HUBUNGAN MANAJEMEN LABA DENGAN KINERJA OPERASI DISEKITAR IPO (INITIAL PUBLIC OFFERINGS) (Survey pada perusahaan yang listing di BEJ)

Widyatama Repository

HUBUNGAN MANAJEMEN LABA DENGAN KINERJA OPERASI DISEKITAR IPO (INITIAL PUBLIC OFFERINGS) (Survey pada perusahaan yang listing di BEJ)

Show full item record

Title: HUBUNGAN MANAJEMEN LABA DENGAN KINERJA OPERASI DISEKITAR IPO (INITIAL PUBLIC OFFERINGS) (Survey pada perusahaan yang listing di BEJ)
Author: Istiqomah, Iis
Abstract: Manajemen laba adalah pemilihan kebijakan akuntansi oleh manajer untuk mencapai tujuan khusus. Salah satunya adalah untuk persiapan IPO (initial public offering) guna memperlihatkan kepada calon investor bahwa perusahaannya baik, kondisi ini ditunjukkan dengan tingginya kinerja operasi perusahaan. Berdasarkan pemikiran di atas, maka penulis mencoba melakukan penelitian pada perusahaan yang terdaftar di BEJ, yang hasilnya dituangkan dalam skripsi yang berjudul “HUBUNGAN MANAJEMEN LABA DENGAN KINERJA OPERASI DISEKITAR IPO (INITIAL PUBLIC OFFERINGS)”. Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi praktik manajemen laba di sekitar IPO, kinerja operasi, dan hubungan manajemen laba dengan kinerja operasi di sekitar IPO. Dari 14 perusahaan yang dijadikan populasi hanya ada 7 perusahaan yang bisa dijadikan sample penelitian karena data tidak lengkap. Dengan menggunakan rumus modifikasi jones yaitu dengan cara menghitung total akrual dan memisahkan akrual menjadi dua, yang pertama akrual yang tidak dipengaruhi manajemen laba yang disebut nondiscretionary accrual dan akrual yang dipengaruhi manajemen laba yang biasa disebut discretionary accrual, nilai discretionary accrual ini yang akan di gunakan untuk mendeteksi ada atau tidak adanya manajemen laba. Nilai discretionary positif menunjukan bahwa manajemen laba, kinerja operasi dalam penelitian ini menggunakan rasio net profit margin. Dari perhitungan discretionary accruals terhadap 7 perusahaan yang melakukan IPO, hasil penelitian menunjukan bahwa rata-rata nilai DA pada perioda dua tahun sebelum IPO menunjukan rata-rata yang positif dan cenderung naik ini berarti perusahaan melakukan kenaikan laba untuk mendapatkan respon yang positif dari pasar pada saat perusahaan akan melakukan IPO. Nilai discretionary accruals satu tahun setelah IPO sampai dengan dua tahun setelah IPO menurun, hal serupa ditunjukkan pula oleh kinerja perusahaan perioda 2 tahun sebesar 2.2% dan terus meningkat pada 1 tahun sebelum IPO yaitu sebesar 2.5%, penurunan kinerja di mulai dari tahun pertama setelah IPO sampai dengan dua tahun setelah IPO. Dari hasil penelitian, maka dapat ditarik kesimpulan, bahwa manajemen laba berhubungan positif dengan kinerja operasi. Makin tinggi manajemen laba maka makin tinggi pula kinerja operasi dan begitu juga sebaliknya.
URI: http://repository.widyatama.ac.id/xmlui/handle/123456789/7342
Date: 2007


Files in this item

Files Size Format View
Cover.pdf 11.74Kb PDF View/Open
Lembar Pengesahan.pdf 25.65Kb PDF View/Open
Abstrak.pdf 27.12Kb PDF View/Open
Kata Pengantar.pdf 27.22Kb PDF View/Open
Daftar Isi.pdf 29.29Kb PDF View/Open
Daftar Lampiran.pdf 22.22Kb PDF View/Open
Bab 1.pdf 47.53Kb PDF View/Open
Bab 2.pdf 111.4Kb PDF View/Open
Bab 3.pdf 70.79Kb PDF View/Open
Bab 4.pdf 96.73Kb PDF View/Open
Bab 5.pdf 29.32Kb PDF View/Open
Daftar Pustaka.pdf 26.87Kb PDF View/Open

This item appears in the following Collection(s)

Show full item record