PENGARUH PENERAPAN METODE HAZARD ANALYSIS CRITICAL CONTROL POINT (HACCP) FALAM MENGURANGI JUMLAH PRODUK CACAT DI PT. TAMA COKELAT INDONESIA

Widyatama Repository

PENGARUH PENERAPAN METODE HAZARD ANALYSIS CRITICAL CONTROL POINT (HACCP) FALAM MENGURANGI JUMLAH PRODUK CACAT DI PT. TAMA COKELAT INDONESIA

Show full item record

Title: PENGARUH PENERAPAN METODE HAZARD ANALYSIS CRITICAL CONTROL POINT (HACCP) FALAM MENGURANGI JUMLAH PRODUK CACAT DI PT. TAMA COKELAT INDONESIA
Author: Handayani, Nurachmi
Abstract: Upaya untuk menghasilkan produk yang sesuai dengan keinginan konsumen dan agar produk perusahaan mampu bersaing di pasar, perusahaan dituntut untuk dapat menghasilkan produk dengan kualitas yang tinggi sesuai dengan keinginan konsumen. Dengan demikian, perusahaan harus memperhatikan pengendalian kualitas secara lebih seksama agar produk yang dihasilkan memiliki kualitas yang di harapkan konsumen. Komitmen akan mutu dari suatu produk akan memberikan dampak yang positif dan ditambah lagi bagi perusahaan untuk memenangkan persaingan, khususnya pada produk-produk pangan. Untuk itu, diperlukan standarisasi sistem manajemen mutu yang diakui secara global. Keamanan pangan saat ini memang menjadi suatu hal yang sangat penting bagi masyarakat karena menjadi tolak ukur apakah makanan yang dikonsumsi tersebut aman atau tidak. Metode Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP) merupakan suatu metode yang menjamin keamanan pangan dengan bukti sertifikasi HACCP dari lembaga pangan yang digunakan oleh PT. Tama Cokelat Indonesia sebagai jaminan keamanan pangannya. Metode HACCP mengidentifikasi titik-titik kritis pada lini proses produksi yang diprediksi akan menyebabkan bahaya pada produk yang akan di konsumsi serta metode ini dapat juga membantu menekan jumlah produk cacat yang dihasilkan. Dari hasil penerapan Metode HACCP, PT. Tama Cokelat Indonesia berhasil mendapatkan sertifikasi HACCP sebagai jaminan kemanan pangan produknya dan juga berhasil menekan jumlah produk cacat dari rata-rata 2,21% sebelum penerapan HACCP menjadi 0,91% setelah penerapan HACCP. Dari hasil implementasi HACCP, titik-titik kritis disebabkan oleh bahaya kontaminasi dan bahaya dari bahan tambahan yang dapat membahayakan kesehatan konsumen. Selain itu, cacat produk yang dihasilkan juga dapat menimbulkan kerugian secara ekonomi walaupun cacat tersebut tidak berpengaruh langsung terhadap kesehatan konsumen.
URI: http://repository.widyatama.ac.id/xmlui/handle/123456789/7618
Date: 2016


Files in this item

Files Size Format View
Cover.pdf 24.09Kb PDF View/Open
Lembar Pengesahan.pdf 105.2Kb PDF View/Open
Abstrak.pdf 28.84Kb PDF View/Open
Kata Pengantar.pdf 32.09Kb PDF View/Open
Daftar Isi.pdf 102.1Kb PDF View/Open
Daftar Tabel.pdf 25.01Kb PDF View/Open
Daftar Gambar.pdf 21.87Kb PDF View/Open
Daftar Lampiran.pdf 29.08Kb PDF View/Open
Bab 1.pdf 62.29Kb PDF View/Open
Bab 2.pdf 120.9Kb PDF View/Open
Bab 3.pdf 149.0Kb PDF View/Open
Bab 4.pdf 161.2Kb PDF View/Open
Bab 5.pdf 38.40Kb PDF View/Open
Daftar Pustaka.pdf 35.22Kb PDF View/Open

This item appears in the following Collection(s)

Show full item record