PENGARUH UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP AUDIT DELAY (Studi Empiris pada Perusahaan Pertambangan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2015)”.

Widyatama Repository

PENGARUH UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP AUDIT DELAY (Studi Empiris pada Perusahaan Pertambangan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2015)”.

Show full item record

Title: PENGARUH UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP AUDIT DELAY (Studi Empiris pada Perusahaan Pertambangan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2015)”.
Author: Dudi, Badruzaman
Abstract: Penelitian ini difokuskan pada Pengaruh Ukuran Perusahaan terhadap Audit Delay (Studi Empiris pada Perusahaan Pertambangan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2015). Penelitian ini bertujuan untuk meneliti kembali 1) Ukuran perusahaan pada perusahaan pertambangan yang terdaftar di BEI pada tahun 2015. 2) Audit delay pada perusahaan pertambangan yang terdaftar di BEI pada tahun 2015. 3) Pengaruh ukuran perusahaan terhadap audit delay pada perusahaan pertambangan yang terdaftar di BEI pada tahun 2015. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada Tahun 2015 yaitu sebanyak 41 perusahaan. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan sampling purposive. Berdasarkan kriteria yang telah ditentukan, maka menghasilkan sampel sebanyak 10 perusahaan pertambangan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah data sekunder. Sedangkan untuk menganalisis data yang diperoleh digunakan Analisis Regresi Linier Sederhana, Analisis Koefisien Korelasi, Koefisien Determinasi, Uji Hipotesis (Uji Signifikansi atau Uji t) dan Uji Kecocokan Model (Uji F). Hasil dari penelitian dan pengolahan data menunjukan bahwa ukuran perusahaan berpengaruh negatif terhadap audit delay pada perusahaan pertambangan yang terdaftar di BEI Tahun 2015. Artinya semakin besar ukuran perusahaan maka audit delay akan semakin cepat. Berarti perusahaan akan tepat waktu dalam penyampaian laporan keuangannya. Dan sebaliknya semakin kecil ukuran perusahaan maka audit delay akan semakin lama.
Description: 1.1 Latar Belakang Penelitian Laporan keuangan adalah suatu alat yang digunakan untuk memberikan informasi keuangan sebuah perusahaan kepada seluruh pengguna laporan keuangan tersebut, baik pihak internal maupun pihak eksternal perusahaan. Suatu perusahaan harus menyajikan laporan keuangan guna menunjukkan gambaran mengenai kondisi dan posisi keuangan mereka, juga untuk menggambarkan kinerja perusahaan dalam periode tertentu. Banyak pihak yang berkepentingan terhadap laporan keuangan suatu perusahaan membuat informasi yang disajikan dalam laporan keuangan tersebut haruslah wajar, dapat dipercaya, dan tidak menyesatkan bagi penggunanya, sehingga kebutuhan dari pihak-pihak yang berkepentingan terhadap laporan keuangan tersebut dapat dipenuhi. Dalam pengungkapan laporan keuangan harus jelas dan dapat menggambarkan urutan waktu atas kejadian-kejadian ekonomi yang berpengaruh terhadap hasil usaha tersebut. Menurut SAK (IAI, 2009) “Laporan keuangan yang berguna bagi pemakai informasi bahwa harus terdapat empat karakteristik kualitatif pokok yaitu dapat dipahami, relevan, keandalan, dan dapat diperbandingkan”. Informasi harus relevan untuk memenuhi kebutuhan pemakai dalam proses pengambilan keputusan. Setiap perusahaan yang telah terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) diwajibkan untuk menyampaikan laporan keuangan yang telah disusun sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan (SAK) dan telah diaudit oleh akuntan publik yang terdaftar di Badan Pengawas Pasar Modal (BAPEPAM). Berdasarkan Keputusan Ketua Badan Pengawas Pasar Modal (BAPEPAM) dan Lembaga Keuangan (LK) Nomor: Kep-134/BL/2006 Peraturan Nomor X.K.6 tentang kewajiban penyampaian laporan tahunan bagi emiten atau perusahaan publik