Browsing by Author "Riki Ridwan Margana (Pembimbing)"
Now showing 1 - 4 of 4
Results Per Page
Sort Options
- ItemANALISIS DOWNTIME MESIN PAINTING BOOTH DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN METODE DMAIC DI PT LINGGAKARYA ANUGRAH SEJAHTERA(Program Studi S1 Teknik Industri, 2024) Jayanti, Kris Eka; Riki Ridwan Margana (Pembimbing)PT Linggakarya Anugrah Sejahtera merupakan salah satu perusahaan penyedia jasa yang bergerak langsung dibawah pengawasan PT Pertamina (Persero) dengan produk Gas LPG (Liquefied Petroleum Gas) berukuran mulai dari 5,5 kg, 12 kg dan 50 kg. Permasalahan yang dihadapi perusahaan saat ini yaitu terkait produktivitas produksi LPG 12 kg yang menurun pada bulan Desember 2022 penuruan produktivitas mencapai 34% dengan total produksi 14.241 menghasilkan 7.707 tbg produk baik dan 6.534 tbg produk defect sedangkan rata rata produksi PT Linggakarya Anugrah Sejahtera pada periode Juli - Desember 2023 menghasilkan total produksi 13.975 tbg dengan total produk defect 2.019 tbg dan total produk baik 11.956 tbg. Penuruan produktivitas tersebut di pengaruhi oleh jumlah downtime sebesar 4.440 menit atau 74 jam dari rata – rata downtime sebesar 2.370 menit atau 39,5 jam dibulan bulan sebelumnya pada periode tersebut. Downtime bersumber dari mesin painting booth 74,5% dengan total durasi 3.306 menit atau 55,10 jam downtime. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meminimasi masalah downtime pada mesin painting booth di PT Linggakarya Anugrah Sejahtera sehingga produksi dapat berjalan optimal tanpa gangguan downtime yang tinggi. Hal tersebut dikarenakan downtime pada proses produksi mengakibatkan proses terhenti sehingga memakan waktu proses produksi lebih lama dari yg sudah ditargetkan atau mengakibatkan jumlah produk yang di hasilkan tidak sesuai rencana. Kondisi yang demikian ini akan mengakibatkan pemanfaatan sumber daya menjadi tidak maksimal seperti terbuangnya waktu, sumber daya manusia, energi dan biaya produksi. Dari permasalahan tersebut, analisis pada penelitian ini menggunakan metode DMAIC yang merupakan bagian dari Lean Six Sigma. Hasil dari penelitian menemukan berdasarkan diagram pareto ada 3 downtime tertinggi pada mesin painting booth yang secara kumulatif mencapai 80% penyebab downtime mulai dari downtime perbaikan baling - baling kipas, kerusakan mesin dynamo dan pengecatan ulang. Saran perbaikan yang di berikan yaitu berupa membuat checksheet, pemilihan kualitas komponen, monitoring maintenance mesin dan komponen lain, pelatihan berkala dan mematuhi SOP kerja.
- ItemANALISIS KELAYAKAN INVESTASI MESIN CNC LASER CUTTING MENGGUNAKAN METODE NET PRESENT VALUE (NPV), INTERNAL RATE OF RETURN (IRR) DAN PAYBACK PERIOD DI PT PLN (PERSERO) PUSHARLIS BANDUNG(Program Studi S1 Teknik Industri, 2025) Sabriani, Junferty; Riki Ridwan Margana (Pembimbing)PT PLN (Persero) Pusharlis Bandung merupakan unit kerja strategis yang bertanggung jawab terhadap riset dan pengembangan sistem kelistrikan nasional. Permasalahan saat ini menggunakan jasa subkontraktor dalam proses pemotongan plat logam untuk pembuatan panel listrik. Praktik ini menimbulkan ketergantungan pada pihak ketiga dalam proses produksi. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis kelayakan investasi mesin CNC Laser Cutting sebagai alternatif internalisasi proses pemotongan material, membandingkan efisiensi biaya antara penggunaan jasa subkontraktor dan penggunaan mesin CNC secara internal serta memberikan rekomendasi strategis berdasarkan hasil evaluasi keuangan dan operasional. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan studi kasus di lingkungan PT PLN (Persero) Pusharlis Bandung. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dokumentasi historis biaya, serta proyeksi volume produksi perusahaan. Pemilihan metode NPV, IRR, dan Payback Period dilakukan karena ketiganya dapat menggambarkan kelayakan investasi secara komprehensif berdasarkan pertimbangan nilai waktu uang, risiko, dan waktu pengembalian investasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengadaan mesin CNC Laser Cutting dinilai layak secara finansial, menunjukkan bahwa meskipun biaya investasi mesin CNC sebesar Rp 6.493.687.000 lebih tinggi dari total biaya subkon selama lima tahun (Rp 2.260.144.268), investasi ini dinilai layak secara finansial dengan NPV sebesar Rp 3.798.213.604, IRR sebesar 30,08%, dan Payback Period selama 3,1 tahun. Selain layak secara ekonomi, investasi ini juga memberikan efisiensi biaya produksi dan mendukung kemandirian proses secara internal.
