Repository logo
  • English
  • Català
  • Čeština
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Gàidhlig
  • Latviešu
  • Magyar
  • Nederlands
  • Polski
  • Português
  • Português do Brasil
  • Suomi
  • Svenska
  • Türkçe
  • Қазақ
  • বাংলা
  • हिंदी
  • Ελληνικά
  • Yкраї́нська
  • Log In
    Have you forgotten your password?
Repository logo
  • Communities & Collections
  • All of DSpace
  • English
  • Català
  • Čeština
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Gàidhlig
  • Latviešu
  • Magyar
  • Nederlands
  • Polski
  • Português
  • Português do Brasil
  • Suomi
  • Svenska
  • Türkçe
  • Қазақ
  • বাংলা
  • हिंदी
  • Ελληνικά
  • Yкраї́нська
  • Log In
    Have you forgotten your password?
  1. Home
  2. Browse by Author

Browsing by Author "Aan Amalia (Pembimbing)"

Now showing 1 - 5 of 5
Results Per Page
Sort Options
  • Loading...
    Thumbnail Image
    Item
    ANALISIS AIZUCHI DALAM CHANNEL YOUTUBE KIARA CHAN
    (Program Studi Bahasa Jepang S!, Universitas Widyatama, 2024) Nirmala Kirana Aji; Aan Amalia (Pembimbing)
    Bahasa adalah alat untuk komunikasi, dengan bahasa kita bisa mengenal dan saling mengerti satu sama lain. Etika berkomunikasi adalah sesuatu yang harus diperhatikan dalam upaya menyampaikan peran atau tuturan kepada pihak lain dalam percakapan. Aizuchi adalah respons verbal yang umum digunakan dalam komunikasi masyarakat Jepang untuk menunjukkan perhatian atau pemahaman pendengar terhadap pembicara. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan analisis pragmatik. Data dikumpulkan dari video vlog pada channel Youtube Kiara Chan, yang kemudian dianalisis untuk mengidentifikasi berbagai jenis dan fungsi ungkapan aizuchi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat lima jenis ungkapan aizuchi, yaitu unazuki, odoroki, kido airaku, kanshin wo shimesu, dan doui, dengan berbagai fungsi seperti menandakan perhatian, pemahama, persetujuan, penolakan, dan ekspresi emosi. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pemahaman lebih lanjut tentang komunikasi lintas budaya, khususnya dalam konteks budaya Jepang. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis dan fungsi aizuchi yang digunakan dalam percakapan sehari-hari pada channel Youtube Kiara Chan
  • Loading...
    Thumbnail Image
    Item
    ANALISIS MAKNA DAN STRUKTUR ONOMATOPE GISEIGO DAN GIONGO PADA MANGA “VANITAS NO CARTE” VOLUME 1 (Kajian Semantik)
    (Program Studi Bahasa Jepang S1, 2024) Zahra Uthbah; Aan Amalia (Pembimbing)
    Penelitian ini membahas mengenai ‘Analisis Struktur dan Makna Giseigo dan Giongo pada Manga “Vanitas no Carte” Volume 1’ yang bertujuan untuk mendeskripsikan strukturdan makna onomatope bahasa Jepang giseigo dan giongo yang terdapat dalam manga Vanitas no Carte volume 1. Teori yang digunakan adalah Teori Kindaichi tentang onomatope bahasa Jepang, teori Akimoto tentang bentuk onomatope dan klasifikasi makna onomatope bahasa Jepang, serta teori Sutedi tentang mora dan silabel. Data penelitian terdiri dari 25 data giseigo dan 34 data giongo. Metode penelitian yang digunakan adalah metode simak dan catat untuk pengumpulan data, metode padan referensial untuk analisis data, metode formal dan informal untuk penyajian hasil analisis data. Data diklasifikasikan berdasarkan makna terdiri dari 1 data tiruan suara binatang, 19 data tiruan suara manusia, 4 data tiruan bunyi pergerakan/aktifitas manusia (giseigo), 4 data tiruan bunyi benda, 17 data tiruan bunyi pergerakan benda, 13 data tiruan bunyi pergerakan/aktifitas manusia (giongo). Makna yang paling banyak ditemukan yaitu suara tertawa dan bunyi benturan suatu benda. Struktur terbanyak pada keseluruhan onomatope diantaranya, CVQ dengan total 17 data, CVR dengan total 14 data, dan CVCVQ dengan total 12 data. Bentuk onomatope dengan kata dasar (gokon), pemadatan suara (sokuon), dan pemanjangan suara (chouon).
  • Loading...
    Thumbnail Image
    Item
    FAKTOR YANG MEMENGARUHI DEIKSIS PERSONA DALAM DRAMA ALICE IN BORDERLAND SEASON 1 (KAJIAN PRAGMATIK)
    (Program Studi Bahasa Jepang S1, 2025) Wanita Nur Shaffana; Aan Amalia (Pembimbing)
