Browsing by Author "Maman Suratman (Promotor)"
Now showing 1 - 3 of 3
Results Per Page
Sort Options
- ItemPENGARUH INTEGRASI DIGITAL TECHNOLOGY TERHADAP BUSINESS RESILIENCE DAN IMPLIKASINYA TERHADAP WOMEN’S EMPOWERMENT (Survei pada Wirausaha Perempuan Industri Kecil dan Menengah Industri Makanan Lainnya di Lima Wilayah Jawa Barat)(Program Doktor Ilmu Manajemen, 2026) Tresnasari, Rini; Maman Suratman (Promotor)Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran: 1) technology orientation, 2) entrepreneurial orientation, 3) digital technology self-efficacy, 4) business resilience, 5) financial literacy, dan 6) womens’s empowerment dan menganalisis pengaruh integrasi technology orientation dan entrepreneurial orientation yang dimediasi oleh digital technology self-efficacy terhadap business resilience, serta implikasinya terhadap women’s empowerment dengan financial literacy sebagai variabel moderasi. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif eksplanatori dengan analisis model struktural menggunakan teknik Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner elektronik (Google Form). Populasi penelitian terdiri atas 2.978 wirausaha perempuan pemilik unit usaha Industri Kecil dan Menengah (IKM) Industri Makanan Lainnya, dengan jumlah sampel sebanyak 412 responden yang dipilih menggunakan teknik proportionate allocation dan tersebar di Kota Tasikmalaya, Kota Sukabumi, Kabupaten Garut, Kota Bogor, dan Kota Bandung, Jawa Barat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh variabel penelitian berada dalam kategori sedang dan menegaskan bahwa peningkatan business resilience tidak cukup hanya mengandalkan technology orientation, tetapi perlu diintegrasikan dengan entrepreneurial orientation melalui peran mediasi digital technology self-efficacy. Business resilience yang semakin kuat selanjutnya berkontribusi positif terhadap women’s empowerment, dengan pengaruh yang semakin kuat pada tingkat financial literacy yang lebih tinggi. Temuan ini mengimplikasikan bahwa penguatan business resilience wirausaha perempuan memerlukan peningkatan sumber daya dan strategi berbasis technology orientation yang terintegrasi dengan entrepreneurial orientation melalui digital technology self-efficacy sebagai kapabilitas kunci dalam pemanfaatan teknologi digital secara strategis. Secara praktis, hasil penelitian menegaskan pentingnya program pelatihan yang terintegrasi, ekosistem digital yang mendukung, serta intervensi kolaboratif dan berkelanjutan untuk memperkuat technology orientation, entrepreneurial orientation, digital technology self-efficacy, dan financial literacy dalam rangka meningkatkan business resilience dan women’s empowerment dalam jangka panjang.
- ItemPengaruh Knowledge sharing Terhadap Kinerja Bisnis Dengan Inovasi Sebagai Variabel Mediasi Serta Managerial skill dan Adaptation Skill Sebagai Variabel Moderator Pada Usaha Menengah Bordir Kota Tasikmalaya(Program Doktor Ilmu Manajemen, 2026) Fathonah, Neneng Delis; Maman Suratman (Promotor)Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh knowledge sharing terhadap kinerja bisnis dengan inovasi sebagai variabel mediasi serta managerial skill dan adaptation skill sebagai variabel moderasi pada usaha menengah bordir di Kota Tasikmalaya. Persaingan usaha yang semakin dinamis menuntut pelaku usaha untuk mampu mengelola pengetahuan, menciptakan inovasi, serta meningkatkan kemampuan adaptasi agar mampu mempertahankan daya saing dan meningkatkan kinerja bisnis secara berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan explanatory research. Populasi penelitian berjumlah 662 usaha menengah bordir di Kota Tasikmalaya. Teknik pengambilan sampel menggunakan probability sampling. Jumlah sampel ditentukan menggunakan rumus Slovin dengan tingkat kesalahan 7%, sehingga diperoleh sebanyak 156 responden. Analisis data dilakukan