Browsing by Author "Anastasya, Fitri"
Now showing 1 - 1 of 1
Results Per Page
Sort Options
- ItemTINDAK TUTUR ILOKUSI EKSPRESIF PADA SERIAL THE SUMMER I TURNED PRETTY SEASON 2: KAJIAN PRAGMATIK(Program Studi S1 Bahasa Inggris, 2024) Anastasya, Fitri; Ida Zuraida (Pembimbing)Skripsi ini berjudul “Tindak Tutur Ilokusi Ekspresif pada serial The Summer I Turned Pretty season 2: Kajian Pragmatik”. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis tindak tutur ilokusi ekspresif dan juga menganalisis konteks situasi. Dalam penelitian ini, digunakan teori jenis tindak tutur ilokusi ekspresif menurut Searle (1976) dan konteks situasi menurut Hymes (1972). Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Penelitian ini dimulai dengan memilih topik penelitian, merumuskan judul penelitian, memilih metode penelitian, mengumpulkan data, mengidentifikasi data, mengklasifikasikan data, menganalisis data, dan yang terakhir membuat simpulan dan saran. Hasil penelitian menunjukkan dari 40 data penelitian yang ditemukan pada serial The Summer I Turned Pretty season 2 terdapat 6 jenis tindak tutur ilokusi ekspresif dengan uraian sebagai berikut, 15 data (37,5%) tindak tutur ilokusi ekspresif mengucapkan terima kasih (thank you), 14 data (35%) tindak tutur ilokusi ekspresif meminta maaf (forgive), 4 data (10%) tindak tutur ilokusi ekspresif mengucapkan selamat datang (welcome), 3 data (7,5%) tindak tutur ilokusi ekspresif belasungkawa (condole), 3 data (7,5%) tindak tutur ilokusi ekspresif menyesal (deplore), dan 1 data (2,5%) tindak tutur ilokusi ekspresif mengucapkan selamat (congratulate). Dilihat dari konteks situasi SPEAKING, ditemukan 16 data (29,09%) tujuan (end), 6 data (10,91%) penggunaan bahasa (act Sequence), 12 data (21,82%) nada dan cara berbicara (key) dan 21 data (38,18%) aturan sosial budaya (norm). Penelitian ini menyimpulkan bahwa tindak tutur ilokusi ekspresif dalam serial The summer I Turned Pretty season 2 didominasi oleh jenis tindak tutur ilokusi ekspresif mengucapkan terima kasih (thank you) dan meminta maaf (forgive). Sedangkan, konteks situasi yang paling dominan adalah aturan sosial-budaya (norm).