MINIMASI KECACATAN PROSES PEMBUATAN FISH BOLT R.54 MENGGUNAKAN METODE FAILURE MODE & EFFECT ANALYSIS (FMEA) dan FAULT TREE ANALYSIS (FTA) Studi Kasus di Divisi Tempa dan Cor PT. PINDAD (Persero)

Widyatama Repository

MINIMASI KECACATAN PROSES PEMBUATAN FISH BOLT R.54 MENGGUNAKAN METODE FAILURE MODE & EFFECT ANALYSIS (FMEA) dan FAULT TREE ANALYSIS (FTA) Studi Kasus di Divisi Tempa dan Cor PT. PINDAD (Persero)

Show full item record

Title: MINIMASI KECACATAN PROSES PEMBUATAN FISH BOLT R.54 MENGGUNAKAN METODE FAILURE MODE & EFFECT ANALYSIS (FMEA) dan FAULT TREE ANALYSIS (FTA) Studi Kasus di Divisi Tempa dan Cor PT. PINDAD (Persero)
Author: Shakti, Galih Riesta
Abstract: PT. PINDAD (Persero) merupakan perusahaan BUMN (Badan Usaha Milik Negara) yang bergerak dalam bidang Alutsista (Alat Utama Sistem Persenjataan) dan produk komersial. PT. PINDAD (Persero) memproduksi berbagai produk yang digunakan untuk mendukung sarana dan prasarana kereta api atau yang biasa disebut praska. Produk yang dibuat untuk kereta api dikerjakan oleh divisi tempa dan cor. Pada divisi ini memproduksi beberapa produk salah satunya Fish Bolt R.54 dimana produk ini seringkali mengalami cacat sebesar 1,3% pada saat produksi sehingga banyak komponen yang tidak dapat melanjutkan proses berikutnya. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi kecacatan dan penyebab yang terjadi pada proses pembuatan Fish Bolt R.54 dan memberikan usulan perbaikan agar cacat dapat diminimalisir. Penelitian ini menggunakan metode Fault Tree Analysis (FTA) dan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) yang merupakan sebuah metode untuk mengidentifikasi penyebab yang ditimbulkan pada saat proses produksi berlangsung, memastikan proses produksi sesuai dengan prosedur, serta mencari akar permasalahan yang menyebabkan cacat. Penelitian ini difokuskan untuk produk Fish Bolt R.54. Hasil yang didapat dari penelitian ini dengan menggunakan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) proses pembentukan menjadi proses yang memiliki nilai Risk Priority Number (RPN) terbesar yaitu sebesar 504 dan memiliki cacat yang banyak dibanding dengan proses lainnya, dilanjutkan proses pemotongan memiliki nilai RPN sebesar 224, proses pencetakan sebesar 140, proses trimming sebesar 48, dan proses blonir sebesar 36. Pada metode Fault Tree Analysis (FTA) faktor human error dan setting mesin menjadi penyebab cacat pada saat memproduksi Fish Bolt R.54. Selain itu mendapatkan akar permasalahan penyebab cacat yang dihasilkan. Penelitian ini menghasilkan beberapa kesimpulan, yaitu berupa usulan perbaikan yang dapat dilakukan untuk mengurangi cacat pada saat memproduksi Fish Bolt R.54 seperti, memberikan pelatihan mesin kepada setiap operator, operator diharuskan istirahat pada saat lelah bekerja, dan maintenance rutin dengan frekuensi yang lebih intensif untuk mesin agar dapat digunakan secara optimal.
URI: http://repository.widyatama.ac.id/xmlui/handle/123456789/7760
Date: 2015


Files in this item

Files Size Format View
Cover.pdf 113.3Kb PDF View/Open
Lembar Pengesahan.pdf 640.3Kb PDF View/Open
Abstrak.pdf 33.32Kb PDF View/Open
Kata Pengantar.pdf 108.7Kb PDF View/Open
Daftar Isi.pdf 36.06Kb PDF View/Open
Daftar Tabel.pdf 28.86Kb PDF View/Open
Daftar Gambar.pdf 25.49Kb PDF View/Open
Daftar Lampiran.pdf 25.18Kb PDF View/Open
Bab 1.pdf 110.3Kb PDF View/Open
Bab 2.pdf 247.2Kb PDF View/Open
Bab 3.pdf 135.0Kb PDF View/Open
Bab 4.pdf 469.1Kb PDF View/Open
Bab 5.pdf 323.1Kb PDF View/Open
Bab 6.pdf 38.72Kb PDF View/Open
Daftar Pustaka.pdf 144.7Kb PDF View/Open

This item appears in the following Collection(s)

Show full item record