PERANAN ANGGARAN PENGELUARAN KAS SEBAGAI ALAT BANTU DALAM MENUNJANG EFEKTIVITAS PENGENDALIAN REALISASI PENGELUARAN KAS (Studi Kasus Pada Bagian Keuangan Pemerintah Kota Bandung)

Widyatama Repository

PERANAN ANGGARAN PENGELUARAN KAS SEBAGAI ALAT BANTU DALAM MENUNJANG EFEKTIVITAS PENGENDALIAN REALISASI PENGELUARAN KAS (Studi Kasus Pada Bagian Keuangan Pemerintah Kota Bandung)

Show full item record

Title: PERANAN ANGGARAN PENGELUARAN KAS SEBAGAI ALAT BANTU DALAM MENUNJANG EFEKTIVITAS PENGENDALIAN REALISASI PENGELUARAN KAS (Studi Kasus Pada Bagian Keuangan Pemerintah Kota Bandung)
Author: Solihin, Rian
Abstract: Dalam melaksanakan tugasnya, setiap organisasi memerlukan alat bantu sebagai sarana yang dapat memperlancar dan memperkuat tindakan-tindakan yang harus dilakukan agar sesuai dengan yang diharapkan, untuk itu diperlukan suatu perencanaan yang matang disertai pengendalian didalam pelaksanaannya. Agar pelaksanaan kegiatan sesuai dengan apa yang telah direncanakan, maka suatu organisasi perlu menetapkan suatu pengendalian. Agar tercapainya suatu pengendalian yang memadai, maka didalamnya harus terdapat suatu alat yang dapat dipergunakan untuk perencanaan dan pengendalian yaitu anggaran. Maksud dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peranan anggaran pengeluaran kas sebagai alat bantu dalam menunjang efektivitas pengendalian realisasi pengeluaran kas. Sedangkan tujuannya adalah untuk mengetahui penyusunan dan penetapan anggaran pengeluaran kas serta berapa besar anggaran pengeluaran kas pada Pemerintah Daerah Kota Bandung, untuk mengetahui penerapan pengendalian pengeluaran kas serta berapa besar realisasi pengeluaran kas Pemerintah Kota Bandung, dan untuk mengetahui peranan anggaran pengeluaran kas sebagai alat bantu dalam menunjang efektivitas pengendalian realisasi pengeluaran kas. Pemerintah Daerah Kota Bandung mempunyai rencana strategis dalam merumuskan dan menyusun tujuan yang hendak dicapai dalam jangka waktu tertentu, oleh sebab itu pemerintah daerah kota Bandung perlu menyusun rencana agar semua yang diharapkan bisa tercapai dengan hasil yang maksimal, rencana ini kemudian dijabarkan secara tahunan kedalam Rencana Strategis (RENSTRA) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Prosedur penyusunan anggaran kas Pemerintah daerah kota Bandung merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari penyusunan anggaran lainnya. Pada akhir tahun berjalan pimpinan memberikan pengarahan tentang penyususunan anggaran tahunan untuk periode tahun mendatang kepada kepala bagian keuangan. Setelah mendapat pengarahan maka Pejabat Pengelola Keuangan daerah (PPKD) memberitahukan kepada semua kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) agar menyusun rancangan Dokumen Pelaksanaan Anggaran SKPD (DPA-SKPD). Penyusunan DPA-SKPD ini merupakan perkiraan sasaran, program–program, kegiatan, anggaran yang disediakan untuk mencapai sasaran tersebut, dan rencana penarikan serta pendapatan yang diperkirakan untuk tahun yang akan datang. Konsep tersebut kemudian di verifikasi oleh bagian keuangan yaitu Sub Bagian Verifikasi untuk disesuaikan dengan anggaran tahunan yang telah ditetapkan yaitu APBD. Hal ini agar pengeluaran kas bulanan dapat terarah dan membantu memangkas rencana–rencana yang dianggap kurang begitu penting untuk dikeluarkan. Kepala SKPD harus menyerahkan rancangan anggaran kas beserta DPA-SKPD kepada PPKD dalam hal ini Bendahara Umum Daerah (BUD) paling lama enam hari kerja setelah pemberitahuan yang dilakukan PPKD kepada Kepala SKPD. Khusus dalam menyusun anggaran kas bagian keuangan perlu mengidentifikasi dan mempelajari pos–pos penerimaan dan pengeluaran kas yang ada. Proses ini meliputi kegiatan mengidentifikasi pendapatan–pendapatan dan biaya yang menyebabkan aliran kas dalam suatu organisasi, setelah itu bagian keuangan melakukan klasifikasi biaya dan pendapatan yang relevan dengan keadaan. Berdasarkan prosedur dan pengendalian yang dilakukan tersebut sehingga dapat diperoleh hasil bahwa anggaran pengeluaran kas sebagai alat bantu dalam menunjang efektivitas pengendalian realisasi pengeluaran kas sangat berperan. Hal ini terbukti dengan uji statistik yang menghasilkan koefisen korelasi (r) = 0,919 dan koefisien determinasi (kd) = 84,45%. Dari hasil pengujian hipotesis menggunakan uji t diperoleh t hitung sebesar 4,026 sedangkan t tabel sebesar 3,182 yang kemudian menghasilkan kesimpulan menolak Ho dan menerima Ha, dimana Ha menyatakan bahwa anggaran pengeluaran kas berperan sebagai alat bantu dalam menunjang efektifitas pengendalian realisasi pengeluaran kas dengan pedoman t hitung > t tabel
URI: http://repository.widyatama.ac.id/xmlui/handle/123456789/7003
Date: 2009


Files in this item

Files Size Format View
Cover.pdf 63.42Kb PDF View/Open
Abstrak.pdf 110.9Kb PDF View/Open
Bab 1.pdf 191.4Kb PDF View/Open
Bab 2.pdf 277.8Kb PDF View/Open
Bab 3.pdf 319.5Kb PDF View/Open
Bab 4.pdf 330.7Kb PDF View/Open
Bab 5.pdf 122.7Kb PDF View/Open

This item appears in the following Collection(s)

Show full item record