ANALISIS PENYEBAB KECACATAN PRODUK PROTEKTOR DENGAN MENGGUNAKAN METODE FAILURE MODE AND EFFECT ANALYSIS DAN FAULT TREE ANALYSIS (Studi Kasus Cv. Karya Sekawan)

Widyatama Repository

ANALISIS PENYEBAB KECACATAN PRODUK PROTEKTOR DENGAN MENGGUNAKAN METODE FAILURE MODE AND EFFECT ANALYSIS DAN FAULT TREE ANALYSIS (Studi Kasus Cv. Karya Sekawan)

Show full item record

Title: ANALISIS PENYEBAB KECACATAN PRODUK PROTEKTOR DENGAN MENGGUNAKAN METODE FAILURE MODE AND EFFECT ANALYSIS DAN FAULT TREE ANALYSIS (Studi Kasus Cv. Karya Sekawan)
Author: Haryono, Ferry
Abstract: CV Karya Sekawan merupakan perusahaan industri karet dengan salah satu hasil produksinya adalah Protektor. CV Karya Sekawan telah melakukan perbaikan dalam proses produksi, namun perbaikan tersebut masih belum mengurangi jumlah cacat secara signifikan. Berdasarkan hasil pengamatan diperoleh persentase cacat melebihi dari target perusahaan yaitu 2,36%/tahun sedangkan target perusahaan adalah 1%/tahun. Penelitian ini dilakukan dengan mengamati proses produksi protektor dan melakukan wawancara dengan pihak yang terlibat dalam proses produksi. Perbaikan yang dilakukan meliputi proses pemilihan material sampai proses pengemasan produk. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi penyebab kegagalan proses produksi protektor dengan menggunakan Metode Failure Mode And Effect Analysis dan Metode Fault Tree Analysis. Metode Failure Mode And Effect Analysis merupakan suatu prosedur untuk mengidentifikasi kegagalan produk berdasarkan potensial cause. FMEA berfungsi untuk menentukan nilai Risk Priority Number (RPN) yang selanjutnya akan diidentifikasi lebih lanjut yang menjadi fokus utama dalam menentukan akar penyebab dari Potensial Cause dengan menggunakan Fault Tree Analysis (FTA). Berdasarkan hasil penelitian dengan menggunakan metode FMEA bahwa kegagalan produk disebabkan pada coumpoud process dengan nilai RPN tertinggi sebesar 343, Sticky process dengan nilai RPN 252, Extrusion Process dengan nilai RPN 175, proses Checking Process dengan nilai RPN 175. Coumpoud process pada proses pencampuran bahan baku. Proses pencampuran bahan tidak sesuai takaran yang disebabkan kelalaian operator dalam melakukan pencampuran bahan baku. Extrusion process pada kecepatan mesin terlalu cepat, sehingga pada saat pemberian marking tidak terlihat jelas. Checking process pada proses inspeksi, protektor lolos pada saat pengecekan. Sticky Process disebabkan pemberian cairan anti lengket tidak merata, berdasarkan hasil dengan menggunakan metode Fault Tree Analysis (FTA). Usulan perbaikan berdasarkan metode Fault Mode And Effect Analysis (FMEA) dan Fault Tree Analysis (FTA) adalah memberikan pelatihan tentang standar kualitas perusahaan serta mengawasi sebelum proses produksi dimulai, melakukan maintenance dan membersihkan mesin sebelum proses produksi dimulai, mengurangi beban kerja yang berlebihan yang mengakibatkan operator kelelahan.
URI: http://repository.widyatama.ac.id/xmlui/handle/123456789/8414
Date: 2016


Files in this item

Files Size Format View
Cover.pdf 9.939Kb PDF View/Open
Lembar Pengesahan.pdf 688.2Kb PDF View/Open
Abstrak.pdf 167.5Kb PDF View/Open
Kata Pengantar.pdf 228.4Kb PDF View/Open
Daftar Isi.pdf 123.6Kb PDF View/Open
Daftar Tabel.pdf 107.2Kb PDF View/Open
Daftar Gambar.pdf 107.4Kb PDF View/Open
Bab 1.pdf 192.1Kb PDF View/Open
Bab 2.pdf 400.7Kb PDF View/Open
Bab 3.pdf 198.3Kb PDF View/Open
Bab 4.pdf 661.7Kb PDF View/Open
Bab 5.pdf 193.8Kb PDF View/Open
Bab 6.pdf 111.9Kb PDF View/Open
Daftar Pustaka.pdf 175.6Kb PDF View/Open

This item appears in the following Collection(s)

Show full item record