menggunakan Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) untuk menguji hubungan kausal antarvariabel penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa knowledge sharing berpengaruh positif terhadap kinerja bisnis usaha menengah bordir di Kota Tasikmalaya. Praktik berbagi pengetahuan yang aktif mampu meningkatkan kualitas produk, produktivitas usaha, dan kepuasan pelanggan. Inovasi terbukti memediasi hubungan antara knowledge sharing dan kinerja bisnis, di mana pertukaran pengetahuan mendorong terciptanya inovasi produk maupun proses yang berdampak pada peningkatan daya saing usaha. Penelitian ini juga menemukan bahwa managerial skill tidak mampu memoderasi hubungan antara knowledge sharing dan inovasi karena kemampuan manajerial pelaku usaha belum sepenuhnya mendukung pengelolaan inovasi secara strategis. Sebaliknya, adaptation skill terbukti mampu memoderasi hubungan antara inovasi dan kinerja bisnis. Pelaku usaha yang memiliki kemampuan adaptasi tinggi lebih mampu menyesuaikan produk dan strategi usaha dengan kebutuhan pasar sehingga inovasi yang dilakukan memberikan dampak lebih besar terhadap peningkatan kinerja bisnis. Penelitian ini memberikan implikasi teoritis bagi pengembangan kajian knowledge sharing, inovasi, dan kinerja bisnis pada usaha menengah, serta implikasi praktis bagi pelaku usaha bordir dalam meningkatkan budaya berbagi pengetahuan, pengembangan inovasi, dan kemampuan adaptasi guna memperkuat daya saing bisnis.
- ItemPENGARUH LANGIT-LANGIT KACA, PERBEDAAN GENDER TERHADAP KEPEMIMPINAN PADA PEREMPUAN, PERAN GANDA WORK FAMILY CONFLICT SEBAGAI VARIABEL MEDIASI DAN DUKUNGAN ORGANISASI YANG DIRASAKAN SEBAGAI VARIABEL MODERASI DI INDUSTRI GARMEN YOGYAKARTA(Program Doktor Ilmu Manajemen, 2026) Haryanti; Maman Suratman (Promotor)Perempuan pelaku usaha mikro sektor makanan berperan penting dalam mendukung pemulihan ekonomi pasca pandemi, namun menghadapi tantangan berupa keterbatasan manajerial dan konflik peran ganda antara keluarga dan pekerjaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pelatihan kewirausahaan, mindset kewirausahaan, dan work-family conflict terhadap kinerja bisnis dengan managerial skills sebagai variabel mediasi. Penelitian ini melibatkan populasi sebanyak 429 usaha mikro perempuan yang tersebar di Kota Yogyakarta (118), Kabupaten Sleman (150), Kabupaten Gunung Kidul (35), Kabupaten Bantul (100), dan Kabupaten Kulon Progo (26). Pemilihan sampel dilakukan secara purposive sampling dengan kriteria: (1) perempuan yang memiliki dan mengelola usaha mikro di sektor industri makanan, (2) usaha telah beroperasi minimal lima tahun, (3) terdaftar sebagai peserta program SiBakul Jogja, dan (4) masih aktif menjalankan usaha pada saat penelitian dilakukan. Berdasarkan tabel Krejcie dan Morgan, diperoleh 205 responden sebagai sampel penelitian. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif dan verifikatif melalui metode Structural Equation Modelling-Partial Least Square (SEM-PLS), dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling terhadap 205 pelaku usaha mikro perempuan di sektor makanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan kewirausahaan, work–family conflict, dan mindset kewirausahaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja bisnis. Selain itu, managerial skills terbukti berpengaruh positif dan signifikan serta berperan sebagai variabel mediasi dalam hubungan antara pelatihan kewirausahaan, work–family conflict, dan mindset kewirausahaan terhadap kinerja bisnis. Kesimpulannya, peningkatan managerial skills memperkuat pengaruh pelatihan dan mindset terhadap kinerja usaha, sekaligus mengurangi dampak negatif work family conflict. Disarankan agar pelatihan kewirausahaan berorientasi pada pengembangan mindset, keseimbangan peran keluarga, serta managerial skillsberbasis pengalaman dan konteks gender.