yang menyebutkan laporan tahunan wajib memuat laporan keuangan tahunan yang disusun sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan (SAK) yang ditetapkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) dan peraturan Badan Pengawas Pasar Modal (BAPEPAM) dan Lembaga Keuangan (LK) di bidang akuntansi serta wajib diaudit oleh Akuntan yang terdaftar di BAPEPAM-LK . Menurut GAAS (Generally Accepted Auditing Standard) khususnya standar umum ketiga menyatakan bahwa pelaksanaan dan penyusunan laporannya harus dilakukan dengan cermat dan seksama. Berdasarkan standar pekerjaan lapangan dalam Standar Profesional Akuntan Publik (SPAP) dari Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) mengenai prosedur dalam melakukan penyelesaian pekerjaan lapangan seperti perlu adanya perencanaan atas aktivitas yang dilakukan, pemahaman yang memadai atas struktur pengendalian intern dan pengumpulan bukti-bukti kompeten yang diperoleh melalui inspeksi, pengamatan, pengajuan pertanyaan dan konfirmasi sebagai dasar menyatakan pendapat atas laporan keuangan. Hal ini akan berdampak pada lamanya waktu penyelesaian audit oleh auditor sehingga memungkinkan penundaan publikasi laporan keuangan audit. Salah satu yang menjadi kendala bagi perusahaan dalam mempublikasikan laporan keuangan kepada masyakat dan kepada (BAPEPAM) yaitu ketepatan waktu yang dibutuhkan auditor untuk menyelesaikan laporan auditnya. Auditor memerlukan waktu yang relatif lama guna mencari bukti-bukti atas laporan keuangan yang telah dikeluarkan oleh perusahaan. Sehingga menimbulkan dilema bagi auditor berkaitan dengan profesional, yang harus menyampaikan laporan keuangan auditannya dengan tepat waktu. Hal ini menjadi trigger / pemicu terjadinya audit delay . Audit delay diukur berdasarkan lamanya hari yang dibutuhkan untuk memperoleh laporan keuangan auditor independen atas audit laporan keuangan perusahaan sejak tanggal tutup buku perusahaan, yaitu per 31 Desember sampai tanggal yang tertera pada laporan auditor independen. Audit delay yang melewati batas waktu ketentuan BAPEPAM-LK akan berdampak pada keterlambatan publikasi laporan keuangan dan apabila sampai batas waktu yang telah ditentukan belum juga menyampaikan laporan keuangannya, bursa akan melakukan pemberhentian saham sementara dan perusahaan akan dikenakan sanksi sesuai dengan yang telah ditetapkan . Batas waktu BAPEPAM tentang keterlambatan publikasi laporan keuangan yaitu 90 hari atau bulan ketiga setelah penutupan buku. Hal ini sesuai dengan keputusan BAPEPAM No. 36/PM/2003 tentang kewajiban laporan berkala yang telah diperbarui dengan keputusan BAPEPAM No. 40/BL/2007 yang menyatakan bahwa apabila terjadi perbedaan antara ketentuan yang ditetapkan oleh BAPEPAM-LK dengan otoritas pasar modal di negara lain maka batas waktu penyampaian laporan keuangan berkala dan batas waktu penyampaian laporan keuangan tahunan kepada BAPEPAM-LK dilakukan mengikuti ketentuan di negara lain tersebut. Ketentuan ini berlaku bagi Emiten yang sahamnya terdaftar baik di Indonesia maupun di negara lain. Apabila ada pelanggaran maka akan dikenai sanksi sesuai dengan Undang-Undang yang berlaku. Pentingnya publikasi laporan keuangan auditan sebagai informasi yang sangat bermanfaat bagi para pelaku bisnis di pasar modal, manfaat suatu laporan keuangan akan berkurang apabila laporan tersebut tidak disajikan tepat waktu. Jarak waktu penyelesaian audit laporan keuangan yang ikut mempengaruhi manfaat informasi laporan keuangan auditan yang dipublikasikan serta faktor-faktor yang mempengaruhi audit delay menjadi objek yang signifikan untuk diteliti lebih lanjut. Salah satu faktor yang mempengaruhi audit delay yaitu ukuran perusahaan. ukuran perusahaan adalah besar kecilnya suatu perusahaan yang diukur dari besarnya total kekayaan yang dimiliki oleh suatu perusahaan. Menurut Machfoed (2004:71) menjelaskan bahwa : “Ukuran perusahaan