PENGARUH RETURN ON ASSET, RETURN ON EQUITY, EARNING PER SHARE, UKURAN PERUSAHAAN, UMUR PERUSAHAAN, REPUTASI AUDITOR DAN REPUTASI UNDERWRITER TERHADAP TINGKAT UNDERPRICING SAHAM PADA PERUSAHAAN KATEGORI NON KEUANGAN YANG MELAKUKAN INITIAL PUBLIC OFFERING DI BURSA EFEK INDONESIA (BEI)

Widyatama Repository

PENGARUH RETURN ON ASSET, RETURN ON EQUITY, EARNING PER SHARE, UKURAN PERUSAHAAN, UMUR PERUSAHAAN, REPUTASI AUDITOR DAN REPUTASI UNDERWRITER TERHADAP TINGKAT UNDERPRICING SAHAM PADA PERUSAHAAN KATEGORI NON KEUANGAN YANG MELAKUKAN INITIAL PUBLIC OFFERING DI BURSA EFEK INDONESIA (BEI)

Show full item record

Title: PENGARUH RETURN ON ASSET, RETURN ON EQUITY, EARNING PER SHARE, UKURAN PERUSAHAAN, UMUR PERUSAHAAN, REPUTASI AUDITOR DAN REPUTASI UNDERWRITER TERHADAP TINGKAT UNDERPRICING SAHAM PADA PERUSAHAAN KATEGORI NON KEUANGAN YANG MELAKUKAN INITIAL PUBLIC OFFERING DI BURSA EFEK INDONESIA (BEI)
Author: Agnestia, Mutiara
Abstract: Underpricing merupakan sebuah fenomena Initial Public Offering (IPO) yang sering terjadi di pasar modal ( I Dewa Ayu Kristiantari,2012). Fenomena underpricing yang terjadi di berbagai pasar modal disebabkan oleh adanya informasi asimetri ini dapat terjadi antara emiten dan penjamin emisi, maupun antar investor. Pada Tahun 2010 hampir seluruh perusahaan yang melakukan IPO mengalami underpricing yaitu 22 perusahaan dari 23 perusahaan atau sebesar 95,65%. Fenomena underpricing yang terjadi di pasar modal di alami oleh PT. Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. Meskipun memiliki total aset yang besar dan performa yang baik, PT.Indofood CBP Sukses Makmur tetap mengalami underpricing. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh return on asset, return on equity, earning per share, ukuran perusahaan, umur perusahaan, reputasi auditor, dan reputasi underwriter terhadap tingkat underpricing pada perusahaan yang melakukan penawaran umum perdana (IPO) baik secara parsial maupun simultan. Penelitian ini dilakukan di Bursa Efek Indonesia (BEI), yakni pada perusahaan non keuangan yang melakukan IPO pada tahun 2010 sampai dengan tahun 2014. Underpricing yang diukur dengan initial abnormal return merupakan variabel dependen dalam penelitian ini. Sedangkan variabel independen dalam penelitian ini adalah return on asset, return on equity, earning per share, ukuran perusahaan, umur perusahaan, reputasi auditor dan reputasi underwriter. Pengambilan sampel yang dilakukan dengan menggunakan metode purposive sampling menghasilkan 18 perusahaan non keuangan sebagai sampel penelitian. Model regresi berganda digunakan untuk menguji pengaruh antara variabel independen dengan variabel dependen. Hasil analisis regresi berganda menunjukkan bahwa return on asset, return on equity, earning per share, ukuran perusahaan, umur, reputasi auditor dan reputasi underwriter secara simultan terbukti berpengaruh terhadap tingkat underpricing. secara parsial hanya return on asset, earning per share dan reputasi auditor secara berpengaruh terhadap tingkat underpricing pada perusahaan non keuangan sedangkan return on equity, ukuran perusahaan, umur, dan reputasi underwrite tidak terbukti berpengaruh terhadap tingkat underpricing pada perusahaan non keuangan.
URI: http://repository.widyatama.ac.id/xmlui/handle/123456789/8383
Date: 2016


Files in this item

Files Size Format View
Cover.pdf 152.1Kb PDF View/Open
Lembar Pengesahan.pdf 1009.Kb PDF View/Open
Abstrak.pdf 37.03Kb PDF View/Open
Kata Pengantar.pdf 32.75Kb PDF View/Open
Daftar Isi.pdf 106.5Kb PDF View/Open
Daftar Tabel.pdf 30.39Kb PDF View/Open
Daftar Gambar.pdf 27.82Kb PDF View/Open
Daftar Grafik.pdf 92.42Kb PDF View/Open
Daftar Lampiran.pdf 23.50Kb PDF View/Open
Bab 1.pdf 107.3Kb PDF View/Open
Bab 2.pdf 182.9Kb PDF View/Open
Bab 3.pdf 220.5Kb PDF View/Open
Bab 4.pdf 744.5Kb PDF View/Open
Bab 5.pdf 32.59Kb PDF View/Open
Daftar Pustaka.pdf 42.66Kb PDF View/Open

This item appears in the following Collection(s)

Show full item record