Repository logo
  • English
  • Català
  • Čeština
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Gàidhlig
  • Latviešu
  • Magyar
  • Nederlands
  • Polski
  • Português
  • Português do Brasil
  • Suomi
  • Svenska
  • Türkçe
  • Қазақ
  • বাংলা
  • हिंदी
  • Ελληνικά
  • Yкраї́нська
  • Log In
    New user? Click here to register.Have you forgotten your password?
Repository logo
  • Communities & Collections
  • All of DSpace
  • English
  • Català
  • Čeština
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Gàidhlig
  • Latviešu
  • Magyar
  • Nederlands
  • Polski
  • Português
  • Português do Brasil
  • Suomi
  • Svenska
  • Türkçe
  • Қазақ
  • বাংলা
  • हिंदी
  • Ελληνικά
  • Yкраї́нська
  • Log In
    New user? Click here to register.Have you forgotten your password?
  1. Home
  2. Browse by Author

Browsing by Author "Sitanggang, Fitri Royani Magdalena"

Now showing 1 - 1 of 1
Results Per Page
Sort Options
  • Loading...
    Thumbnail Image
    Item
    Female Talk dalam Film Aladdin (2019): Kajian Sosiolinguistik
    (Program Studi S1 Bahasa Inggris, 2025) Sitanggang, Fitri Royani Magdalena; Ervina CM SImatupang (Pembimbing)
    Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis jenis-jenis female talk dan faktor sosial yang memengaruhinya dalam film Aladdin (2019), dengan fokus pada tuturan tokoh perempuan utama, Princess Jasmine dan Dalia. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan data berupa kutipan dialog karakter dalam film. Teori utama yang digunakan adalah teori female talk dari Robin Lakoff (1975) serta teori sosiolinguistik Janet Holmes (2013) untuk menganalisis pengaruh status sosial, relasi kuasa, dan konteks situasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 41 data yang mencerminkan ciri bahasa perempuan. Jenis yang paling dominan adalah hedges sebanyak 8 data (19,5%), diikuti superpolite forms 7 data (17,1%), intensifiers 6 data (14,6%), serta tag questions, empty adjectives, indirect requests, dan emphatic stress masing-masing 5 data (12,2%). Temuan ini menunjukkan bahwa bahasa perempuan dalam film tidak hanya menonjolkan kesantunan, tetapi juga menjadi alat untuk menyuarakan emosi, pendapat, dan perlawanan terhadap norma patriarkal. Dari sisi faktor sosial, konteks situasi menjadi pengaruh paling dominan (60,8%), disusul relasi kuasa (27,5%) dan status sosial (11,7%). Female talk dalam film ini berfungsi sebagai strategi komunikasi yang sopan namun kuat, mencerminkan bahwa perempuan mampu menggunakan bahasa sebagai bentuk resistensi yang cerdas, elegan, dan bermakna dalam menghadapi struktur sosial yang mengekang.

PTI copyright © 2002-2026

  • Cookie settings
  • Privacy policy
  • End User Agreement
  • Send Feedback