dikategorikan menjadi tiga yaitu perusahaan besar (large firm), perusahaan menengah (medium size), dan perusahaan kecil (small firm)”. Meskipun penelitian telah banyak dilakukan mengenai audit delay pada perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia namun hasil penelitian tersebut beragam, hal ini disebabkan karena perbedaan sifat variabel independen dan variabel dependen yang diteliti, perbedaan periode pengamatan serta perbedaan dalam metodologi statistik yang digunakan. Purnamasari (2013) melakukan penelitian diperusahaan LQ 45 dengan menggunakan sampel sebanyak 23 perusahaan dari tahun 2008 sampai 2011 yang terdaftar di BEI, menghasilkan bahwa ukuran perusahaan bepengaruh negatif terhadap audit delay. Hasil ini menunjukan bahwa perusahaan berskala besar cenderung menghadapi tekanan eksternal yang lebih tinggi untuk segera menyampaikan laporan keuangan, hal tersebut dikarenakan perusahaan besar tersebut dimonitor secara ketat oleh investor, pengawas permodalan, dan pemerintah. Pengaruh ini ditunjukkan dengan semakin besar nilai aktiva perusahaan, maka semakin pendek audit delay. Sedangkan Ristin (2015) melakukan penelitian diperusahaan Manufaktur yang terdaftar di BEI. Dengan sampel sebanyak 87 perusahaan dari tahun 2012 sampai 2014, menghasilkan bahwa ukuran perusahaan berpengaruh positif terhadap audit delay. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa audit delay akan semakin lama apabila ukuran perusahaan yang diaudit semakin besar. Hal ini berkaitan dengan semakin banyaknya jumlah sampel yang harus diambil dan semakin luas prosedur audit yang harus ditempuh. Dan Lestari (2010) melakukan penelitian di perusahaan Consumer Good yang terdaftar di BEI, dengan sampel sebanyak 20 perusahaan dari tahun 2004 sampai 2008, menghasilkan bahwa ukuran perusahaan tidak berpengaruh terhadap audit delay. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa auditor menganggap dalam proses pengauditan berapapun jumlah aset yang dimiliki tiap-tiap perusahaan akan diperiksa dengan cara yang sama, sesuai dengan prosedur dalam standar profesional akuntan publik. Berdasarkan fenomena diatas, maka penelitian ini akan meneliti kembali faktor ukuran perusahaan terhadap audit delay yang belum sepenuhnya menunjukan hasil yang konsisten antara peneliti satu dengan peneliti yang lainnya dengan objek yang berbeda. Pada penelitian ini perusahaan yang dijadikan objek adalah Perusahaan Sektor Pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2015. Perusahaan pertambangan merupakan perusahaan yang memiliki kontribusi cukup besar dalam dunia investasi, perusahaan tambang juga merupakan perusahaan yang cukup banyak dilirik oleh investor, minat investor untuk berinvestasi diperusahaan-perusahaan pertambangan sangatlah tinggi hal ini berarti informasi keuangan perusahaan pertambangan yang tepat waktu dan akurat menjadi semakin penting dan kebutuhan investor terhadap informasi tersebut menjadi semakin meningkat. Selain itu, perusahaan yang memiliki nilai rata-rata tertinggi dalam jumlah hari terlambat menyampaikan laporan keuangannya (audit delay) adalah perusahaan pertambangan yang bisa mencapai 70-98 hari lamanya. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Sutanto (2011) menunjukan bahwa rata-rata audit delay pada perusahaan pertambangan sebesar 79,38 hari. Sedangkan hasil penelitian Jurica (2011) menunjukan bahwa rata-rata audit delay pada perusahaan manufaktur yaitu sebesar 74,09. Hal tersebut menandakan bahwa perusahaan pertambangan memiliki rata-rata audit delay lebih lama dibandingkan dengan perusahaan yang lain. Dan juga setiap tahunnya selalu terdapat perusahaan dalam sektor pertambangan yang terlambat menyampaikan laporan keuangan. Seperti dalam lampiran laporan keuangan perusahaan pertambangan tahun buku 2015 dan lampiran Bursa Efek Indonesia, bahwa masih banyak perusahaan pertambangan yang menyampaikan laporan