Browsing by Author "Puspita Sari (Pembimbing)"
Now showing 1 - 1 of 1
Results Per Page
Sort Options
- ItemTINDAK TUTUR ILOKUSI DIREKTIF PADA NOVEL THE GREAT GATSBY KARYA F. SCOTT FITZERGARLD: KAJIAN PRAGMATIK(Program Studi S1 Bahasa Inggris, 2025) Wahyuni, Putri Paramita; Puspita Sari (Pembimbing)Skripsi ini berjudul “Tindak Tutur Ilokusi Direktif Pada Novel The Great Gatsby Karya F. Scott Fitzgerald: Kajian Pragmatik”. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jenis-jenis tindak tutur ilokusi direktif yang ditemukan dalam ujaran dialog pada novel, serta menganalisis bentuk penyampaian dari tindak tutur ilokusi direktif yang terdapat pada setiap jenis ujaran dialog yang sudah dianalisis. Teori utama yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori Bach & Harnish (1979) mengenai jenis-jenis tindak tutur ilokusi direktif dan Parker (1994) mengenai bentuk penyampaian dari tindak tutur ilokusi direktif. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif deskriptif, yang memanfaatkan data kualitatif dan dijabarkan secara deskriptif. Langkah-langkah dari penelitian ini meliputi pengumpulan data, klasifikasi data, analisis data, dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa novel The Great Gatsby memuat keenam jenis tindak tutur ilokusi direktif. Dari keseluruhan jenis tersebut, tindak tutur Questions (pertanyaan) merupa jenis yang mendominasi sebanyak 17 data, (34%), diikuti oleh Requirements (perintah) sebanyak 13 data (26%), Requestives (permintaan) sebanyak 9 data (18%), Advisories (saran) sebanyak 8 data (16%), Prohibitions (larangan) sebanyak 2 data (4%), dan Permissives (izin) sebanyak 1 data (2%). Dominasi pertanyaan mengindikasikan bahwa interaksi antar tokoh sering berfokus pada pencarian informasi, klarifikasi, atau pengungkapan perasaan yang kompleks. Dalam hal bentuk kalimat, kalimat interogatif mendominasi sebanyak 25 data (50%), diikuti oleh imperatif sebanyak 17 data (34%), dan deklaratif sebanyak 8 data (16%), Tidak ditemukan kalimat eksklamatif yang berfungsi sebagai tuturan direktif dalam data yang dianalisis. Hal ini menunjukkan fleksibilitas bahasa dalam menyampaikan maksud direktif, yang menciptakan dinamika komunikasi serta merefleksikan hubungan sosial dan kekuasaan antar tokoh.