ANALISIS KAPASITAS WORK CENTER BOTTLENECK DENGAN MENGGUNAKAN METODE ROUGH CUT CAPACITY PLANNING DI CV GRH TEKSINDO

Widyatama Repository

ANALISIS KAPASITAS WORK CENTER BOTTLENECK DENGAN MENGGUNAKAN METODE ROUGH CUT CAPACITY PLANNING DI CV GRH TEKSINDO

Show full item record

Title: ANALISIS KAPASITAS WORK CENTER BOTTLENECK DENGAN MENGGUNAKAN METODE ROUGH CUT CAPACITY PLANNING DI CV GRH TEKSINDO
Author: Saputra, Asep Agung
Abstract: Pada era globalisasi ini telah banyak berdiri perusahaan yang menjalankan bisnis. Banyaknya perusahaan yang berdiri membuat persaingan bisnis menjadi semakin kompetitif, sehingga perusahaan harus mengelola seluruh rangkaian bisnis dengan baik untuk menjaga kelangsungan bisnis perusahaan. Perusahaan CV GRH Teksindo merupakan perusahaan yang bergerak dibidang tekstil dengan memproduksi 3 jenis produk kain. Seiring berjalannya waktu, permintaan produk kain kepada perusahaan mengalami peningkatan yang cukup tinggi. Hal tersebut mengakibatkan terjadinya hambatan (bottleneck) di setiap stasiun kerja pada lantai produksi perusahaan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui bagian lantai produksi yang mengalami hambatan (bottleneck) dan cara untuk mengatasi permasalahan tersebut, sehingga profit yang dihasilkan optimal. Dalam mencapai tujuan penelitian, digunakan metode Rough Cut Capacity Planning (RCCP) untuk mengetahui bagian lantai produksi yang mengalami hambatan (bottleneck) dan melakukan pemecahan masalah. Pada metode Rough Cut Capacity Planning (RCCP) dilakukan perhitungan kapasitas yang tersedia dan kapasitas yang dibutuhkan, sedangkan dalam pemecahan masalah dilakukan dengan menambahkan kapasitas produksi. Hasil analisis dari pengolahan data untuk perhitungan kapasitas produksi dengan menggunakan metode Rough Cut Capacity Planning (RCCP), didapatkan bahwa hampir keseluruhan stasiun kerja mengalami hambatan (bottleneck) yaitu terdapat kekurangan kapasitas pada setiap stasiun kerja. Stasiun kerja yang sering mengalami hambatan (bottleneck) selama periode Januari 2015 − Desember 2015 adalah pada stasiun kerja 3 yang mengalami hambatan (bottleneck) mulai dari periode 2 sampai periode 12. Sedangkan untuk pemecahan masalah yang akan dilakukan, yaitu melakukan penambahan kapasitas dengan cara melakukan penambahan jam kerja (lembur) dan penambahan mesin beserta operator. Penambahan jam kerja (lembur) dilakukan pada stasiun kerja 1, 2, 4, dan 5, sedangkan pada stasiun kerja 3 dilakukan penambahan mesin beserta operator. Hasil dari penambahan jam kerja (lembur) dan penambahan mesin beserta operator ialah perusahaan harus mengeluarkan biaya sebesar Rp 60,399,650.00-. Dengan melakukan penambahan kapasitas produksi dengan cara tersebut, maka hambatan (bottleneck) pada lantai produksi dapat diatasi dan profit yang didapatkan oleh perusahaan optimal.
URI: http://repository.widyatama.ac.id/xmlui/handle/123456789/6797
Date: 2015


Files in this item

Files Size Format View
Cover.pdf 14.58Kb PDF View/Open
Lembar Pengesahan.pdf 743.5Kb PDF View/Open
Abstrak.pdf 87.13Kb PDF View/Open
Kata Pengantar.pdf 85.20Kb PDF View/Open
Daftar Isi.pdf 169.3Kb PDF View/Open
Daftar Tabel.pdf 170.8Kb PDF View/Open
Daftar Gambar.pdf 158.3Kb PDF View/Open
Daftar Lampiran.pdf 105.2Kb PDF View/Open
Bab 1.pdf 232.7Kb PDF View/Open
Bab 2.pdf 638.0Kb PDF View/Open
Bab 3.pdf 273.5Kb PDF View/Open
Bab 4.pdf 1.315Mb PDF View/Open
Bab 5.pdf 363.9Kb PDF View/Open
Bab 6.pdf 221.1Kb PDF View/Open
Daftar Pustaka.pdf 26.21Kb PDF View/Open

This item appears in the following Collection(s)

Show full item record