PENGARUH BIAYA MUTU TERHADAP EFEKTIVITAS PENDAPATAN OPERASIONAL PERUSAHAAN (Studi Kasus Pada Divisi Mesin Industri dan Jasa PT. PINDAD (Persero) Bandung)

Widyatama Repository

PENGARUH BIAYA MUTU TERHADAP EFEKTIVITAS PENDAPATAN OPERASIONAL PERUSAHAAN (Studi Kasus Pada Divisi Mesin Industri dan Jasa PT. PINDAD (Persero) Bandung)

Show full item record

Title: PENGARUH BIAYA MUTU TERHADAP EFEKTIVITAS PENDAPATAN OPERASIONAL PERUSAHAAN (Studi Kasus Pada Divisi Mesin Industri dan Jasa PT. PINDAD (Persero) Bandung)
Author: Suherman, Venie Agustina
Abstract: Tolak ukur keberhasilan suatu perusahaan salah satunya dapat dilihat dari besarnya pendapatan operasional yang diperoleh oleh perusahaan. Pendapatan operasional perusahaan yang tinggi dapat mendukung kelangsungan hidup suatu perusahaan, oleh karena itu untuk menaikkan pendapatan operasionalnya perusahaan harus mengorbankan sejumlah biaya diantaranya biaya mutu yang terdiri dari biaya pengendalian dan biaya kegagalan. Pendapatan PT.PINDAD (Persero) dari tahun ke tahun mengalami fluktuasi seiring berubahnya biaya mutu yang dikeluarkan perusahaan. Fluktuasi tersebut menggambarkan pendapatan operasioanal yang diperoleh perusahaan tidak semaksimal pendapatan operasional yang diharapkan. Objek dari penelitian ini adalah biaya mutu dan pendapatan operasional pada Divisi Mesin Industri dan Jasa pada PT.PINDAD (Persero). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kenaikan biaya mutu terhadap efektivitas pendapatan operasional. Metode penelitian yang digunakan adalah metode explanation dengan pendekatan studi kasus. Pengujian statistik menggunakan analisis korelasi pearson product moment, dan untuk melakukan pengujian hipotesis dilakukan dengan uji t yaitu membandingkan antara t hitung dan t tabel. Sedangkan pengumpulan data-data yang dilakukan melalui studi observasi dan studi kepustakaan. Berdasarkan hasil perhitungan, maka diperoleh kesimpulan dari hasil pengolahan data, diperoleh r sebesar 0,746 untuk biaya pengendalian yang menunjukkan terdapat hubungan yang kuat antara biaya pengendalian terhadap pendapatan operasional. Sedangkan untuk biaya kegagalan diperoleh nilai r sebesar -0,893 yang menunjukkan terdapat hubungan yang sangat kuat antara biaya kegagalan terhadap pendapatan operasional. Dengan hasil koefisien determinasi sebesar 55,65% untuk biaya pengendalian menunjukkan besarnya pendapatan operasional yang dipengaruhi oleh biaya pengendalian, selebihnya yaitu sebesar 44,35% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain. Sedangkan untuk biaya kegagalan diperoleh hasil koefisien determinasi sebesar 79,74% untuk biaya kegagalan yang menunjukkan besarnya pendapatan operasional yang dipengaruhi oleh biaya kegagalan, selebihnya yaitu sebesar 20,26% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain. Dari hasil perhitungan untuk biaya pengendalian diperoleh –t tabel < t hitung < t tabel (-2,776 < 2,241 < 2,776), sehingga hipotesis Ho diterima dan menolak Ha. Sedangkan hasil perhitungan untuk biaya kegagalan diperoleh –t hitung < -t tabel dan t hitung > t tabel (-3,968 < -2,776 dan 3,968 >2,776), sehingga hipotesis Ho ditolak dan menerima Ha.
URI: http://repository.widyatama.ac.id/xmlui/handle/123456789/7125
Date: 2008


Files in this item

Files Size Format View
Cover.pdf 142.2Kb PDF View/Open
Abstrak.pdf 106.3Kb PDF View/Open
Bab 1.pdf 268.3Kb PDF View/Open
Bab 2.pdf 396.1Kb PDF View/Open
Bab 3.pdf 344.5Kb PDF View/Open
Bab 4.pdf 434.4Kb PDF View/Open
Bab 5.pdf 114.7Kb PDF View/Open
Daftar Pustaka.pdf 141.2Kb PDF View/Open

This item appears in the following Collection(s)

Show full item record