Browsing by Author "Deshinta"
Now showing 1 - 1 of 1
Results Per Page
Sort Options
- ItemUSULAN PERBAIKAN REJECT KEMASAN VAKSIN HEPATITIS B REKOMBINAN DIBAGIAN PENGEMASAN PT BIOFARMA MENGGUNAKAN METODE SIX SIGMA(Program Studi S1 Teknik Industri, 2023) Deshinta; Arief Rahmana (Pembimbing)PT Biofarma merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dalam bidang industri farmasi, salah satu produknya adalah vaksin Hepatitis B rekombinan yang merupakanvaksin untuk pencegahan terhadap penyakit peradangan pada organ hati akibat infeksi virus Hepatitis B. Pada proses pengemasannya jumlah reject kemasan melebihi batas reject yang telah ditentukan oleh perusahaan. Hal ini menyebabkan bertambahnya biaya dan waktu proses produksi serta berkurangnya kualitas vaksin yang akan diterima oleh pasien. Tujuan dari penelitian ini untuk menentukan jenis reject kemasan terbesar, menganalisis faktor-faktor penyebab reject kemasan terbesar dan memberikan usulan perbaikan kepada perusahaan untuk menurunkan jumlah reject. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Six Sigma yang merupakan pendekatan menyeluruh dan berfokus pada peningkatan kualitas dengan tahapan DMAIC. Tahapan DMAIC ini merupakan prosedur pemecahan masalah dan perbaikan berkelanjutan yang mampu menemukan akar penyebab masalah dan memberikan solusi jangka panjang. Kemudian hasil penelitian menunjukan bahwa penyumbang reject kemasan terbesar adalah No. Batch kosong dan potongan pouch tidak seimbang dengan presentase 45% dan 38% dari total keseluruhan reject. Rata-rata DPMO pada bulan Desember 2022 yaitu 52.716 dan memiliki rata-rata nilai sigma sebesar 3,13 dari analisis diagram fishbone didapatkan penyebab timbulnya reject kemasan No. Batch kosong dan potongan pouch tidak seimbang, yaitu faktor manusia yaitu SDM yang kurang terampil dan tidak fokus, faktor material yaitu tinta tidak keluar dan material pouch kusut, faktor mesin yaitu sensor yang error, pressing tidak sempurna dan mata pisau tumpul, faktor methode yaitu perawatan tidak berkala. Usulan perbaikan yang dapat diberikan kepada perusahaan, antara lain rekualifikasi yang dilakukan setiap 6 bulan sekali dengan pengerjaan 3 batch produk, membuat jadwal personil infeed agar personil tidak mengalami lelah berlebih, melakukan komplain terhadap vendor terkait agar memperbaiki kualitas material kemasan, ,membuat formcheck pemeriksaan sensor, mesin pressing dan mata pisau setiap jam pengerjaan untuk memastikan elemen mesin tersebut dalam kondisi baik.