PENGARUH PENERAPAN SANKSI DAN PENYULUHAN PERPAJAKAN TERHADAP KEPATUHAN WAJIB PAJAK (Survei atas Wajib Pajak pada KPP Pratama Soreang)

Widyatama Repository

PENGARUH PENERAPAN SANKSI DAN PENYULUHAN PERPAJAKAN TERHADAP KEPATUHAN WAJIB PAJAK (Survei atas Wajib Pajak pada KPP Pratama Soreang)

Show full item record

Title: PENGARUH PENERAPAN SANKSI DAN PENYULUHAN PERPAJAKAN TERHADAP KEPATUHAN WAJIB PAJAK (Survei atas Wajib Pajak pada KPP Pratama Soreang)
Author: Gumilar, Gugum
Abstract: Sanksi perpajakan dapat secara langsung memaksa wajib pajak untuk melaporkan dan menyampaikan pajaknya dengan benar. Apabila wajib pajak tidak melakukan kewajiban pajaknya dengan benar, maka terdapat sanksi yang harus diterima. Penyuluhan perpajakan merupakan suatu cara untuk mensosialisasikan pajak. Penyuluhan perpajakan seringkali dilakukan apabila terdapat peraturan baru mengenai undang-undang perpajakan. Tujuan penelitian untuk mengetahui (1.) pengaruh penerapan sanksi perpajakan terhadap tingkat kepatuhan wajib pajak, (2.) pengaruh penerapan penyuluhan perpajakan terhadap tingkat kepatuhan wajib pajak, (3.) faktor mana, diantara sanksi perpajakan dan penyuluhan perpajakan, yang memberikan pengaruh lebih besar terhadap tingkat kepatuhan wajib pajak pada KPP Pratama Soreang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif analisis dengan bentuk penelitian survey. Teknik pengumpulan data melalui penelitian lapangan dan kuesioner. Hasil penelitian menunjukan bahwa secara parsial Sanksi Perpajakan memberikan kontribusi sebesar 63,7%, sedangkan Penyuluhan Perpajakan memberikan kontribusi sebesar 3,3%. Secara simultan Penerapan Sanksi dan Penyuluhan Perpajakan memberikan kontribusi sebesar 67,0%. Hasil Uji Hipotesis menunjukkan thitung untuk penerapan sanksi perpajakan (X1) sebesar 15,491 dengan nilai ttabel sebesar 1,979. Dikarenakan nilai thitung lebih besar dari nilai ttabel (15,491> 1,979) dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05 maka H0 ditolak, artinya penerapan sanksi perpajakan berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak pada KPP Pratama Soreang. Sedangkan nilai thitung untuk penerapan penyuluhan perpajakan (X2) sebesar 2,988 dengan nilai ttabel sebesar 1,979. Dikarenakan nilai thitung lebih besar dari nilai ttabel (2,988> 1,979) dengan nilai signifikansi 0,003 < 0,05 maka H0 ditolak, artinya penerapan penyuluhan perpajakan berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak pada KPP Pratama Soreang.
URI: http://repository.widyatama.ac.id/xmlui/handle/123456789/6450
Date: 2015


Files in this item

Files Size Format View
Cover.pdf 17.63Kb PDF View/Open
Lembar Pengesahan.pdf 482.4Kb PDF View/Open
Abstrak.pdf 113.1Kb PDF View/Open
Kata Pengantar.pdf 176.0Kb PDF View/Open
Daftar Isi.pdf 42.35Kb PDF View/Open
Daftar Tabel.pdf 193.0Kb PDF View/Open
Daftar Gambar.pdf 101.8Kb PDF View/Open
Daftar Lampiran.pdf 37.74Kb PDF View/Open
Bab 1.pdf 151.0Kb PDF View/Open
Bab 2.pdf 481.8Kb PDF View/Open
Bab 3.pdf 472.8Kb PDF View/Open
Bab 4.pdf 691.4Kb PDF View/Open
Bab 5.pdf 107.2Kb PDF View/Open
Daftar Pustaka.pdf 107.8Kb PDF View/Open

This item appears in the following Collection(s)

Show full item record