Browsing by Author "Hendar (Pembimbing)"
Now showing 1 - 4 of 4
Results Per Page
Sort Options
- ItemCOMPOUNDING DALAM ISTILAH-ISTILAH BROADCASTING DI MAJALAH ASIA IMAGE TAHUN 2010: KAJIAN MORFOLOGIS(Program Studi S1 Bahasa Inggris, 2017) Suwarna, Pendra Yogas; Hendar (Pembimbing)Judul skripsi ini adalah “Compounding dalam istilah-istilah broadcasting di Majalah Asia Image Tahun 2010: Satu Kajian Morfologis”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi tipe compounding yang digunakan dan menganalisis kelas kata dari compounding pada istilah broadcasting. Sumber data diambil dari majalah Asia Image edisi September hingga Oktober tahun 2010. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif analisis, dengan langkah-langkah berikut dalam mendapatkan data yang dibutuhkan dalam penelitian yaitu menyimpulkan, memilah, mencatat, menganalisis dan menyimpulkan data. Kerangka teoti yang digunakan adalah teori morfologi yang dikemukakan oleh Nigel Fabb. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa endocentric compound mempunyai 29 data dengan 4 adjektiva, 22 kata benda, dan 3 kata kerja. Exocentric compound mempunyai 1 data dengan 1 kata benda. Co-ordinate compound tidak ditemukan.
- ItemPENGGUNAAN MAJAS DISFEMISME PADA LIRIK LAGU DISS TRACK KENDRICK LAMAR VERSUS DRAKE: KAJIAN SEMANTIK(Program Studi S1 Bahasa Inggris, 2024) Oktaviani, Vina Viona; Hendar (Pembimbing)Penelitian yang berjudul “Penggunaan Majas Disfemisme pada lirik lagu diss track Kendrick Lamar versus Drake: Kajian Semantik" bertujuan untuk (1) menemukan tipe majas disfemisme, dan (2) menentukan jenis makna yang terdapat pada lirik lagu Diss track Kendrick Lamar versus Drake. Teori yang digunakan untuk menganalisis tipe majas disfemisme diambil dari Allan dan Burridge (2012), sedangkan untuk jenis makna dianalisis berdasarkan teori makna dari Downing (2006). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan yang diamati dengan menekankan pengamatan mendalam dan memberikan gambaran rinci terkait analisis data dan makna (Meleong, 2007). Adapun langkah-langkah penelitian yang dilakukan adalah sebagai berikut: menentukan topik, merumusan masalah, menentukan metode penelitian, mengumpulkan, mengklasifikasi, dan menganalisis data berdasarkan tipe majas disfemisme dan jenis makna, serta membuat simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) dari 38 data yang dianalisis, ditemukan 7 tipe majas disfemisme dalam lirik lagu diss track Kendrick lamar versus drake yang terdiri atas 11 (28%) data kata tabu, 7 (19%) data sumpah serapah, 8 (21%) data, perbandingan, julukan 3 (8%) data, abnormal mental 3 (8%) data, rasis 2 (6%) data, serta penghinaan 4 (10%) data, sedangkan jenis makna (2) yang ditemukan pada lirik lagu diss track Kendrick lamar versus drake terdiri atas makna leksikal sebanyak 3 data (7,89%), makna kontekstual sebanyak 29 data (76.32%), dan idiomatis sebanyak 6 data (15.79%). Dari penelitian di atas terlihat bahwa tipe majas disfemisme yang mendominasi adalah kata tabu 11 data (28%), sedangkan jenis makna yang mendominasi adalah makna kontekstual 29 data (76.32%)
- ItemPROSES MORFOLOGIS PADA ISTILAH GAMING MOBILE LEGENDS: KAJIAN MORFOSEMANTIS(Program Studi S1 Bahasa Inggris, 2025) Sitanggang, Theresia Silvana; Hendar (Pembimbing)Mobile Legends adalah salah satu permainan Multiplayer Online Battle Arena (MOBA) yang paling populer, khususnya di Indonesia, yang dikembangkan dan dirilis oleh Shanghai Moonton pada tahun 2016. Dalam permainan ini, terdapat berbagai istilah yang telah mengalami proses morfologis, termasuk pula istilahistilah baru yang bersifat khusus dan hanya digunakan dalam konteks tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi (1) proses morfologi yang terjadi pada istilah-istilah dalam game Mobile Legends dan (2) jenis makna yang terkandung dalam istilah tersebut. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data diperoleh dari banyaknya istilah yang ditemukan dan lazim digunakan dalam game Mobile Legends, terutama yang muncul dalam fitur online chat. Teori utama yang digunakan dalam analisis morfologi merujuk pada The Study of Language karya George Yule (2022), sedangkan analisis semantik mengacu pada buku Semantics karya John Lyons (1977). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 35 data proses morfologis yang ditemukan dalam Mobile Legends diperoleh sebanyak 7 data (20%) acronym, 7 data (20%) clipping, 1 data (3%) blending, 6 data (17%) compounding, 8 data (23%) affixation, 4 data (11%) conversion, dan 2 data (6%) borrowing. Selain melalui proses morfologi, dari 35 data tersebut diperoleh 1 data (3%) makna leksikal, 5 data (14%) makna gramatikal dan sebanyak 29 data (83%) makna kontekstual. Kesimpulannya, istilah-istilah dalam Mobile Legends sebagian besar terbentuk melalui proses afiksasi, khususnya infleksi dan dari 35 data tersebut didominasi oleh makna kontekstual.
- ItemSWEAR WORDS DALAM FILM FURY 2014: KAJIAN SOSIOLINGUISTIK(Program Studi S1 Bahasa Inggris, 2024) Amelia, Vivian; Hendar (Pembimbing)Penelitian yang berjudul "Swear Words Dalam Film Fury 2014: Kajian Sosiolinguistik" ini bertujuan untuk (1) menganalisis jenis-jenis kata makian dan (2) menemukan faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya kata makian. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori Anderson dan Trudgill (1992) tentang jenis kata makian dan teori Anderson dan Magnus L. Jung (2011) tentang faktor penyebab kata makian. Data penelitian ini diambil dari film Fury 2014, dan metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif deskriptif. Langkah-langkah penelitian ini adalah sebagai berikut menentukan topik penelitian, mengumpulkan data yang dibutuhkan, mengklasifikasikan dan menganalisis data yang diperoleh, dan menarik kesimpulan. Jumlah keseluruhan data yang diambil dari film tersebut adalah 30 data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) dari 30 data yang diperoleh dari film tersebut, ditemukan bahwa dari 4 jenis kata makian, terdapat 4 jenis kata makian yang muncul terdiri dari 16 data expletive swearing, 12 data abusive swearing, 1 data humorous swearing, dan 1 data auxiliary swearing. Sementara itu, (2) faktor penyebab kemunculan kata makian yang ditemukan adalah sebagai berikut: faktor psikologi 19 data, faktor sosial 11 data, dan tidak ditemukan faktor linguistik pada film ”Fury 2014”. Dari data yang telah dipaparkan di atas, terlihat bahwa sebagian besar karakter film “Fury 2014” lebih banyak menggunakan expletive swearing yang sebagian besar disebabkan oleh faktor psikologis.