Repository logo
  • English
  • Català
  • Čeština
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Gàidhlig
  • Latviešu
  • Magyar
  • Nederlands
  • Polski
  • Português
  • Português do Brasil
  • Suomi
  • Svenska
  • Türkçe
  • Қазақ
  • বাংলা
  • हिंदी
  • Ελληνικά
  • Yкраї́нська
  • Log In
    New user? Click here to register.Have you forgotten your password?
Repository logo
  • Communities & Collections
  • All of DSpace
  • English
  • Català
  • Čeština
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Gàidhlig
  • Latviešu
  • Magyar
  • Nederlands
  • Polski
  • Português
  • Português do Brasil
  • Suomi
  • Svenska
  • Türkçe
  • Қазақ
  • বাংলা
  • हिंदी
  • Ελληνικά
  • Yкраї́нська
  • Log In
    New user? Click here to register.Have you forgotten your password?
  1. Home
  2. Browse by Author

Browsing by Author "Miftahul Hanif Prasetyo"

Now showing 1 - 1 of 1
Results Per Page
Sort Options
  • Loading...
    Thumbnail Image
    Item
    PENCIPTAAN FILM PENDEK DRAMA FIKSI BERJUDUL “TERLALU TAKUT PULANG” PERAN : SUTRADARA
    (Program Studi Produksi Film dan Televisi, Universitas Widyatama, 2025) Miftahul Hanif Prasetyo
    Film pendek drama fiksi “Terlalu Takut Pulang” mengangkat fenomena quarter life crisis yang dialami orang-orang diusia 20-35 tahun, dengan fokus pada dampak tekanan sosial terhadap hubungan ibu dan anak. Karya ini terinspirasi dari pengalaman personal penulis dan realitas masyarakat yang kerap membuat standar kesuksesan secara materialistik, serta budaya membandingkan kehidupan orang lain. Melalui pendekatan Italian Neorealism, film ini mengeksplorasi realitas kehidupan kelas pekerja urban dengan penggunaan lokasi syuting yang asli, dan dialog natural berbahasa Sunda Indonesia. Simbolisme astronomi yaitu astronot, bulan, dan bintang dimanfaatkan untuk merepresentasikan konflik batin tokoh utama, Bayu, yang merasa gagal memenuhi ekspektasi keluarga dan masyarakat. Melalui film pendek ini penulis yang berperan sebagai sutradara ingin menyampaikan bahwa “Rumah” bukan hanya dimaknai secara fisik, namun sebagai figur yang selalu hadir dan menjadi tempat yang aman bagi seseorang tanpa merasa dihakimi. Kembali ke rumah menjadi salah satu cara menghadapi kompleksitas hidup, dan hidup adalah proses pembelajaran secara terus menerus, dan belajar cara menghargai ritme hidup manusia yang berbeda-beda.

PTI copyright © 2002-2026

  • Cookie settings
  • Privacy policy
  • End User Agreement
  • Send Feedback