ANALISIS RASIO KEUANGAN UNTUK MEMPREDIKSI KEBANGKRUTAN PERUSAHAAN (Studi Survei pada 3 (tiga) Perusahaan Industri Semen yang listing di PT. Bursa Efek Indonesia)

Widyatama Repository

ANALISIS RASIO KEUANGAN UNTUK MEMPREDIKSI KEBANGKRUTAN PERUSAHAAN (Studi Survei pada 3 (tiga) Perusahaan Industri Semen yang listing di PT. Bursa Efek Indonesia)

Show full item record

Title: ANALISIS RASIO KEUANGAN UNTUK MEMPREDIKSI KEBANGKRUTAN PERUSAHAAN (Studi Survei pada 3 (tiga) Perusahaan Industri Semen yang listing di PT. Bursa Efek Indonesia)
Author: Bustami, Hasnil
Abstract: Laporan keuangan merupakan informasi yang dapat membantu investor dan para pelaku pasar modal lainnya dalam mengidentifikasikan keadaan suatu perusahaan. Salah satu alat analisis atas laporan keuangan adalah dengan menggunakan analisis rasio keuangan (financial ratio analysis). Teknik analisis ini dapat memberikan gambaran yang lebih dalam atau detail bagi publik tentang prediksi kebangkrutan suatu perusahaan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana penggunaan teknik analisis rasio keuangan dalam memprediksi kebangkrutan suatu perusahaan dengan perusahaan lainnya yang sejenis dari tahun ke tahun agar dapat diketahui kelebihan dan kekurangan pada masing-masing perusahaan, penyebab-penyebab penyimpangan, dan kemudian dapat dicari solusi untuk peningkatan kualitasnya. Oleh karena itu penulis memilih judul “Analisis Rasio Keuangan Untuk Memprediksi Kebangkrutan Perusahaan”. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan data sekunder berupa laporan keuangan tahunan selama kurun waktu 4 (empat) tahun dari tahun 2003 hingga tahun 2006. Laporan keuangan tersebut adalah milik peruahaan-perusahaan industri semen yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Terdapat tiga perusahaan industri semen yang terdaftar sebagai emiten di BEI, yakni PT Semen Cibinong Tbk. (SC), PT Semen Gresik Tbk. (SG), dan PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. (ITP). Metode analisis yang digunakan adalah rasio keuangan dari Altman atau yang lebih dikenal dengan analisis Z-Score yaitu dengan mengkombinasikan macam-macam rasio yang telah ada sebelumnya menjadi lima komponen rasio saja yang penting untuk dapat memprediksi akan terjadinya kebangkrutan dalam suatu perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan prediksi kebangkrutan perusahaan setelah dilihat dari perubahan-perubahan yang terjadi pada akun-akun laporan keuangannya masing-masing. Dari prediksi ini dapat ditentukan perusahaan mana yang lebih baik dan lebih stabil dibanding perusahaan lainnya. Secara keseluruhan dapat disimpulkan selama jangka waktu 4 (empat) tahun rasio keuangan industri semen mengalami trend yang tidak stabil. PT Semen Cibinong Tbk. (SC) diprediksikan berada pada daerah bangkrut dengan nilai Zi sebesar (0,28%), PT Semen Gresik Tbk. (SG) diprediksikan berada pada daerah tidak bangkrut dengan nilai Zi sebesar 4,15% dan PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. (ITP) diprediksikan berada pada daerah rawan dengan nilai Zi sebesar 1,29%. Kinerja terbaik dimiliki PT Semen Gresik Tbk. (SG), dan kinerja terendah dimiliki oleh PT. Semen Cibinong Tbk. (SC). Hasil penelitian diharapkan dapat pula membantu para investor dalam membandingkan perusahaan lain dari jenis industri yang lebih beragam.
URI: http://repository.widyatama.ac.id/xmlui/handle/123456789/5510
Date: 2008


Files in this item

Files Size Format View
Cover.pdf 30.17Kb PDF View/Open
Lembar Pengesahan.pdf 33.69Kb PDF View/Open
Abstrak.pdf 34.45Kb PDF View/Open
Kata Pengantar.pdf 41.50Kb PDF View/Open
Daftar Isi.pdf 44.89Kb PDF View/Open
Daftar Tabel.pdf 31.13Kb PDF View/Open
Bab 1.pdf 67.46Kb PDF View/Open
Bab 2.pdf 161.7Kb PDF View/Open
Bab 3.pdf 67.93Kb PDF View/Open
Bab 4.pdf 109.5Kb PDF View/Open
Bab 5.pdf 40.54Kb PDF View/Open

This item appears in the following Collection(s)

Show full item record