PERANCANGAN PEMILIHAN PENERIMA BERAS MISKIN DENGAN MENGGUNAKAN METODE CUT OFF POINT DAN AHP (Studi Kasus di Sub Divisi Regional 1 Bandung)

Widyatama Repository

PERANCANGAN PEMILIHAN PENERIMA BERAS MISKIN DENGAN MENGGUNAKAN METODE CUT OFF POINT DAN AHP (Studi Kasus di Sub Divisi Regional 1 Bandung)

Show full item record

Title: PERANCANGAN PEMILIHAN PENERIMA BERAS MISKIN DENGAN MENGGUNAKAN METODE CUT OFF POINT DAN AHP (Studi Kasus di Sub Divisi Regional 1 Bandung)
Author: Ina
Abstract: Sub Divisi Regional 1 adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang penjualan beras ke konsumen. Perusahaan ini beralamatkan di Jalan Cipamongkolan No. 1 Bandung. Masalah pokok di Sub Divisi Regional 1 Bandung saat ini adalah mengenai penentuan kriteria yang ditentukan pemerintah tidak digunakan oleh pejabat setempat karena kecenderungan adanya unsur subjektifitas. Hal ini menimbulkan rasa ketidakadilan terhadap keluarga miskin lain yang seharusnya berhak menerima bantuan namun tidak menerima bantuan. Demikian juga untuk keluarga miskin yang seharusnya tidak menerima bantuan karena mereka merupakan keluarga dari pejabat setempat malah menerima bantuan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membangun sebuah rancangan pemilihan penerima beras miskin dengan menggunakan metode Cut Off Point dan AHP. Metode Cut Off Point digunakan untuk menyederhanakan atau untuk menghilangkan kriteria yang tidak sesuai dengan keadaan orang miskin saat ini. Metode AHP bertujuan untuk membuat prioritas kirteria, sub kriteria maupun alternatif keluarga orang miskin. Selain itu metode AHP dapat memilih keluarga miskin yang akan dijadikan sebagai patokan untuk perancangan pengambilan keputusan tentang keluarga miskin, sehingga dapat mengatasi permasalahan di Sub Divisi Regional 1 Bandung tentang kesalahan penyaluran beras miskin. Dari hasil pengolahan data berdasarkan metode Cut Off Point diperoleh sub kriteria yang dikatakan penting menurut responden penerima beras miskin maupun BPS adalah frekuensi membeli pakaian; frekuensi makan setiap hari; sumber air kebutuhan keluarga; frekuensi mengkonsumsi daging, susu dan ayam dalam seminggu; luas lantai rumah; jamban keluarga; tabungan; jenis dinding rumah; pekerjaan dan penghasilan perbulan kepala keluarga; pendidikan serta kemampuan berobat. Berdasarkan perhitungan menggunakan metode AHP diperoleh bahwa kriteria yang memiliki prioritas yang tertinggi adalah kriteria pangan dengan nilai sebesar 0,45 atau mempunyai nilai sebesar 45%. Untuk level sub kriteria dalam kriteria sandang yang memiliki nilai prioritas yang paling tertinggi adalah sub kriteria frekuensi membeli pakaian dengan nilai prioritas sebesar 1 atau memiliki nilai sebesar 100%; untuk level sub kriteria dalam kriteria pangan yang memiliki prioritas yang tertinggi adalah sub kriteria mengkonsumsi daging susu dan ayam dengan nilai prioritas sebesar 0,46 atau nilai sebesar 46%; untuk level sub kriteria dalam kriteria kepemilikan aset yang memiliki prioritas yang lebih tinggi adalah sub kriteria jenis dinding rumah dengan nilai sebesar 0,26 atau sebesar 26% serta untuk level sub kriteria dalam kriteria aspek sosial yang mempuyai prioritas yang tertinggi adalah sub kriteria pendidikan dengan nilai prioritas sebesar 0,74 atau sebesar 74%.
URI: http://repository.widyatama.ac.id/xmlui/handle/123456789/7400
Date: 2012


Files in this item

Files Size Format View
Cover.pdf 45.69Kb PDF View/Open
Lembar Pengesahan.pdf 24.33Kb PDF View/Open
Abstrak.pdf 30.23Kb PDF View/Open
Kata Pengantar.pdf 23.75Kb PDF View/Open
Daftar Isi.pdf 46.25Kb PDF View/Open
Daftar Tabel.pdf 40.92Kb PDF View/Open
Daftar Gambar.pdf 38.66Kb PDF View/Open
Daftar Lampiran.pdf 22Kb PDF View/Open
Bab 1.pdf 28.35Kb PDF View/Open
Bab 2.pdf 910.3Kb PDF View/Open
Bab 3.pdf 71.87Kb PDF View/Open
Bab 4.pdf 228.1Kb PDF View/Open
Bab 5.pdf 40.08Kb PDF View/Open
Bab 6.pdf 28.64Kb PDF View/Open
Daftar Pustaka.pdf 23.42Kb PDF View/Open

This item appears in the following Collection(s)

Show full item record