PENGARUH MEKANISME CORPORATE GOVERNANCE TERHADAP MANAJEMEN LABA (Studi Empiris pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2009-2011)

Widyatama Repository

PENGARUH MEKANISME CORPORATE GOVERNANCE TERHADAP MANAJEMEN LABA (Studi Empiris pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2009-2011)

Show full item record

Title: PENGARUH MEKANISME CORPORATE GOVERNANCE TERHADAP MANAJEMEN LABA (Studi Empiris pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2009-2011)
Author: Dwitami, Bellania
Abstract: Isu mengenai corporate governance mulai hangat dibicarakan seiring dengan munculnya berbagai skandal keuangan yang mengindikasikan lemahnya corporate governance, baik di dalam maupun di luar negeri. Lemahnya penerapan mekanisme corporate governance diduga berpengaruh terhadap tingginya praktik manajemen laba yang terjadi di Indonesia. Informasi laba sebagai bagian dari laporan keuangan, sering menjadi target rekayasa melalui tindakan oportunis manajemen untuk memaksimumkan kepuasannya, tetapi dapat merugikan pemegang saham atau investor. Tindakan oportunis tersebut dilakukan dengan cara memilih kebijakan akuntansi tertentu, sehingga laba perusahan dapat diatur, dinaikkan atau diturunkan sesuai dengan keinginannya. Perilaku manajemen untuk mengatur laba sesuai dengan keinginannya tersebut dikenal dengan istilah manajemen laba. Teori keagenan menjelaskan jika antara pihak prinsipal dan agen memiliki kepentingan yang berbeda, muncul konflik yang dinamakan konflik keagenan. Pemisahan fungsi antara pemilik dan manajemen ini memiliki dampak negatif yaitu keleluasaan manajemen perusahaan untuk memaksimalkan laba untuk kepentingan pribad. Hal ini mendorong perlunya terbentuk pola kerja manajemen yang bersih, transparan, dan profesional yang merupakan tujuan dari penerapan mekanisme corporate governance. Penelitian ini dilakukan untuk memperoleh bukti mengenai pengaruh mekanisme corporate governance (komposisi dewan komisaris independen, ukuran dewan komisaris, dan ukuran komite audit) terhadap manajemen laba. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2009-2011. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 68 perusahaan yang ditentukan berdasarkan metode purposive sampling. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa komposisi dewan komisaris independen berpengaruh signifikan terhadap terjadinya manajemen laba. Sedangkan ukuran dewan komisaris dan ukuran komite audit tidak berpengaruh terhadap terjadinya manajemen laba.
URI: http://repository.widyatama.ac.id/xmlui/handle/123456789/8087
Date: 2012


Files in this item

Files Size Format View
Cover.pdf 24.59Kb PDF View/Open
Lembar Pengesahan.pdf 85.14Kb PDF View/Open
Abstrak.pdf 31.37Kb PDF View/Open
Kata Pengantar.pdf 87.79Kb PDF View/Open
Daftar Isi.pdf 46.76Kb PDF View/Open
Daftar Tabel.pdf 30.95Kb PDF View/Open
Daftar Gambar.pdf 28.16Kb PDF View/Open
Daftar Lampiran.pdf 28.01Kb PDF View/Open
Bab 1.pdf 166.6Kb PDF View/Open
Bab 2.pdf 302.8Kb PDF View/Open
Bab 3.pdf 188.5Kb PDF View/Open
Bab 4.pdf 429.6Kb PDF View/Open
Bab 5.pdf 40.82Kb PDF View/Open
Daftar Pustaka.pdf 104.5Kb PDF View/Open

This item appears in the following Collection(s)

Show full item record