- ItemANALISIS PENGENDALIAN KUALITAS PRODUK UNLOCK COVER RH DENGAN METODE SIX SIGMA - DMAIC DI PT PUDAK SCIENTIFIC(Program Studi S1 Teknik Industri, 2023) Mulyana, Lathip Rizki; Riki Ridwan Margana (Pembimbing)PT Pudak Scientific adalah perusahaan yang bergerak dibidang manufaktur pembuatan komponen pesawat terbang. Salah satu produknya adalah unlock cover RH. Masalah yang terjadi adalah pada proses produksi komponen unlock cover RH mengalami defect out tolerance dan defect visual damage sebanyak 173 pieces dari total produksi 1000 pieces (17.66%). Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor terjadinya reject pada komponen unlock cover RH, menentukan hasil analisis dan menentukan tindakan yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas pada produk Unlock cover RH. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif dengan beberapa langkah pengumpulan data, baik data primer dan data sekunder. Dalam penelitian ini analisis data menggunakan pendekatan metodologi Six Sigma untuk menemukan dan mengurangi faktor penyebab dengan model DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, Control). Berdasarkan hasil pengolahan data maka pada tahap define dilakukan pengidentifikasian masalah, pembuatan diagram SIPOC dan penentuan nilai CTQ defect out tolerance 60.12% dan visual damage 39.88%. Tahap Measure melakukan pembuatan control chart C – Chart nilai CL 8.65 UCL 17.47 dan LCL 0 dan masih dalam batas kendali, perhitungan DPMO adalah 86500 kemungkinan terjadi reject untuk satu juta produksi dan level sigma adalah 2.87 menandakan perusahaan dalam keadaan sangat baik. Tahap Analyze melakukan brainstorming lalu di implementasikan pada diagram fishbone dan 5 why’s analysis terdapat 4 faktor utama penyebab produk reject yaitu faktor mesin tool cutting patah atau aus, faktor metode kesalahan saat setting mesin, faktor material kekerasan material yang berbeda dari produksi sebelumnya dan faktor manusia skill operator yang masih rendah dalam mengoperasikan mesin. Faktor paling dominan mengakibatkan produk reject adalah pada tool cutting patah atau aus. Tahap Improve usulan perencanaan perbaikan untuk mengurangi defect dan meningkatkan nilai kualitas pada komponen unlock cover RH sehingga setelah rencana perbaikan diterapkan pada proses produksi dapat meningkatkan kualitas hingga mencapai program zero defect. Perbaikan yang dilakukan adalah pembuatan SOP dan work instruction operator dalam mengoperasikan mesin. Pembuatan dan pembaharuan skill matrix operator setiap 3 bulan. Mengadakan training dan sosialisasi metode yang digunakan dalam pengukuran QA dan setting mesin. Pembuatan QA PASS untuk material, pembuatan setup sheet, serta pembuatan jadwal preventive mesin.
- ItemPENERAPAN METODE SIX SIGMA DALAM UPAYA MEMINIMASI TINGKAT CACAT PRODUK DI PT XYZ UNIT I(Program Studi S1 Teknik Industri, 2023) Azzahro, Luthfiyah Rahmah; Riki Ridwan Margana (Pembimbing)Obat kaplet Cetirizine HCl 10 mg merupakan produk yang diproduksi PT XYZ Unit I dengan tingkat permintaan yang cukup tinggi pada bulan Maret sampai Mei 2023, yaitu mencapai 400.000 unit kaplet pada setiap batch produksinya. Akan tetapi, permintaan tersebut seringkali tidak terpenuhi dibandingkan obat kaplet kategori fastmoving lainnya, yaitu hanya mencapai 89,59% dari total permintaan. Hal ini dikarenakan banyaknya kecacatan produk dengan rata-rata kecacatan mencapai 41.627 unit kaplet atau sebesar 10,41% dari setiap batch produksi. Sedangkan perusahaan menetapkan batas toleransi jumlah kecacatan produk sebesar 2% dari setiap batch produksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis dan penyebab kecacatan obat kaplet Cetirizine HCl 10 mg serta memberikan langkah perbaikan untuk menangani sumber masalah kecacatan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dan kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara, observasi dan dokumentasi. Pengolahan dan analisis data dilakukan dengan pendekatan metode Six Sigma, yaitu konsep Define, Measure, Analyze, Improve, dan Control (DMAIC). Konsep DMAIC merupakan pendekatan sistematis untuk mengurangi kecacatan produk dan memastikan adanya perbaikan yang berkelanjutan dalam prosesnya. Berdasarkan hasil analisis, terdapat tiga jenis kecacatan yang terjadi, diantaranya adalah fisik kaplet kotor, tingkat kerapuhan yang tinggi (high friability) dan bobot kaplet melebihi batas penyimpangan. Hasil pengukuran didapatkan nilai Defect Per Million Opportunity (DPMO) sebesar 38.641.57 dengan level Sigma 3,27. Berdasarkan hasil analisis, penyebab utama kecacatan berasal dari perilaku para pekerja dalam memperlakukan bahan baku, mesin dan lingkungan sekitarnya. Penanganan dalam mengurangi kecacatan produk adalah dengan penerapan konsep Kaizen 5S di tempat kerja dan adanya penambahan standar kerja bagi pihak departemen produksi agar dilibatkan dalam proses penjadwalan produksi pada setiap bulannya.