Repository logo
  • English
  • Català
  • Čeština
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Gàidhlig
  • Latviešu
  • Magyar
  • Nederlands
  • Polski
  • Português
  • Português do Brasil
  • Suomi
  • Svenska
  • Türkçe
  • Қазақ
  • বাংলা
  • हिंदी
  • Ελληνικά
  • Yкраї́нська
  • Log In
    New user? Click here to register.Have you forgotten your password?
Repository logo
  • Communities & Collections
  • All of DSpace
  • English
  • Català
  • Čeština
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Gàidhlig
  • Latviešu
  • Magyar
  • Nederlands
  • Polski
  • Português
  • Português do Brasil
  • Suomi
  • Svenska
  • Türkçe
  • Қазақ
  • বাংলা
  • हिंदी
  • Ελληνικά
  • Yкраї́нська
  • Log In
    New user? Click here to register.Have you forgotten your password?
  1. Home
  2. Browse by Author

Browsing by Author "Rahmania Syahzanan Maqdir"

Now showing 1 - 1 of 1
Results Per Page
Sort Options
  • Loading...
    Thumbnail Image
    Item
    UNGKAPAN KEIGO DALAM IMPLEMENTASI OMOTENASHI PADA DRAMA KOOHII TO BANIRA
    (Program Studi Bahasa Jepang S1, Universitas Widyatama, 2025) Rahmania Syahzanan Maqdir; Aan Amalia (Pembimbing)
    Dalam budaya Jepang, penggunaan bahasa sopan atau keigo tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai wujud penghormatan dan kerendahan hati. Hal ini selaras dengan konsep omotenashi, yakni keramahtamahan yang tulus dari hati dan diwujudkan baik melalui tindakan maupun tuturan. Keigo menjadi instrumen linguistik yang penting dalam nilai omotenashi, karena pilihan kata dan tingkat kesopanan dalam bertutur mencerminkan niat penutur untuk menghargai orang lain. Dengan demikian, tuturan yang mengandung keigo dapat dipahami sebagai manifestasi omotenashi dalam bentuk linguistik. Omotenashi umumnya lebih dikenali dalam bentuk tindakan. Namun, dalam penelitian ini penulis mengkaji omotenashi yang dikaitkan dengan keigo. Dalam penelitian ini, objek penelitian diambil dari drama Koohii to Banira. Metode yang digunakan yaitu, metode simak yang dikemukakan oleh Sudaryanto, sementara itu pengumpulan data menggunakan teknik simak bebas libat cakap yang dikemukakan juga oleh Sudaryanto. Berdasarkan analisis, penulis menemukan 18 data, yaitu sonkeigo 7 data dan kenjougo 11 data. Dalam data tersebut, penulis menjabarkan perubahan dari perubahan bentuk keigo tersebut kemudian menganalisis makna dan hubungannya dengan omotenashi. Penelitian ini menunjukkan bahwa keigo tidak hanya mencerminkan struktur kesopanan dalam bahasa Jepang, tetapi juga mengandung nilai keramahtamahan yang menjadi inti dari omotenashi.

PTI copyright © 2002-2026

  • Cookie settings
  • Privacy policy
  • End User Agreement
  • Send Feedback