keuangan audit melebihi ketentuan BAPEPAM-LK yaitu 90 hari. Adapun tahun 2015 dipilih sebagai tahun penelitian karena merupakan tahun terbaru selama periode penelitian. Berikut perusahaan yang menyampaikan laporan keuangan audit melebihi ketentuan BAPEPAM-LK yaitu 90 hari. Tabel 1.1 Perusahaan yang Menyampaikan Laporan Keuangan Audit Melebihi waktu 90 Hari Tahun Buku 2015 No Kode Saham Nama Perusahaan Audit Delay 1. PKPK Perdana Karya Perkasa Tbk 111 Hari 2. CKRA Cakra Mineral Tbk 105 Hari 3. ARTI Ratu Prabu Energi Tbk 148 Hari 4. PSAB J Resources Asia Pasifik Tbk 104 Hari 5. BIPI Benakat Integra Tbk 173 Hari 6. BUMI Bumi Resources Tbk 274 Hari Sumber: Annual Report Perusahaan (Data diolah) Berdasarkan uraian tersebut, maka penulis tertarik untuk memilih audit delay dan faktor yang mempengaruhinya sebagai objek penelitian, sehingga penulis memilih judul “Pengaruh Ukuran Perusahaan Terhadap Audit delay (Studi empiris pada Perusahaan Pertambangan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2015)”. 1.2 Identifikasi Masalah dan Rumusan Masalah 1.2.1 Identifikasi Masalah Berdasarkan latar belakang penelitian di atas dapat diidentifikasi masalah sebagai berikut: 1. Audit delay yang melewati batas waktu 90 hari menyebabkan keterlambatan publikasi laporan keuangan. 2. Masih belum konsistennya hasil penelitian sebelumnya mengenai ukuran perusahaan terhadap audit delay. 3. Sektor pertambangan mengalami audit delay yang lebih lama dibanding dari sektor lain. 1.2.2 Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang penelitian yang telah dipaparkan di atas, maka rumusan masalah sebagai berikut: 1. Bagaimana ukuran perusahaan pada perusahaan pertambangan yang terdaftar di BEI pada tahun 2015? 2. Bagaimana audit delay pada perusahaan pertambangan yang terdaftar di BEI pada tahun 2015? 3. Bagaimana pengaruh ukuran perusahaan terhadap audit delay pada perusahaan pertambangan yang terdaftar di BEI pada tahun 2015? 1.3 Tujuan Penelitian Berdasarkan rumusan masalah di atas, tujuan penelitian sebagai berikut: 1. Untuk mengetahui ukuran perusahaan pada perusahaan pertambangan yang terdaftar di BEI pada tahun 2015. 2. Untuk mengetahui audit delay pada perusahaan pertambangan yang terdaftar di BEI pada tahun 2015. 3. Untuk mengetahui pengaruh ukuran perusahaan terhadap audit delay pada perusahaan pertambangan yang terdaftar di BEI pada tahun 2015. 1.4 Manfaat Penelitian Dari hasil penelitian yang dilakukan, diharapkan dapat memberikan manfaat bagi berbagai pihak, antara lain: 1.4.1 Manfaat Teoritis Hasil penelitian ini diharapkan bisa memberikan kontribusi dalam pengembangan ilmu akuntansi khususnya dalam bidang audit. Dengan menjelaskan pengaruh ukuran perusahaan terhadap audit delay. 1.4.2 Manfaat Praktis Dari judul diatas, maka manfaat praktisnya adalah : 1. Bagi Perusahaan Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi berupa masukan dan evaluasi kepada perusahaan mengenai faktor-faktor yang menghambat penyampaian laporan keuangan. 2. Bagi Auditor Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan oleh auditor dalam melaksanakan auditnya agar dapat menyelesaikan laporan auditnya tepat waktu sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan oleh BAPEPAM. 3. Pemakai Laporan Keuangan yang telah di Audit Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi atau bahan pertimbangan dalam menganalisis laporan keuangan untuk pengambilan keputusan bagi investor, kreditor maupun manajemen. 4. Bagi Penulis Penelitian ini dapat menambah wawasan dari teori yang diterima dengan kenyataan yang terjadi di lapangan sehingga memperoleh gambaran yang dapat dipercaya tentang audit delay.
URI: http://repository.widyatama.ac.id/xmlui/handle/123456789/9853
Date: 2018-12-03


Files in this item

Files Size Format View
JURNAL 5.docx 118.0Kb Unknown View/Open

This item appears in the following Collection(s)

Show full item record