USULAN PERBAIKAN TATA LETAK FASILITAS PABRIK DENGAN MENERAPKAN KONSEP GROUP TECHNOLOGY Studi Kasus di Departemen Praska PT. Pindad (Persero)

Widyatama Repository

USULAN PERBAIKAN TATA LETAK FASILITAS PABRIK DENGAN MENERAPKAN KONSEP GROUP TECHNOLOGY Studi Kasus di Departemen Praska PT. Pindad (Persero)

Show full item record

Title: USULAN PERBAIKAN TATA LETAK FASILITAS PABRIK DENGAN MENERAPKAN KONSEP GROUP TECHNOLOGY Studi Kasus di Departemen Praska PT. Pindad (Persero)
Author: Sobirin, Ahmad
Abstract: Departemen Praska (Prasarana Kereta Api) PT. Pindad (Persero) merupakan bagian dari perusahaan yang mendukung kegiatan produksi untuk memenuhi permintaan pembangunan infrastruktur perkeretaapian Indonesia. Kondisi fasilitas produksi saat ini seperti penempatan posisi mesin yang digunakan dan juga raw material hanya ditentukan berdasarkan kondisi area yang kosong tanpa memperhatikan aliran proses material dalam pembuatan produk dan sering terjadinya aliran proses yang bolak-balik (backtracking) sehingga mengakibatkan suatu pemborosan ongkos material handling. Tujuan penelitian ini adalah untuk merancang ulang tata letak fasilitas produksi mesin pembuatan prasarana perkeretaapian dengan menggunakan konsep group technology yakni: Bond Energy Algorithm, Rank Order Clustering (ROC), Rank Order Clustering 2 (ROC2), Direct Clustering Algorithm (DCA). Pendekatan group technology diaplikasikan untuk rancangan banyak komponen yang memiliki kemiripan bentuk dan juga proses dalam pembuatan produk. Penelitian ini akan membandingkan keempat metode tersebut berdasarkan nilai Grouping efficiency yang digunakan untuk mengukur tingkat penggunaan (utilization) dari setiap formasi cell yang dihasilkan. Berdasarkan hasil perhitungan nilai Grouping efficiency dari ketiga metode tersebut diperoleh masing-masing nilai yaitu sebagai berikut: Rank Order Clustering menghasilkan nilai sebesar 1,02, Metode Rank Order Clustering 2 sebesar 1,02. Metode Direct Clustering Algorithm 1,135 dan metode Bond Energy Algorithm sebesar 1,24. Sehingga diketahui bahwa metode Bond Energy Algorithm merupakan metode yang terpilih. Dengan menggunakan metode Bond Energy Algorithm Departemen Praska bisa meminimasi ongkos material handling dari Rp.5.739.286,00 per bulan menjadi Rp.4.961.499,54 per bulan sehingga bisa diketahui besarnya efisiensi ongkos material handling untuk rancangan layout usulan berdasarkan kondisi layout saat ini adalah 13,6% dengan minimasi ongkos material handling sebesar Rp777.786,46 per bulan.
URI: http://repository.widyatama.ac.id/xmlui/handle/123456789/7713
Date: 2015


Files in this item

Files Size Format View
Cover.pdf 13.86Kb PDF View/Open
Lembar Pengesahan.pdf 600.4Kb PDF View/Open
Abstrak.pdf 108.6Kb PDF View/Open
Kata Pengantar.pdf 177.0Kb PDF View/Open
Daftar Isi.pdf 236.1Kb PDF View/Open
Daftar Tabel.pdf 111.8Kb PDF View/Open
Daftar Gambar.pdf 101.6Kb PDF View/Open
Daftar Simbol.pdf 101.0Kb PDF View/Open
Daftar Lampiran.pdf 101.6Kb PDF View/Open
Bab 1.pdf 296.5Kb PDF View/Open
Bab 2.pdf 614.7Kb PDF View/Open
Bab 3.pdf 527.6Kb PDF View/Open
Bab 4.pdf 881.9Kb PDF View/Open
Bab 5.pdf 467.5Kb PDF View/Open
Bab 6.pdf 262.3Kb PDF View/Open
Daftar Pustaka.pdf 218.2Kb PDF View/Open

This item appears in the following Collection(s)

Show full item record