    Penelitian ini memfokuskan mengenai bentuk-bentuk deiksis persona, serta faktor-faktor yang memengaruhi penggunaannya, seperti hubungan, situasi, kekuasaan, jenis kelamin, dan usia. Sumber data penelitian ini merupakan sebuah drama Jepang yang berjudul Alice in Borderland Season 1 yang memiliki 8 episode dan tayang di Netflix. Adapun tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi penggunaan deiksis persona serta makna apa saja yang ada dalam drama Alice in Borderland Season 1. Teori yang dipakai dalam penelitian ini adalah teori Levinson (1983) dan Yule (1996). Metode dan teknik pengumpulan data menggunakan metode simak dan teknik sadap, teknik simak bebas libat cakap (SBLC) dan teknik catat. Metode dan teknik analisis data menggunakan Metode padan dan teknik pragmatis. Adapun metode penyajian analisis data menggunakan metode informal. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat 454 deiksis persona yang ditemukan dari analisis penelitian ini, namun hanya 62 deiksis yang dibahas dalam penelitian ini. Deiksis tersebut diklasikikasikan berdasarkan jenisnya, yaitu persona pertama tunggal, persona pertama jamak, persona kedua tunggal, persona kedua jamak, persona ketiga tunggal, dan persona ketiga jamak. Penelitian ini diharapkan dapat memeberikan kontribusi terhadap pemahaman penggunaan deiksis persona dalam bahasa Jepang, khususnya dalam faktor-faktor yang menjadi pengaruh penggunaan deiksis.
  • Loading...
    Thumbnail Image
    Item
    TINDAK TUTUR ILOKUSI DIREKTIF DALAM ANIME HAIKYUU SEASON 1 EPISODE 1 SAMPAI 5 KARYA HARUICHI FURUDATE 古舘春一の作品『ハイキュー』シーズン1第1話から第5話における指示的発話行為"
    (Program Studi Bahasa Jepang S1, Universitas Widyatama, 2025) Hasna Salsabila; Aan Amalia (Pembimbing)
    Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis dan fungsi tindak tutur ilokusi direktif dalam anime Haikyuu season 1 episode 1 sampai 5 karya Haruichi Furudate. Tindak tutur ilokusi direktif merupakan bentuk ujaran yang bertujuan untuk mengarahkan tindakan mitra tutur, seperti perintah, permintaan, larangan, dan saran. Anime dipilih sebagai objek penelitian karena menyajikan berbagai interaksi verbal yang mencerminkan dinamika komunikasi antar karakter, khususnya dalam konteks kerja tim dan hubungan sosial di lingkungan sekolah Jepang. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan pragmatik. Data dikumpulkan melalui teknik simak bebas libat cakap, yaitu dengan menyimak percakapan tokoh-tokoh dalam anime dan mencatat ujaran yang termasuk dalam kategori direktif. Analisis dilakukan berdasarkan klasifikasi Yule dan konteks situasi tutur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat empat jenis utama tindak tutur ilokusi direktif yang digunakan, yaitu perintah (命令), permintaan (依頼), usulan (提案), dan pertanyaan (質問). Fungsi dari tindak tutur ini tidak hanya bersifat instruksional, tetapi juga mencerminkan relasi sosial antar karakter, strategi kerja sama tim, serta ekspresi emosional seperti motivasi dan konflik. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap kajian pragmatik, serta menjadi referensi dalam pembelajaran bahasa Jepang secara kontekstual melalui media audiovisual.
  • Loading...
    Thumbnail Image
    Item
    UNGKAPAN KEIGO DALAM IMPLEMENTASI OMOTENASHI PADA DRAMA KOOHII TO BANIRA
    (Program Studi Bahasa Jepang S1, Universitas Widyatama, 2025) Rahmania Syahzanan Maqdir; Aan Amalia (Pembimbing)
    Dalam budaya Jepang, penggunaan bahasa sopan atau keigo tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai wujud penghormatan dan kerendahan hati. Hal ini selaras dengan konsep omotenashi, yakni keramahtamahan yang tulus dari hati dan diwujudkan baik melalui tindakan maupun tuturan. Keigo menjadi instrumen linguistik yang penting dalam nilai omotenashi, karena pilihan kata dan tingkat kesopanan dalam bertutur mencerminkan niat penutur untuk menghargai orang lain. Dengan demikian, tuturan yang mengandung keigo dapat dipahami sebagai manifestasi omotenashi dalam bentuk linguistik. Omotenashi umumnya lebih dikenali dalam bentuk tindakan. Namun, dalam penelitian ini penulis mengkaji omotenashi yang dikaitkan dengan keigo. Dalam penelitian ini, objek penelitian diambil dari drama Koohii to Banira. Metode yang digunakan yaitu, metode simak yang dikemukakan oleh Sudaryanto, sementara itu pengumpulan data menggunakan teknik simak bebas libat cakap yang dikemukakan juga oleh Sudaryanto. Berdasarkan analisis, penulis menemukan 18 data, yaitu sonkeigo 7 data dan kenjougo 11 data. Dalam data tersebut, penulis menjabarkan perubahan dari perubahan bentuk keigo tersebut kemudian menganalisis makna dan hubungannya dengan omotenashi. Penelitian ini menunjukkan bahwa keigo tidak hanya mencerminkan struktur kesopanan dalam bahasa Jepang, tetapi juga mengandung nilai keramahtamahan yang menjadi inti dari omotenashi.

PTI copyright © 2002-2026

  • Cookie settings
  • Privacy policy
  • End User Agreement
  • Send Feedback