Browsing by Author "Udin Komarudin (Pembimbing)"
Now showing 1 - 2 of 2
Results Per Page
Sort Options
- ItemANALISIS PENGARUH VARIASI KECEPATAN POTONG DAN KEDALAMAN POTONG PADA PROSES MESIN BUBUT TERHADAP TINGKAT KEKASARAN PERMUKAAN BENDA KERJA BAJA AISI 1045(Program Studi Teknik Elektro, Universitas Widyatama, 2023) Ricky Aliya Firdaus; Udin Komarudin (Pembimbing)atau bidang. Ini terjadi karena penyimpangan selama proses pemesinan, yang menghambat pembuatan permukaan yang sempurna. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variasi kecepatan potong dan kedalaman potong pada proses pembubutan terhadap kekasaran permukaan benda kerja Baja AISI 1045 dan mengetahui perubahan kecepatan pemakanan memberikan dampak terhadap kekasarannya. Pahat bubut rata yang digunakan dalam penelitian ini berbahan HSS, spesimen yang digunakan dalam penelitian ini berbahan Baja AISI 1045, mesin bubut yang dipakai dalam penelitian ini bermerek Pinacho L-1/180, alat pengukuran kekasaran dalam penelitian ini bermerek SE 1700 α, pembubutan dilakukan tanpa cairan pendingin. Hasil penelitian menunjukkan (1) Kekasaran pada spesimen AISI 1045 dengan Kecepatan potong 41.605 mm/min, Kecepatan spidle 530, Gerak makan 0,14 mm/r dan kedalaman potong 1 mm mendapatkan hasil rata-rata nilai kekasaran terbesar dengan 6,034 μm. Biasanya dilakukan untuk tahap awal membubut spesimen; (2) Kekasaran pada spesimen AISI 1045 dengan Kecepatan potong 109.900 mm/min, Kecepatan spidle 1400, Gerak makan 0,14 mm/r dan kedalaman potong 0,5 mm mendapatkan hasil rata-rata nilai kekasaran terkecil dengan 3,080 μm. Biasanya dilakukan untuk tahap finishing spesimen; (3) Besar atau kecilnya nilai kekasaran dipengaruhi oleh kedalaman potong dan kecepatan putaran spindle; (4) Putaran spindle berdasarkan hasil yang tersedia di lapangan, namun dengan segala keterbatasan maka ditentukan ketersediaannya pada mesin bubut di lab.
- ItemPERANCANGAN SISTEM VERTICAL TAKE-OFF AND LANDING (VTOL) PADA PESAWAT MODEL KONTROL RADIO(Program Studi Teknik Mesin, Universitas Widyatama, 2024) Danii Naufal Nur Rizki; Udin Komarudin (Pembimbing)Perkembangan teknologi dirgantara yang pesat menghasilkan banyak sekali inovasi yang dikembangkan. Salah satunya adalah sistem vertical take-off and landing (VTOL). Sistem ini memudahkan sebuah pesawat untuk lepas landas di area yang tidak memiliki landasan pacu yang memadai. Pada pesawat model atau aeromodelling, sistem VTOL sudah banyak digunakan untuk kepentingan geologi hingga bantuan kemanusiaan seperti pemetaan, pemantauan bencana alam dan lainlain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara merancang pesawat aeromodelling untuk menggunakan sistem VTOL, mengetahui hasil gaya angkat yang dihasilkan sayap pesawat, mengetahui hasil gaya hambat yang dihasilkan sayap pesawat dan untuk mengetahui cara merancang sistem VTOL pada pesawat aeromodelling. Pada penelitian ini metodologi yang digunakan adalah memahami cara memilih airfoil, bentuk dan ukuran sayap pesawat yang tepat. Setelah itu melakukan pembuatan desain dua dimensi dan tiga dimensi. Kemudian membuat alur, merancang sistem kelistrikan, sinyal, dan menggabungkan sistem pesawat model konvensional dengan sistem VTOL. Dari penelitian yang dilakukan diperoleh hasil berupa cara merancang pesawat aeromodelling untuk menggunakan sistem VTOL dalam bentuk desain dua dimensi dan tiga dimensi, mengetahui hasil gaya angkat yang diperoleh dari sayap pesawat sebesar 26,84 oz, mengetahui hasil gaya hambat pada pesawat sebesar 2,36 oz, dan mengetahui cara merancang sistem VTOL pada pesawat aeromodelling dengan kontrol radio.