Repository logo
  • English
  • Català
  • Čeština
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Gàidhlig
  • Latviešu
  • Magyar
  • Nederlands
  • Polski
  • Português
  • Português do Brasil
  • Suomi
  • Svenska
  • Türkçe
  • Қазақ
  • বাংলা
  • हिंदी
  • Ελληνικά
  • Yкраї́нська
  • Log In
    New user? Click here to register.Have you forgotten your password?
Repository logo
  • Communities & Collections
  • All of DSpace
  • English
  • Català
  • Čeština
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Gàidhlig
  • Latviešu
  • Magyar
  • Nederlands
  • Polski
  • Português
  • Português do Brasil
  • Suomi
  • Svenska
  • Türkçe
  • Қазақ
  • বাংলা
  • हिंदी
  • Ελληνικά
  • Yкраї́нська
  • Log In
    New user? Click here to register.Have you forgotten your password?
  1. Home
  2. Browse by Author

Browsing by Author "Asep Anwar (Pembimbing)"

Now showing 1 - 3 of 3
Results Per Page
Sort Options
  • Loading...
    Thumbnail Image
    Item
    ANALISIS PEMELIHARAAN MESIN CNC MENGGUNAKAN METODE RCM UNTUK MENURUNKAN DOWNTIME DAN MENINGKATKAN KUALITAS PRODUKSI
    (Program Studi S1 Teknik Industri, 2025) Berliana, Claudia Sintya; Asep Anwar (Pembimbing)
    Keandalan mesin produksi merupakan faktor kunci dalam menjaga kelancaran operasional dan kualitas produk di industri manufaktur. Penelitian ini dilakukan di PT. XYZ, perusahaan manufaktur komponen kedirgantaraan, yang mengalami downtime signifikan pada mesin CNC selama periode Juli 2023 hingga Juli 2024. Total waktu breakdown mencapai 2.886 jam, dengan komponen Electrical Parts menyumbang 70% dari total downtime. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penyebab utama downtime serta menyusun strategi pemeliharaan berbasis analisis reliabilitas. Metode yang digunakan adalah Reliability Centered Maintenance (RCM) yang dikombinasikan dengan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA), Logic Tree Analysis (LTA), serta analisis MTTR, MTBF, dan distribusi Weibull. Hasil FMEA menunjukkan bahwa Electrical Parts merupakan komponen paling kritis dengan nilai RPN tertinggi sebesar 384, sedangkan analisis LTA mengkategorikannya sebagai safety issue. Analisis Weibull menunjukkan bahwa sebagian besar komponen memiliki nilai β < 2, termasuk Electrical Parts (β = 1,46) yang mencerminkan pola wear-out failure. Berdasarkan temuan tersebut, strategi pemeliharaan disusun berdasarkan hasil analisis keandalan dan tingkat risiko dari tiap komponen, dengan penerapan Scheduled Restoration (SR), Scheduled Discard (SD), Condition Directed (CD), Time Base Maintenance (TBM), Failure Finding (FF), dan Time- Directed (TD). Penelitian ini menghasilkan jadwal pemeliharaan tahunan yang mencakup interval inspeksi dan penggantian komponen, disesuaikan dengan tingkat kritikalitas dan karakteristik distribusi kegagalan masing-masing komponen. Diharapkan, penerapan strategi ini dapat menurunkan frekuensi downtime, meningkatkan keandalan mesin CNC, serta mendukung kelancaran dan mutu proses produksi di PT. XYZ.
  • Loading...
    Thumbnail Image
    Item
    ANALISIS SISTEM PERAWATAN MESIN OVEN DENGAN METODE RELIABILITY CENTERED MAINTENANCE DI PT XYZ
    (Program Studi S1 Teknik Industri, 2023) Sudrajat, Bambang; Asep Anwar (Pembimbing)
