HUBUNGAN SUNSET POLICY TERHADAP PENERIMAAN PAJAK (Studi Kasus di KPP Bandung Cicadas)

Widyatama Repository

HUBUNGAN SUNSET POLICY TERHADAP PENERIMAAN PAJAK (Studi Kasus di KPP Bandung Cicadas)

Show full item record

Title: HUBUNGAN SUNSET POLICY TERHADAP PENERIMAAN PAJAK (Studi Kasus di KPP Bandung Cicadas)
Author: Hidayat, Fahmi
Abstract: Jumlah penerimaan pajak di suatu negara sangat berkaitan erat dengan jumlah prosentase wajib pajak (tax ratio), jumlah tax ratio di negara Indonesia masih jauh ketinggalan dibandingkan negara-negara lain, oleh karena itu potensi penerimaan negara khususnya dari sektor pajak masih dapat dioptimalkan salah satunya melalui kebijakan Sunset Policy. Penerimaan pajak dari Sunset Policy berasal dari jumlah kurang bayar pajak yang dibayarkan Wajib Pajak untuk tahun pajak 2007 ke bawah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa banyak jumlah SPT Pembetulan dalam rangka Sunset Policy, jumlah WP yang mengikuti Sunset Policy, jumlah penerimaan pajak penghasilan dari Sunset Policy, dan untuk mengetahui ada tidaknya keterkaitan antara Sunset Policy dengan penerimaan pajak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dekriptif analisis. Adapun yang dijadikan objek penelitian ini adalah Jumlah SPT Pembetulan dalam rangka Sunset Policy dan Jumlah Wajib Pajak yang mengikuti Sunset Policy di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Bandung Cicadas yang beralamat di Jl. Soekarno-Hatta No 178 Bandung. Seluruh data dan informasi dalam penelitian ini diperoleh melalui tanya jawab dan observasi serta didukung oleh penelitian kepustakaan. Berdasarkan hasil penelitian, secara simultan: Fhitung = 68,350 > Ftabel = 9,55. Maka Ho ditolak. Hal tersebut menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara Pelaksanaan Sunset Policy dengan Peningkatan Penerimaan Pajak Penghasilan. Secara parsial: thitung = 3,397 > ttabel = 2,571. Maka Ho ditolak. Hal tersebut menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara Jumlah SPT Pembetulan yang Terkait Sunset Policy dengan Peningkatan Penerimaan Pajak Penghasilan (X1 = jumlah SPT Pembetulan yang Terkait Sunset Policy). thitung = - 2,650 < -ttabel = -2,571. Maka Ho diterima. Hal tersebut menunjukkan bahwa tidak adanya hubungan yang signifikan antara Jumlah Wajib Pajak yang mengikuti Sunset Policy dengan Peningkatan Penerimaan Pajak Penghasilan (X2 = Jumlah Wajib Pajak yang mengikuti Sunset Policy). Hal ini dibuktikan melalui persamaan Y1 = 41.341.416 + 7.057.011X1 – 15.479.219X2, dengan koefisien korelasi (R) sebesar 0,98, koefisien determinasi (KD) 97,9% pada taraf kesalahan (α) 5%. Berdasarkan penelitian ini disarankan agar Direktorat Jenderal Pajak untuk bekerjasama dengan instansi pemerintah, lembaga, asosiasi dan pihak lainnya dalam menghimpun data perpajakan dan untuk memberikan data kepada Direktorat Jenderal Pajak. Ketentuan ini memungkinkan Direktorat Jenderal Pajak mengetahui ketidakbenaran pemenuhan kewajiban perpajakan yang telah dilaksanakan oleh masyarakat. Untuk menghindarkan masyarakat dari pengenaan sanksi perpajakan yang timbul apabila masyarakat tidak melaksanakan kewajiban perpajakannya secara benar.
URI: http://repository.widyatama.ac.id/xmlui/handle/123456789/6900
Date: 2009


Files in this item

Files Size Format View
Cover.pdf 15.64Kb PDF View/Open
Lembar Pengesahan.pdf 30.27Kb PDF View/Open
Abstrak.pdf 70.88Kb PDF View/Open
Kata Pengantar.pdf 38.82Kb PDF View/Open
Daftar Isi.pdf 39.08Kb PDF View/Open
Daftar Tabel.pdf 29.16Kb PDF View/Open
Daftar Lampiran.pdf 25.37Kb PDF View/Open
Bab 1.pdf 79.01Kb PDF View/Open
Bab 2.pdf 204.4Kb PDF View/Open
Bab 3.pdf 136.5Kb PDF View/Open
Bab 4.pdf 154.3Kb PDF View/Open
Bab 5.pdf 83.06Kb PDF View/Open
Daftar Pustaka.pdf 29.83Kb PDF View/Open

This item appears in the following Collection(s)

Show full item record