PENGARUH PENINGKATAN JUMLAH WAJIB PAJAK EFEKTIF PAJAK PENHASILAN PASAL 21 TERHADAP PENINGKATAN PENERIMAAN PAJAK PENGHASILAN (Studi Kasus pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama bandung Cicadas)

Widyatama Repository

PENGARUH PENINGKATAN JUMLAH WAJIB PAJAK EFEKTIF PAJAK PENHASILAN PASAL 21 TERHADAP PENINGKATAN PENERIMAAN PAJAK PENGHASILAN (Studi Kasus pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama bandung Cicadas)

Show full item record

Title: PENGARUH PENINGKATAN JUMLAH WAJIB PAJAK EFEKTIF PAJAK PENHASILAN PASAL 21 TERHADAP PENINGKATAN PENERIMAAN PAJAK PENGHASILAN (Studi Kasus pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama bandung Cicadas)
Author: Pamungkas, David Satrio
Abstract: Wajib Pajak efektif adalah wajib pajak yang menyampaikan surat pemberitahuan (SPT). Adapun caranya adalah wajib pajak harus mengambil sendiri formulir SPT pada KPP Pratama setempat (dengan menunjukan NPWP) dan mengisi formulir SPT dengan benar, jelas dan lengkap serta menandatangani sesuai petunjuk yang diberikan . Pajak penghasilan adalah pajak yang dikenakan atas penghasilan sebagaimana ditegaskan dalam pasal 4 ayat 1 UU PPh No. 17 tahun 2000. Pajak penghasilan pasal 21 adalah pemotongan, penyetiran, dan pelaporan pajak atas penghasilan sehubungan dengan pekerjaan, jasa atau kegiatan dengan nama dan dalam bentuk apapun yang diterima atau diperoleh wajib pajak orang pribadi dalam negeri. Penelitian yang penulis lakukan pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama Bandung Cicadas dimaksudkan untuk penyusunan skripsi, yang merupakan slah satu syarat dalam menempuh ujian program Strata I akuntansi pada universitas Widyatama Bandung. Sasaran yang ingin dicapai dalam melakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan jumlah wajib pajak pada kantor palayanan pajak pratama bandung cicadas, peningkatan jumlah penerimaan pajak penghasilan, serta terdapat sebeerapa besar pengaruh peningkatan jumlah wajib pajak efektif PPh pasal 21 terhadap peningkatan penerimaan pajak penghasilan yang diterima oleh KPP Pratama Bandung Cicadas. Metode penelitian yang digunakan bersifat deskriptif analitis yaitu prosedur pemecahan masalah yang berusaha untuk memberikan penafsiran atau gambaran secara sistematis dan akurat mengenai fakta, sifat, dan hubungan kegiatan-kegiatan,pandangan-pandangan, serta proses-proses yang sedang berlangsung dan pengaruh fenomena yang diiringi dengan interpretasi rasional melalui penelitian kepustakaan dan penelitian lapangan. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa KPP pratama bandung cicadas, berdasarkan hasil persamaan Y = 25,28 + 12,29 X, koefisien “r” dari kedua variable diperoleh r = 0,2332 dengan koefisien determinasi (Kd) = 5,43% serta Thitung < Ttabel yaitu 0,339 < 2,920 maka hal ini menunjukan bahwa variable X (peningkatan jumlah wajib pajak efektif PPh pasal 21) terhadap variable Y (peningkatan penerimaan pajak penghasilan) mempunyai pengaruh tetapi tidak signifikan. Setelah melakukan penelitian ini, penulis menyarankan agar dalam usahanya untuk meningkatkan penerimaan pajak, alangkah baiknya jika Dirjen Pajak dapat menerapkan uapaya sanksi bagi WP yang tidak efektif dan dalam rangka upaya Dirjen pajak lebih memperhatikan atas apa yang telah dilakukan oleh WP, maka tidak ada salahnya untuk memberrikan reward kepada WP efektif. Selain itu lebih mengefektifkan keggiatan ekstensifikasi dan intensifikasi untuk dapat mendisiplinkan WP yang bersangkutan, karena hal itu akan mempengaruhi tingkat penerimaan yang akan diperoleh KPP Pratama Bandung Cicadas.
URI: http://repository.widyatama.ac.id/xmlui/handle/123456789/6153
Date: 2011


Files in this item

Files Size Format View
Cover.pdf 29.36Kb PDF View/Open
Abstrak.pdf 99.26Kb PDF View/Open
Bab 1.pdf 182.7Kb PDF View/Open
Bab 2.pdf 348.6Kb PDF View/Open
Bab 3.pdf 295.3Kb PDF View/Open
Bab 4.pdf 323.1Kb PDF View/Open
Bab 5.pdf 54.97Kb PDF View/Open
Daftar Pustaka.pdf 29.11Kb PDF View/Open

This item appears in the following Collection(s)

Show full item record