    PT XYZ merupakan perusahaan yang bergerak di bidang farmasi dengan hasil produk berupa vaksin dan antisera, permasalahan saat ini yang sering dihadapi oleh perusahaan adalah kerusakan mesin. Kerusakan mesin produksi merupakan permasalahan yang terjadi pada departemen FPV yang merupakan salah satu departemen dari divisi produksi farmasi. Pada departemen FPV terdapat 9 mesin yang diperlukan untuk menghasilkan 1 batch produk yaitu mesin washing vial, washing ampul, oven, otoklaf, mixing vessel, filling vial, filling ampul, filling uniject, dan pH meter. Dalam periode bulan Maret 2021 hingga bulan Maret 2022, mesin oven merupakan mesin dengan frekuensi breakdown tertinggi sebesar 21 kali (9600 menit). Berdasarkan permasalahan tersebut, maka dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis kegagalan yang terjadi pada mesin oven dan memberikan usulan perawatan, guna mencegah terjadinya breakdown pada mesin oven. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Reliability Centered Maintenance (RCM). Metode RCM merupakan metode perawatan prediktif dan pencegahan yang efektif guna memastikan mesin dapat beroperasi sesuai dengan fungsi yang diinginkan. Metode RCM memiliki tujuh tahap yakni penentuan sistem dan pengumpulan informasi, pendefinisan batasan sistem, deskripsi sistem dan pembuatan diagram blok fungsi, menentukan fungsi sistem dan kegagalan fungsional, failure mode and effect analysis, logic tree analysis, dan pemilihan tindakan perawatan. Pada hasil penelitian ini teridentifikasi 12 jenis kegagalan yang terjadi pada mesin oven selama periode bulan Maret 2021 sampai dengan bulan Maret 2022. Mode kegagalan yang memiliki nilai RPN tertinggi yaitu bearing aus dengan nilai sebesar 253,28 dan mode kegagalan yang memiliki nilai RPN terendah yaitu karet engine mounting aus dengan nilai sebesar 53,67. Terdapat 6 risiko kritis pada mesin oven dan diberikan usulan tindakan perawatan yang tepat guna mencegah terjadinya kerusakan, tindakan perawatan tersebut terdiri dari 4 conditions directed dan 2 finding failure.
  • Loading...
    Thumbnail Image
    Item
    PENJADWALAN PRODUKSI OBAT GENERIK DENGAN METODE BRANCH AND BOUND UNTUK MEMINIMASI MAKESPAN DI LINE 2 PT XYZ
    (Program Studi S1 Teknik Industri, 2024) Lasmana, Cecep; Asep Anwar (Pembimbing)
    Penjadwalan produksi memegang peranan krusial dalam memenuhi permintaan konsumen karena mencakup seluruh aspek kegiatan dalam proses produksi dari mengatur bahan baku sampai dengan menjadi produk. Penelitian ini berfokus pada optimasi masalah penjadwalan produksi di PT XYZ, sebuah perusahaan farmasi dengan aliran produksi flow shop di Line 2. Sistem penjadwalan produksi yang ada saat ini menggunakan metode First Come First Served (FCFS), yang hanya mengandalkan urutan pesanan masuk. Pendekatan ini sering menyebabkan penumpukan pekerjaan dan keterlambatan produksi, sehingga PT XYZ belum memiliki sistem penjadwalan produksi yang optimal. Sebagai contoh, pada periode Oktober hingga Desember 2023, terjadi keterlambatan produksi di Line 2 selama 151,6 jam. Line 2 bertugas memproduksi 12 jenis obat yang diproses menggunakan 7 mesin. Dengan metode penjadwalan saat ini, nilai makespan mencapai 10.740 menit dan mean flow time sebesar 7.300 menit. Untuk memperbaiki sistem produksi, penelitian ini menerapkan metode penjadwalan produksi dengan pendekatan Branch and Bound. Pendekatan ini bertujuan untuk mengurutkan pekerjaan sedemikian rupa sehingga nilai makespan dan mean flow time dapat diminimalkan. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini meliputi nama mesin, pekerjaan, dan waktu proses pada setiap mesin yang diperoleh dari dokumen perusahaan. Dengan penerapan metode Branch and Bound, urutan pekerjaan yang dihasilkan adalah [12 – 5 – 7 – 2 – 3 – 10 – 8 – 6 – 1 – 11 – 4 – 9]. Hasil ini menunjukkan bahwa nilai makespan berkurang menjadi 10.275 menit dan mean flow time menjadi 6.192,5 menit. Ini menunjukkan penurunan nilai makespan sebesar 4,33% dan mean flow time sebesar 15,17%, yang menandakan adanya optimasi yang signifikan setelah penerapan metode Branch and Bound. Dengan sistem penjadwalan produksi yang lebih baik, perusahaan dapat mengurangi risiko keterlambatan produksi dan meningkatkan kapasitas produksi.

PTI copyright © 2002-2026

  • Cookie settings
  • Privacy policy
  • End User Agreement
  • Send Feedback