Browsing by Author "Hero Gunawan (Pembimbing)"
Now showing 1 - 5 of 5
Results Per Page
Sort Options
- ItemALIH KODE DALAM DRAMA "LAYANGAN PUTUS'": KAJIAN SOSIOLINGUISTIK(Program Studi S1 Bahasa Inggris, 2025) Salsabila, Nazwa Putri; Hero Gunawan (Pembimbing)Penelitian ini berjudul “Alih Kode Dalam Drama “Layangan Putus” : Kajian Sosiolinguistik”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk 1) mengidentifikasi jenis alih kode apa saja yang digunakan oleh tokoh-tokoh dalam drama Layangan Putus, 2) mendeskripsikan faktor apa saja yang menyebabkan terjadinya alih kode dalam dialog drama Layangan Putus. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan sumber data berupa dialog yang ada pada drama Web TV berjudul Layangan Putus dan landasan teoretis utama yang digunakan untuk menganalisis penelitian ini menggunakan teori dari Hoffman (1991). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 39 data alih kode yang teridentifikasi, dengan simpulan sebagai berikut: 1) Intersentential code switching sebanyak 22 data, 2) establishing continuity sebanyak 9 data, 3) Emblematic code switching sebanyak 8 data. Ditemukan juga faktor penyebab alih kode yaitu faktor being emphatic about something 19 data, faktor intention of clarifying the speech content for interlocutor 15 data, faktor interjection 3 data, faktor talking about particular topic 1 data dan faktor repetition used for clarification 1 data.
- ItemFLOUTING MAXIM PADA KONTEN TIKTOK IMAGINE SERIES KARYA CREATOR KRIS HC @KALLMEKRIS: KAJIAN PRAGMATIK(Program Studi S1 Bahasa Inggris, 2022) Salsabila, Nonny Anyelir; Hero Gunawan (Pembimbing)Penelitian ini berjudul“Flouting Maxim Pada Konten Tiktok Imagine Series Karya Creator Kris Hc @kallmekris: Kajian Pragmatik”. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengidentifikasi jenis flouting maxim dan menganalisis faktor penyebab terjadinya flouting maxim pada data penelitian. Selain itu, metode penelitian yang digunakan untuk penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif, sedangkan untuk sumber data yang digunakan berasal dari playlist Imagine Series Kris HC. Teori yang digunakan sebagai dasar untuk menganalisis penelitian ini adalah teori cooperative principle dari Grice. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 30 data penelitian teridentifikasi jenis flouting maxim yang ditemukan adalah jenis flouting maxim of quantity14 (46,7%), manner 8 (26,7%), quality 4 (13,3%), relation 4 (13,3%) dan faktor penyebab flouting maxim berdasarkan fungsiillocutionary function.of politeness yaitu diperoleh faktor collaborative 11 (36,7%), competitive 11 (36,7), conflictive 5 (16,6%), dan convivial 3 (10%).
- ItemIMPLIKATUR PERCAKAPAN PADA NOVEL “VAMPIRE ACADEMY” KARYA RICHELLE MEAD: KAJIAN PRAGMATIK(Program Studi S1 Bahasa Inggris, 2022) Firdaus, Fanny; Hero Gunawan (Pembimbing)Skripsi ini berjudul “Implikatur percakapan pada novel Vampire Academy karya Richelle Mead: Kajian Pragmatik”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi 1) jenis implikatur percakapan yang terdapat pada novel dan 2) flouting maxim yang ditemukan dalam percakapan pada novel “Vampire Academy” karya Richelle Mead. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian ini dilakukan dengan cara mengumpulkan dan mengklasifikasi data berdasarkan jenis implikatur percakapan dan flouting maxim, menganalisis data, kemudian menarik kesimpulan dari data tersebut menggunakan landasan teori dari Grice (1975). Sumber data diambil dari percakapan pada novel. Berdasarkan 30 data yang telah dianalisis, berikut adalah hasil penelitian: pertama, terdapat dua jenis implikatur percakapan, yakni implikatur percakapan umum dan implikatur percakapan khusus. Implikatur percakapan umum adalah yang dominan sebanyak 20 data (67%); sedangkan, implikatur percakapan khusus sebanyak 10 data (33%). Kedua, flouting maxim of manner adalah maxim yang paling dominan muncul dalam novel sebanyak 9 data (30%), flouting maxim of relevance 8 data (26.7%), flouting maxim of quantity 7 data (23.3%), dan flouting maxim of quality 6 data (20%).
