Browsing by Author "Dendi Darmawan"
Now showing 1 - 1 of 1
Results Per Page
Sort Options
- ItemPERENCANAAN GEOMETRI JALAN KERETA API CIWIDEY - PANGALENGAN(Program Studi Teknik Sipil, Universitas Widyatama, 2025) Dendi Darmawan; Raden Herdian Bayu Ash-Shidiq (Pembimbing)Kereta api merupakan salah satu moda transportasi darat yang memiliki peranan penting di Indonesia. Sebagai sarana transportasi massal, kereta api menjadi pilihan favorit masyarakat karena efisiensinya. Berdasarkan kajian Kementerian Perhubungan (2020), proyeksi hingga tahun 2030 menunjukkan peningkatan signifikan dalam pergerakan orang dan barang menggunakan kereta api, yang didasarkan pada pertumbuhan jumlah penduduk serta analisis angkutan barang oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. Kawasan Ciwidey dan Pangalengan dikenal sebagai destinasi wisata populer yang memiliki keindahan alam dan beragam objek wisata. Sejalan dengan rencana pemerintah untuk mereaktivasi jalur kereta api tidak aktif di wilayah Dayeuhkolot, Soreang, dan Ciwidey sebagaimana tercantum dalam Rencana Induk Perkeretaapian Nasional (RIPNAS) 2030, penelitian ini diusulkan sebagai langkah awal untuk merencanakan trase tambahan menuju Pangalengan. Tujuan dari penelitian ini adalah merencanakan geometri trase jalan kereta api baru Ciwidey–Pangalengan berdasarkan Peraturan Teknis tentang Perencanaan Jalan Kereta Api, melalui metode studi literatur, analisis topografi, dan simulasi desain geometri menggunakan perangkat lunak perencanaan. Hasil perencanaan menunjukkan bahwa trase alternatif yang dipilih memiliki panjang 12,213 km dengan kecepatan rencana desain sebesar 112,5 km/jam, kecepatan maksimum 90 km/jam, dan kecepatan operasi berkisar antara 40–90 km/jam. Jalur ini dirancang sebagai jalan rel kelas I, menggunakan rel tipe R.54, bantalan beton N-67, dan penambat DE-clip. Desain geometri mencakup 12 titik lengkung horizontal dan 21 titik lengkung vertikal, dengan kebutuhan lahan seluas 69,00 hektare. Volume pekerjaan tanah terdiri dari galian sebesar 3.353.551,83 m³ dan timbunan sebesar 4.959.048,54 m³. Penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan aksesibilitas dan konektivitas menuju kawasan wisata dan pertanian, serta menjadi dasar dalam pengembangan jalur kereta api baru yang aman, efisien, dan sesuai dengan standar teknis yang berlaku.