ANALISIS METODE PENYUSUTAN ASET BIOLOGIS PADA LAPORAN KEUANGAN ( Survey pada Perusahaan Perkebunan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2008-2013 )

Widyatama Repository

ANALISIS METODE PENYUSUTAN ASET BIOLOGIS PADA LAPORAN KEUANGAN ( Survey pada Perusahaan Perkebunan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2008-2013 )

Show full item record

Title: ANALISIS METODE PENYUSUTAN ASET BIOLOGIS PADA LAPORAN KEUANGAN ( Survey pada Perusahaan Perkebunan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2008-2013 )
Author: Maribeth
Abstract: Aset biologis merupakan tanaman dan hewan hidup yang mengalami transformasi biologis. Transformasi biologis terdiri dari proses pertumbuhan, degenerasi, produksi, dan prokreasi yang menyebabkan perubahan secara kualitatif dan kuantitatif. Karena mengalami transformasi biologis, maka diperlukan suatu pengukuran yang dapat menunjukkan nilai dari aset tersebut secara wajar sesuai dengan kontribusinya dalam menghasilkan aliran keuntungan ekonomis bagi perusahaan. Standar yang mengatur mengenai aset biologis adalah IAS 41. Standar ini mengukur aset biologis berdasarkan nilai wajar, bukan lagi menggunakan nilai historis seperti yang telah digunakan sebelumnya. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan IAS 41 pada laporan keuangan perusahaan agrikultur di Indonesia, sekaligus untuk mengetahui bagaimana dampak penetapan metode penyusutan untuk aset biologis. Penelitian ini dilakukan dengan metode analisis kualitatif komparatifmelalui studi kasus pada perusahaan pekebunan yang terdaftar di BursaEfek Indonesia. Data yang digunakan adalah data skunder berupa laporan tahunan perusahaan pada tahun 2008-2013. Data diolah dengan metode analisis deskritif kuantitatif untuk mengetahui dampak penerapam IAS 41 pada perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perusahaan menggunakan metode penyusutan garis lurus dan tidak ada perbedaan yang signifikan antara pengakuan, pengukuran dan penilaian aset biologis antara sebelum penerapan dan setelah penerapan IAS 41, hanya saja aset biologis saat penerapan IAS 41 tidak mengakui adanya akumulasi depresiasi sehingga ada kenaikan nilai aset biologisnya. Pengukuran aset biologis menggunakan nilai wajar sehingga lebih relevan dengan masa sekarang. Aset biologis dikelompokkan berdasarkan umur tanaman untuk menilai nilai wajarnya.
URI: http://repository.widyatama.ac.id/xmlui/handle/123456789/5619
Date: 2015


Files in this item

Files Size Format View
Cover.pdf 17.35Kb PDF View/Open
Lembar Pengesahan.pdf 1.097Mb PDF View/Open
Abstrak.pdf 107.0Kb PDF View/Open
Kata Pengantar.pdf 167.0Kb PDF View/Open
Daftar Isi.pdf 108.4Kb PDF View/Open
Daftar Tabel.pdf 100.6Kb PDF View/Open
Daftar Gambar.pdf 100.5Kb PDF View/Open
Daftar Lampiran.pdf 100.4Kb PDF View/Open
Bab 1.pdf 286.7Kb PDF View/Open
Bab 2.pdf 376.4Kb PDF View/Open
Bab 3.pdf 205.5Kb PDF View/Open
Bab 4.pdf 289.7Kb PDF View/Open
Bab 5.pdf 107.5Kb PDF View/Open
Daftar Pustaka.pdf 235.3Kb PDF View/Open

This item appears in the following Collection(s)

Show full item record