- ItemMAJAS METAFORA DALAM LIRIK LAGU DI ALBUM WHO CARES REX ORANGE COUNTY : KAJIAN SEMANTIS(Program Studi S1 Bahasa Inggris, 2024) Nurcahyo, Rizky; Hero Gunawan (Pembimbing)Metafora merupakan bagian dari bahasa kiasan yang membandingkan satu hal dengan hal lain. Metafora memudahkan pembicara atau penulis dalam menjelaskan dua hal yang berbeda. Metafora dapat ditemukan tidak hanya dalam puisi, tetapi juga dalam lagu. Judul penelitian ini adalah : "MAJAS METAFORA DALAM LIRIK LAGU DI ALBUM WHO CARES REX ORANGE COUNTY : KAJIAN SEMANTIS". Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis majas metafora dan menganalisis makna metafora dalam lirik lagu sesuai konteks. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Dalam pengumpulan data, penulis menggunakan teori Lakoff dan Johnson (1980) tentang teori konseptual metafora untuk mengidentifikasi jenisjenis metafora. Kemudian penulis menganalisis makna lirik lagu sesuai dengan konteks. Hasil penelitian dengan jumlah data sebanyak 34 data, menunjukkan bahwa terdapat 20 data (58.82%) mengandung metafora ontologis, 9 data (26.47%) mengandung metafora orientational dan 5 data (14.71%) mengandung metafora struktural. Makna yang terkandung dalam lagu Rex Orange County di album WHO CARES terdiri dari makna konotatif sebanyak 23 data (67.65%), makna reflektif sebanyak 6 data (17.65%), makna sosial sebanyak 5 data (11.76%) dan makna afektif sebanyak 1 data (2.94%). Jenis metafora yang dominan adalah metafora ontologis, dan makna yang dominan muncul adalah makna konotatif.
- ItemPenggunaan Discourse Markers Dalam Wawancara Prabowo Subianto Pada Acara Talk To Aljazeera (Mei 2024): Kajian Analisis Wacana(Program Studi S1 Bahasa Inggris, 2025) Ramadhan, Rizkia Syifa Nur; Hero Gunawan (Pembimbing)Skripsi ini berjudul “Penggunaan Discourse Markers Dalam Wawancara Prabowo Subianto Pada Acara Talk To Aljazeera (Mei 2024): Kajian Analisis Wacana”. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengklasifikasikan jenis-jenis dan menganalisis fungsi Discourse Markers (DMs) yang digunakan dalam wawancara tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Data penelitian diperoleh dari ujaran dalam transkrip wawancara Prabowo Subianto di acara Talk To Aljazeera Mei 2024. Landasan teori yang digunakan adalah teori Fraser Bruce (1988, 1999) untuk aspek jenis DMs dan Schiffrin (1987) untuk aspek fungsi DMs. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, dari jumlah data yang dianalisis sebanyak 30 data, jenis dan fungsi DMs digunakan secara efektif untuk menghubungkan berbagai ide dan argumen, mengelola aliran informasi, serta menjelaskan sebab-akibat. Dari empat jenis DMs ditemukan, Parallel Discourse Markers sebanyak (12 data/40%), Inferential Discourse Markers (9 data/30%), Contrastive Discourse Markers (6 data/20%), dan Elaborative Discourse Markers (3 data/10%). Serta dari enam fungsi DMs teridentifikasi bahwa, Marker of Connectives adalah yang mendominasi dengan (26 pemarkah/35,6%), lalu Marker of Information Participation (17 pemarkah/23,28%), diikuti oleh Marker of Cause and Effect (13 pemarkah/17,8%), Marker of Response (7 pemarkah/9,58%), Marker of Information Management (5 pemarkah/6,84%), dan Marker of Temporal Adverb (5 pemarkah/6,84%).