলা
  • हिंदी
  • Ελληνικά
  • Yкраї́нська
  • Log In
    New user? Click here to register.Have you forgotten your password?
Repository logo
  • Communities & Collections
  • All of DSpace
  • English
  • Català
  • Čeština
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Gàidhlig
  • Latviešu
  • Magyar
  • Nederlands
  • Polski
  • Português
  • Português do Brasil
  • Suomi
  • Svenska
  • Türkçe
  • Қазақ
  • বাংলা
  • हिंदी
  • Ελληνικά
  • Yкраї́нська
  • Log In
    New user? Click here to register.Have you forgotten your password?
  1. Home
  2. Browse by Author

Browsing by Author "Aan Amalita (Pembimbing)"

Now showing 1 - 3 of 3
Results Per Page
Sort Options
  • Loading...
    Thumbnail Image
    Item
    ANALISIS CAMPUR KODE PADA LAGU VERSI BAHASA JEPANG BOYBAND KOREA SEVENTEEN (Kajian Sosiolinguistik)
    (Program Studi Bahasa Jepang S1, Universitas Widyatama, 2024) Alya Larasati; Aan Amalita (Pembimbing)
    Campur kode adalah peristiwa atau keadaan dimana penutur menggunakan satu bahasa atau lebih dengan memasukan kata atau unsur bahasa lain dalam satu tuturan. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bentuk campur kode dan menganalisis penyebab terjadinya campur kode pada lagu bahasa Jepang boyband Korea Seventeen. Boyband Seventeen memiliki lima album dengan total 24 lagu berbahasa Jepang. Setelah dilakukan penelitian, ditemukan lima lagu yang terindikasi mengandung unsur campur kode. Jenis penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan analisis SBLC (Simak Bebas Libat Cakap) metode yang tidak melibatkan penulis dalam suatu tuturan yang diteliti dan hanya sekedar mengamati. Metode analisis menggunakan padan referensial dan padan translasional. Hasil penelitian menunjukan seluruh data berjenis campur kode eksternal atau keluar dan terdapat lima data yang disebabkan oleh penggunaan istilah lebih populer, lima data yang memiliki penyebab yang dikarenakan fungsi dan tujuan, dua data yang memiliki penyebab sekedar gengsi, dua data yang memiliki penyebab keinginan mengutip dalam bahasa asing dan ditemukan enam data yang memiliki penyebab dikarenakan tidak adanya padanan kata yang cocok dalam bahasa yang digunakan
  • Loading...
    Thumbnail Image
    Item
    ANALISIS PENGGUNAAN GAYA BAHASA HIPERBOLA DALAM ALBUM JEPANG “POWER OF LOVE” SEVENTEEN
    (Program Studi Bahasa Jepang S1, Universitas Widyatama, 2023) Anisya Nurfadya; Aan Amalita (Pembimbing)
    Bahasa merupakan salah satu simbol komunikasi untuk mengekspresikan apa yang ada di dalam pikiran dan perasaan. Peran bahasa sangat penting di kehidupan sehari-hari maupun di dalam sebuah karya sastra, salah satunya adalah lirik lagu. Dalam sebuah lirik lagu, sering sekali penciptanya menggunakan gaya bahasa untuk menciptakan keindahan estetika kalimat dan memperhebat makna yang disampaikan di dalamnya. Salah satu gaya bahasa yang sering digunakan dalam lirik lagu adalah gaya bahasa hiperbola. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui makna dan jenis makna konotatif apa yang ada di dalam gaya bahasa hiperbola yang digunakan pada lirik lagu dalam album berbahasa Jepang Power Of Love dari Seventeen. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deksriptif kualitatif dan teknik simak catat. Penulis mendapatkan data peneltian yang bersumber dari tiga lagu dalam album berbahasa Jepang Power Of Love milik boygroup Seventeen dengan total data yang ditemukan berjumlah 10 data. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa dari 10 data gaya bahasa hiperbola pada lirik lagu dalam album Jepang Power Of Love milik Seventeen ini ditemukan memiliki makna yang tersirat di dalamnya dan jenis maknanya. Data-data yang ditemukan, dianalisis berdasarkan teori Sitompul pada tahun 2014 yang penulis jadikan sebagai landasan teori dalam menganalisis penelitian ini. Gaya bahasa hiperbola yang digunakan dalam lirik dari ketiga lagu menjadi suatu materi penulisan untuk memberikan penekanan makna tertentu terhadap hal-hal yang ingin disampaikan oleh pencipta lagu, memperkuat kesan bagi pendengar atau pun pembaca terhadap suatu perasaan dan peristiwa serta memperindah bentuk kalimat yang disampaikan.
  • Loading...
    Thumbnail Image
    Item
    ANALISIS SHUUJOSHI JOSEIGO KASHIRA DAN YO PADA KARAKTER BEATRICE DALAM ANIME RE:ZERO KARA HAJIMERU ISEKAI SEIKATSU EPISODE 3A SEASON 1
    (Program Studi Bahasa Jepang S1, Universitas Widyatama, 2024) Adinda Octariana; Aan Amalita (Pembimbing)
    Dalam bahasa Jepang, terdapat jenis hinshi (kelas kata) yang salah satunya Shuujoshi Joseigo. Shuujoshi Joseigo adalah partikel yang diletakkan di akhir kalimat yang berfungsi untuk menentukan makna dari sebuah kalimat dengan ragam bahasa wanita. Penelitian ini berjudul “Analisis Shuujoshi Joseigo Kashira dan Yo Pada Karakter Beatrice Dalam Anime Re:Zero Kara Hajimeru Isekai Seikatsu Episode 3A Season 1” yang membahas tentang fungsi dan makna shuujoshi joseigo kashira dan yo yang diungkapkan oleh karakter Beatrice. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan fungsi dan makna shuujoshi joseigo kashira dan yo yang diungkapkan oleh karakter Beatrice. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan metode simak teknik catat yang digabungkan dengan metode padan. Untuk analisis data penulis menggunakan teknik dasar yaitu teknik pilah unsur penentu: daya pilah pragmatis, teknik lanjutannya menggunakan teknik hubung banding membedakan (HBB). Selanjutnya, metode penyajian hasil analisis data pada penelitian ini menggunakan penyajian secara formal dan informal. Berdasarkan hasil data yang diperoleh pada anime Re:Zero kara Hajimaru Isekai Seikatsu Episode 3A Season 1, ditemukan adegan tentang shuujoshi kashira dan shuujoshi yo sebanyak 19. Terdiri dari sembilan (9) adegan shuujoshi kashira dan 10 adegan shuujoshi yo. Untuk shuujoshi kashira ditemukan 13 dialog dan untuk shuujoshi yo ditemukan sebanyak 14. Selain fungsi, terdapat juga berbagai macam makna yang sesuai konteks pada dialog. Salah satunya berfungsi bertanya secara ironi dengan makna menyindir lawan bicara.

PTI copyright © 2002-2026

  • Cookie settings
  • Privacy policy
  • End User Agreement
  • Send Feedback