PENERAPAN REALISASI PENAGIHAN PAJAK TERHADAP PENERIMAAN PAJAK (Studi Kasus Pada KPP Pratama Tegallega)

Widyatama Repository

PENERAPAN REALISASI PENAGIHAN PAJAK TERHADAP PENERIMAAN PAJAK (Studi Kasus Pada KPP Pratama Tegallega)

Show full item record

Title: PENERAPAN REALISASI PENAGIHAN PAJAK TERHADAP PENERIMAAN PAJAK (Studi Kasus Pada KPP Pratama Tegallega)
Author: Wardhana, Angga Setia
Abstract: Dalam membiayai pembangunan, pemerintah dapat mengandalkan penerimaan Negara dari beberapa sector yaitu: penerimaan pajak, penerimaan migas, dan penerimaan dari hutang luar negeri. Ketika penerimaan migas dan hutang luar negeri tidak dapat diandalkan dalam membiayai pembangunan, maka satu-satunya penerimaan Negara yang paling sehat dan paling aman bagi Negara adalah penerimaan pajak. Betapa pentingnya penerimaan pajak dalam membiayai pembangunan, Pemerintah melalui Direktorat Jemderal Pajak berusaha meningkatkan penerimaan pajak. Salah satu upaya yang dilakukan oleh Direktorat Jemnderal Pajak yakni dengan melakukan penagihan kepada Wajib Pajak dengan tujuan agar dapat merealisasi pencairan tunggakan pajak dan dapat meningkatkan kepatuhan dari Wajib Pajak dalam melunasi pajak terutangnya. Diharapkan dengan semakin meningkatnya realisasi pencairan tunggakan pajak, maka penerimaan pajak pun dapat meningkat pula sehingga pembangunan dapat dilakukan secara berkesinambungan serta dapat memberikan kesejahteraan kepada rakyat Indonesia. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui seberapa besar peranan tindakan penagihan pajak sehingga dapat mengahsilkan realisasi pencairan tunggakan pajak terhadap penerimaan pajak khususnya pada Kantor Pelayanan Pajak. Dari penelitian yang dilakukan, diperoleh persamaan regresi Y = 243,059 + 3,371X yang berarti setiap kenaikan 100juta rupiahn realisasi pencairan tunggakan pajak (hasil dari tindakan penagihan pajak) akan diikuti dengan kenaikan pada penerimaan pajak sebesar 3,371 miliar rupiah. Selain itu setelah dilakukan perhitungan dengan menggunakan program SPSS diperoleh R square = 0,073, hal ini menunjukkan bahwa peranan realisasi penagihan pajak terhadap penerimaan pajak hanya sebesar 7,3% sedangkan 92,7% dipengaruhi oleh factor lain. Sehingga dalam hal ini dapat diketahui bahwa hasil dari tindakan penagihan pajak bukan merupakan komponen utama dalam penerimaan pajak, namun yang menjadi komponen utama dalam penerimaan pajak yaitu penerimaan pajak yang dipungut berdasarkan atas system self assessment.
URI: http://repository.widyatama.ac.id/xmlui/handle/123456789/6873
Date: 2008


Files in this item

Files Size Format View
Cover.pdf 104.0Kb PDF View/Open
Lembar Pengesahan.pdf 85.76Kb PDF View/Open
Abstrak.pdf 72.69Kb PDF View/Open
Kata Pengantar.pdf 85.75Kb PDF View/Open
Daftar Isi.pdf 94.83Kb PDF View/Open
Bab 1.pdf 104.2Kb PDF View/Open
Bab 2.pdf 248.2Kb PDF View/Open
Bab 3.pdf 160.5Kb PDF View/Open
Bab 4.pdf 609.3Kb PDF View/Open
Bab 5.pdf 89.21Kb PDF View/Open
Daftar Pustaka.pdf 90.44Kb PDF View/Open

This item appears in the following Collection(s)

Show full item record