PENGARUH DEBT TO EQUITY RATIO TERHADAP ECONOMIC VALUE ADDED SEBAGAI PENGUKUR KINERJA PERUSAHAAN (Survei Pada Perusahaan Makanan dan Minuman yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia)

Widyatama Repository

PENGARUH DEBT TO EQUITY RATIO TERHADAP ECONOMIC VALUE ADDED SEBAGAI PENGUKUR KINERJA PERUSAHAAN (Survei Pada Perusahaan Makanan dan Minuman yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia)

Show full item record

Title: PENGARUH DEBT TO EQUITY RATIO TERHADAP ECONOMIC VALUE ADDED SEBAGAI PENGUKUR KINERJA PERUSAHAAN (Survei Pada Perusahaan Makanan dan Minuman yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia)
Author: Antari, Renty
Abstract: Economic Value Added (EVA) merupakan suatu konsep pengukuran kinerja keuangan yang dikemukakan oleh Stern Steward and Co. Rumus dasar EVA adalah laba operasi setelah pajak dikurangi dengan biaya modal. Kelebihan EVA dibandingkan pengukuran kinerja konvensional lainnya adalah perhitungan EVA memasukkan biaya modal yang ditanggung oleh perusahaan, sehingga tercermin laba riil perusahaan. Karena dalam perhitungan EVA dimasukkan unsur biaya modal, maka perusahaan harus memperhatikan struktur modal perusahaan supaya biaya modal yang ditanggung perusahaan dapat ditekan. Salah satu alat yang digunakan untuk membuat struktur modal yang baik adalah debt to equity ratio. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh debt to equity ratio terhadap EVA. Objek penelitian yang diteliti dalam penelitian ini adalah pengaruh debt to equity ratio terhadap EVA sebagai pengukur kinerja perusahaan pada perusahaan makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama kurun waktu 5 (lima) tahun, yaitu tahun 2003-2007. Data yang diperoleh merupakan data sekunder yang kemudian diolah kembali. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif, sedangkan teknik penelitian yang digunakan adalah teknik asosiatif dengan pendekatan kausal. Dalam penelitian ini metode analisis statistik yang digunakan adalah analisis regresi dan korelasi Product Moment. Pengujian hipotesis menggunakan statistik uji t dengan tingkat signifikansi sebesar 5%. Dari hasil pengolahan diperoleh nilai thitung sebesar -1,535, sedangkan ttabel sebesar 2,201. Maka dapat diketahui bahwa nilai thitung lebih kecil daripada ttabel. Hal tersebut menunjukkan bahwa Ho diterima, dengan demikian variabel debt to equity ratio tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap EVA sebagai pengukur kinerja perusahaan. Nilai koefesien determinasi sebesar 0,176 menunjukkan bahwa sebesar 17,6% perubahan nilai EVA ditentukan oleh debt to equity ratio. Faktor lain sebesar 82,4% yang mempengaruhi EVA diantaranya ketidakmampuan perusahaan menciptakan struktur modal yang optimum, nilai SBI yang selalu berubah-ubah, keadaan ekonomi yang mempengaruhi nilai NOPAT dan kurang populernya EVA dibanding alat ukur kinerja yang konvensional. Sebaiknya perusahaan menggunakan EVA sebagai pengukuran kinerja karena dapat mencerminkan nilai profitabilitas sesungguhnya dan dapat dijadikan suatu acuan bagi investor dalam melakukan investasi. Untuk penelitian selanjutnya diharapkan untuk meneliti variabel-variabel lain yang dapat mempengaruhi besarnya nilai EVA suatu perusahaan.
URI: http://repository.widyatama.ac.id/xmlui/handle/123456789/6085
Date: 2009


Files in this item

Files Size Format View
Cover.pdf 29.88Kb PDF View/Open
Lembar Pengesahan.pdf 48.81Kb PDF View/Open
Abstrak.pdf 64.17Kb PDF View/Open
Kata Pengantar.pdf 59.52Kb PDF View/Open
Daftar Isi.pdf 61.01Kb PDF View/Open
Daftar Tabel.pdf 53.09Kb PDF View/Open
Daftar Gambar.pdf 51.61Kb PDF View/Open
Daftar Lampiran.pdf 51.85Kb PDF View/Open
Bab 1.pdf 530.8Kb PDF View/Open
Bab 2.pdf 151.6Kb PDF View/Open
Bab 3.pdf 86.94Kb PDF View/Open
Bab 4.pdf 257.9Kb PDF View/Open
Bab 5.pdf 64.70Kb PDF View/Open
Daftar Pustaka.pdf 50.09Kb PDF View/Open

This item appears in the following Collection(s)

Show full item record