PENGARUH JUMLAH WAJIB PAJAK EFEKTIF PAJAK PENGHASILAN PASAL 21 TERHADAP PENERIMAAN PAJAK PENGHASILAN (Studi Kasus pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama Bandung Cicadas)

Widyatama Repository

PENGARUH JUMLAH WAJIB PAJAK EFEKTIF PAJAK PENGHASILAN PASAL 21 TERHADAP PENERIMAAN PAJAK PENGHASILAN (Studi Kasus pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama Bandung Cicadas)

Show full item record

Title: PENGARUH JUMLAH WAJIB PAJAK EFEKTIF PAJAK PENGHASILAN PASAL 21 TERHADAP PENERIMAAN PAJAK PENGHASILAN (Studi Kasus pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama Bandung Cicadas)
Author: Natalia, Desi Valentina
Abstract: Wajib Pajak Efektif adalah Wajib Pajak yang menyampaikan Surat Pemberitahuan (SPT). Adapun caranya adalah Wajib Pajak harus mengambil sendiri formulir SPT pada Kantor Pelayan Pajak setempat (dengan menunjukkan NPWP) dan mengisi formulir SPT dengan benar, jelas dan lengkap serta menandatangani sesuai dengan petunjuk yang diberikan. Pajak Penghasilan (PPh) adalah pajak yang dikenakan atas penghasilan sebagaimana ditegaskan dalam pasal 4 ayat (1) Undang-Undang PPh No. 17 tahun 2000. Pajak Penghasilan Pasal 21 adalah pemotongan, penyetiran, dan pelaporan pajak atas penghasilan sehubungan dengan pekerjaan, jasa atau kegiatan dengan nama dan dalam bentuk apapun yang diterima atau diperoleh Wajib Pajak orang pribadi dalam negeri. Penelitian yang penulis lakukan pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama Bandung Cicadas dimaksudkan untuk penyusunan skripsi, yang merupakan salah satu syarat dalam menempuh ujian program Strata I Akuntansi pada Universitas Widyatama Bandung. Sasaran yang ingin dicapai dalam melakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui jumlah Wajib Pajak pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama Bandung Cicadas, serta bagaimana pengaruh jumlah Wajib Pajak efektif PPh Pasal 21 dalam hubungannya dengan peneriman yang diperoleh KPP Pratama Bandung Cicadas. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Kantor Pelayanan Pajak Pratama Bandung Cicadas, berdasarkan hasil persamaan Y = 1650342,688+ 6,59 X, koefisien ‘r’ dari kedua variabel diperoleh r = 0,871 dengan koefisien determinasi Kd = 75,86 %, serta t hitung < tabel yaitu 2,7783 > 2,0150 maka hal ini menunjukkan bahwa variabel X (jumlah Wajib Pajak Efektif PPh Pasal 21) terhadap variabel Y (realisasi penerimaan pajak penghasilan) mempunyai pengaruh yang signifikan. Sehingga laba yang diperoleh Kantor Pajak Pratama Bandung Cicadas akan terus meningkat disetiap tahunnya. Setelah melakukan penelitian ini, penulis menyarankan agar dalam usahanya untuk meningkatkan penerimaan pajak, alangkah lebih baik jika Direktorat Jenderal Pajak dapat menerapkan upaya sanksi bagi Wajib Pajak yang tidak efektif dan dalam rangka upaya Direktorat Jenderal Pajak lebih memperhatikan atas apa yang telah dilakukan oleh Wajib Pajak, maka tidak ada salahnya untuk memberikan reward kepada Wajib Pajak efektif. Selain itu lebih mengefektifkan kegiatan ekstensifikasi dan intensifikasi untuk dapat lebih mendisiplinkan Wajib Pajak yang bersangkutan, karena dan hal itu akan mampengaruhi tingkat penerimaan yang akan diperoleh Kantor Pajak Pratama Bandung Cicadas.
URI: http://repository.widyatama.ac.id/xmlui/handle/123456789/6051
Date: 2009


Files in this item

Files Size Format View
Cover.pdf 70.05Kb PDF View/Open
Lembar Pengesahan.pdf 79.87Kb PDF View/Open
Abstrak.pdf 75.98Kb PDF View/Open
Bab 1.pdf 152.5Kb PDF View/Open
Bab 2.pdf 267.2Kb PDF View/Open
Bab 3.pdf 239.9Kb PDF View/Open
Bab 4.pdf 381.4Kb PDF View/Open
Bab 5.pdf 91.70Kb PDF View/Open
Daftar Pustaka.pdf 77.82Kb PDF View/Open

This item appears in the following Collection(s)

Show full item record