Show simple item record

dc.contributor.authorIndratno, Budi
dc.date.accessioned2019-07-31T06:49:54Z
dc.date.accessioned2019-10-22T02:52:21Z
dc.date.available2019-07-31T06:49:54Z
dc.date.available2019-10-22T02:52:21Z
dc.date.issued2018
dc.identifier.urihttp://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/10525
dc.description.abstractManajemen risiko kepatuhan adalah proses yang terstruktur dan teridentifikasi secara sistematik, penilaian, peringkat, dan perlakuan pajak sesuai risiko. Seperti manajemen risiko pada umumnya, merupakan suatu proses yang terdiri dari langkah-langkah yang mendukung pengambilan keputusan. Konteks manajemen risiko kepatuhan ini dikembangkan dan digunakan sebagai strategi dalam meningkatkan kinerja otoritas perpajakan secara lebih efektif dan fokus, serta diarahkan untuk meningkatkan kepatuhan wajib pajak, sebagaimana telah ditetapkan dalam Peraturan Menteri keuangan Republik Indonesia Nomor 191/PMK.09/2008. Proses manajemen risiko yang dilakukan dalam penelitian ini terdiri dari pengidentifikasian risiko, pengukuran risiko, pemetaan risiko, pengelolaan risiko, serta pengendalian dan pengawasan risiko. Penelitian berjudul Pengaruh Penerapan Manajemen Risiko Kepatuhan Direktorat Jenderal Pajak Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Badan pada Kantor Pelayanan Pajak Kota Bandung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pengaruh Penerapan Manajemen Risiko kepatuhan Direktorat Jenderal Pajak pada Kantor Pelayanan Pajak Kota Bandung tergolong cukup efektif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh signifikan pada Pengaruh Penerapan Manajemen Risiko Kepatuhan Direktorat Jenderal Pajak terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Badan. Penelitian ini dilakukan di Kantor Pelayanan Pajak Kota Bandung, dengan melakukan penyebaran Kuesioner kepada 202 responden yaitu 101 responden Account representative dan 101 responden Wajib Pajak Badan. Metode penelitian ii yang digunakan adalah metode deskriptif. Pengujian statistik menggunakan analisis regresi linier sederhana, dimana pengaruh kedua variabel diuji dengan menggunakan uji-t. Hasil analisis deskriptif bahwa total skor aktual tanggapan responden terhadap indikator variabel manajemen risiko kepatuhan sangat baik berdasarkan Tabel kriteria persentase tanggapan responden. Secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa sebagain besar responden sangat setuju terhadap indikator variabel manajemen risiko kepatuhan. Secara Uji-t bahwa faktor manajemen risiko kepatuhan berpengaruh secara signifikan berpengaruh terhadap tingkat kepatuhan wajib pajak badan pada Kantor Pelayanan Pajak Kota Bandung. Secara Koefisien determinasi (R2) menunjukan bahwa variabel kepatuhan wajib pajak dijelaskan oleh manajemen risiko kepatuhan sebesar sebesar 4,7 persen. Persentase sisanya menggambarkan bahwa kepatuhan wajib pajak dapat dijelaskan oleh faktor lainnya yang tidak diikutsertakan ke dalam penelitian sebesar 95,3 persen.en_US
dc.language.isootheren_US
dc.publisherTesis Program Magister Akuntansi Universitas Widyatama Bandungen_US
dc.subjectPengaruh Penerapan Manajemen Risiko Kepatuhan DJPen_US
dc.subjectTingkat Kepatuhan Wajib Pajak Badanen_US
dc.subjectThe Impact of Implementation of DGT Compliance Risk Managementen_US
dc.subjectCorporate Taxpayer Compliance Rateen_US
dc.titlePENGARUH PENERAPAN MANAJEMEN RISIKO KEPATUHAN DIREKTORAT JENDERAL PAJAK TERHADAP KEPATUHAN WAJIB PAJAK BADAN PADA KANTOR PELAYANAN PAJAK KOTA BANDUNGen_US
dc.typeThesisen_US


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record