ANALISIS FUNGSI INTERNAL CONTROL & COMPLIANCE DALAM ACCOUNTABILITY DAN RESPONSIBILITY PELAPORAN FIXED ASSET DI PT CHEVRON PACIFIC INDONESIA

Widyatama Repository

ANALISIS FUNGSI INTERNAL CONTROL & COMPLIANCE DALAM ACCOUNTABILITY DAN RESPONSIBILITY PELAPORAN FIXED ASSET DI PT CHEVRON PACIFIC INDONESIA

Show full item record

Title: ANALISIS FUNGSI INTERNAL CONTROL & COMPLIANCE DALAM ACCOUNTABILITY DAN RESPONSIBILITY PELAPORAN FIXED ASSET DI PT CHEVRON PACIFIC INDONESIA
Author: Pertiwi, Dian
Abstract: Suatu sistem pengendalian internal terdiri dari kebijakan dan prosedur yang dirancang untuk memberikan jaminan yang wajar bahwa perusahaan mencapai tujuan dan sasarannya. Salah satu fungsi pengendalian internal adalah ketaatan pada kebijakan, rencana, prosedur, undang-undang dan peraturan untuk melakukan kegiatan operasinya. Ketaatan dan kepatuhan bagi perusahaan Amerika yang beroperasi di Indonesia wajib menerapkan suatu peraturan yg baru yaitu Sarbanes Oxley (SOX). Dengan adanya peraturan tersebut maka dapat diketahui apakah internal control telah menerapkan SOX dalam pelaporan keuangan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskritif kualitatif, yaitu metode yang memfokuskan pada pemecahan masalah dengan melakukan pengumpulan dan pengolahan data, kemudian dianalisis lebih lanjut dalam menggunakan dasar berupa teori-teori yang dipelajari. Metode pengumpulan data menggunakan metode observasi dan dokumen pengelolaan aset tetap serta wawancara mendalam menggunakan kuesioner untuk memperoleh temuan investigasi kasus dan menganalisis temuan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa internal control & compliance dalam accountability dan responsibility pelaporan fixed assets berfungsi dengan baik. Hal ini dapat dilihat dari komponen lingkungan pengendalian yang diterapkan sudah sangat memadai, komponen penilaian risiko berada pada kategori memadai, aktivitas pengendalian yang sudah ada berada pada kategori cukup memadai, informasi dan komunikasi yang sangat memadai, dan komponen pemantauan yang memadai. Hasil ini menunjukkan bahwa pengendalian internal juga memiliki keterbatasan. Untuk kasus ini, keterbatasan yang paling dominan adalah kemacetan (breakdowns) yang faktor terbesarnya disebabkan oleh manusia sebagai inti dari pengendalian internal itu sendiri. Kemacetan dapat disebabkan oleh kurangnya komitmen personil, salah mengerti dalam intruksi, atau melakukan kesalahan karena kecerobohan, kebingungan, atau kelelahan.
URI: http://repository.widyatama.ac.id/xmlui/handle/123456789/8050
Date: 2011


Files in this item

Files Size Format View
Cover.pdf 29.97Kb PDF View/Open
Abstrak.pdf 31.90Kb PDF View/Open
Bab 1.pdf 101.5Kb PDF View/Open
Bab 2.pdf 99.79Kb PDF View/Open
Bab 3.pdf 133.1Kb PDF View/Open
Bab 4.pdf 153.5Kb PDF View/Open
Bab 5.pdf 47.70Kb PDF View/Open
Daftar Pustaka.pdf 24.40Kb PDF View/Open

This item appears in the following Collection(s)

Show full item record