Show simple item record

dc.contributor.authorIstiqomah, Iis
dc.date.accessioned2016-09-27T07:56:26Z
dc.date.accessioned2020-01-15T04:25:19Z
dc.date.available2016-09-27T07:56:26Z
dc.date.available2020-01-15T04:25:19Z
dc.date.issued2007
dc.identifier.urihttp://repository.widyatama.ac.id/xmlui/handle/123456789/7342
dc.description.abstractManajemen laba adalah pemilihan kebijakan akuntansi oleh manajer untuk mencapai tujuan khusus. Salah satunya adalah untuk persiapan IPO (initial public offering) guna memperlihatkan kepada calon investor bahwa perusahaannya baik, kondisi ini ditunjukkan dengan tingginya kinerja operasi perusahaan. Berdasarkan pemikiran di atas, maka penulis mencoba melakukan penelitian pada perusahaan yang terdaftar di BEJ, yang hasilnya dituangkan dalam skripsi yang berjudul “HUBUNGAN MANAJEMEN LABA DENGAN KINERJA OPERASI DISEKITAR IPO (INITIAL PUBLIC OFFERINGS)”. Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi praktik manajemen laba di sekitar IPO, kinerja operasi, dan hubungan manajemen laba dengan kinerja operasi di sekitar IPO. Dari 14 perusahaan yang dijadikan populasi hanya ada 7 perusahaan yang bisa dijadikan sample penelitian karena data tidak lengkap. Dengan menggunakan rumus modifikasi jones yaitu dengan cara menghitung total akrual dan memisahkan akrual menjadi dua, yang pertama akrual yang tidak dipengaruhi manajemen laba yang disebut nondiscretionary accrual dan akrual yang dipengaruhi manajemen laba yang biasa disebut discretionary accrual, nilai discretionary accrual ini yang akan di gunakan untuk mendeteksi ada atau tidak adanya manajemen laba. Nilai discretionary positif menunjukan bahwa manajemen laba, kinerja operasi dalam penelitian ini menggunakan rasio net profit margin. Dari perhitungan discretionary accruals terhadap 7 perusahaan yang melakukan IPO, hasil penelitian menunjukan bahwa rata-rata nilai DA pada perioda dua tahun sebelum IPO menunjukan rata-rata yang positif dan cenderung naik ini berarti perusahaan melakukan kenaikan laba untuk mendapatkan respon yang positif dari pasar pada saat perusahaan akan melakukan IPO. Nilai discretionary accruals satu tahun setelah IPO sampai dengan dua tahun setelah IPO menurun, hal serupa ditunjukkan pula oleh kinerja perusahaan perioda 2 tahun sebesar 2.2% dan terus meningkat pada 1 tahun sebelum IPO yaitu sebesar 2.5%, penurunan kinerja di mulai dari tahun pertama setelah IPO sampai dengan dua tahun setelah IPO. Dari hasil penelitian, maka dapat ditarik kesimpulan, bahwa manajemen laba berhubungan positif dengan kinerja operasi. Makin tinggi manajemen laba maka makin tinggi pula kinerja operasi dan begitu juga sebaliknya.en_US
dc.language.isootheren_US
dc.publisherUniversitas Widyatamaen_US
dc.subjectManajemen Labaen_US
dc.subjectKinerja Operasien_US
dc.titleHUBUNGAN MANAJEMEN LABA DENGAN KINERJA OPERASI DISEKITAR IPO (INITIAL PUBLIC OFFERINGS) (Survey pada perusahaan yang listing di BEJ)en_US
dc.typeThesisen_US


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record