Repository logo
  • English
  • Català
  • Čeština
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Gàidhlig
  • Latviešu
  • Magyar
  • Nederlands
  • Polski
  • Português
  • Português do Brasil
  • Suomi
  • Svenska
  • Türkçe
  • Қазақ
  • বাংলা
  • हिंदी
  • Ελληνικά
  • Yкраї́нська
  • Log In
    New user? Click here to register.Have you forgotten your password?
Repository logo
  • Communities & Collections
  • All of DSpace
  • English
  • Català
  • Čeština
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Gàidhlig
  • Latviešu
  • Magyar
  • Nederlands
  • Polski
  • Português
  • Português do Brasil
  • Suomi
  • Svenska
  • Türkçe
  • Қазақ
  • বাংলা
  • हिंदी
  • Ελληνικά
  • Yкраї́нська
  • Log In
    New user? Click here to register.Have you forgotten your password?
  1. Home
  2. Browse by Author

Browsing by Author "Rahmadani, Faniawati"

Now showing 1 - 1 of 1
Results Per Page
Sort Options
  • Loading...
    Thumbnail Image
    Item
    PERBAIKAN KERUSAKAN MESIN DENGAN METODE FUZZY FMEA (Studi Kasus pada Mesin Kompresor Udara Ingersoll Rand type 90KW)
    (Program Studi S1 Teknik Industri, 2025) Rahmadani, Faniawati; Didit Damur Rochman (Pembimbing)
    Sistem udara bertekanan dalam industri farmasi merupakan kriteria kritis yang diatur di dalam Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB). PT. Caprifarmindo Labs memproduksi udara bertekanan menggunakan 2 mesin kompresor yaitu Ingersoll Rand 132 dan Ingersoll Rand 90. Selama 2 tahun terakhir, terjadi peningkatan jumlah jam breakdown pada mesin kompresor Ingersoll Rand 90 yaitu sebesar 33,4% terhitung dari tahun 2023 ke tahun 2024. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penyebab kerusakan mesin kompresor udara Ingersoll Rand 90 menggunakan metode Fuzzy Failure Mode and Effect Analysis serta merancang usulan pengendalian untuk menurunkan jumlah jam breakdown. Hasil analisis menunjukkan adanya perbedaan nilai prioritas risiko (RPN) antara perhitungan FMEA dan Fuzzy FMEA. Nilai Risk Priority Number (RPN) tertinggi yang dihasilkan oleh FMEA tradisional yaitu kegagalan fungsi cooler dengan nilai 108, nilai RPN kedua yaitu kegagalan fungsi motor yang tidak bisa berputar dengan nilai 80 serta kegagalan fungsi berupa tersumbatnya filter oli dan kegagalan fungsi kebocoran filter udara dengan nilai 54. Sedangkan nilai Fuzzy RPN tertinggi yaitu kegagalan fungsi cooler dengan nilai 160, serta kebocoran filter oli, tersumbatnya filter oli dan kebocoran filter udara dengan nilai 80. Usulan pengendalian risiko yang disarankan yaitu memasang sensor pada bagian mesin yang memiliki nilai RPN tertinggi, mengkaji ulang jadwal preventive maintenance yang sudah berjalan dan membuat rencana predictive maintenance sehingga diharapkan dapat mengurangi jumlah jam breakdown yang akan terjadi kedepannya.

PTI copyright © 2002-2026

  • Cookie settings
  • Privacy policy
  • End User Agreement
  • Send Feedback