PENGARUH KEBIJAKAN PEMECAHAN SAHAM (STOCK SPLIT) TERHADAP HARGA PASAR SAHAM DI BURSA EFEK JAKARTA (Studi Survei pada perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta)

Widyatama Repository

PENGARUH KEBIJAKAN PEMECAHAN SAHAM (STOCK SPLIT) TERHADAP HARGA PASAR SAHAM DI BURSA EFEK JAKARTA (Studi Survei pada perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta)

Show full item record

Title: PENGARUH KEBIJAKAN PEMECAHAN SAHAM (STOCK SPLIT) TERHADAP HARGA PASAR SAHAM DI BURSA EFEK JAKARTA (Studi Survei pada perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta)
Author: Ariffianto
Abstract: Pertumbuhan ekonomi suatu negara salah satunya dapat dilihat dari sejauh mana perkembangan pasar modal yang dimiliki oleh negara yang bersangkutan. Pasar modal dapat membantu perusahaan untuk memperoleh dana dari masayarakat atau investor melalui penwaran perdana saham (Initial Public Offering). Bagi investor yang ingin berinvestasi di pasar modal terlebih dahulu harus melakukan analisis, baik analisis fundamental maupun analisis teknikal. Salah satu analisis yang perlu dilakukan adalah mengenai kebijakan perusahaan (corporate action) terhadap sahamnya. Penelitian yang berjudul PENGARUH KEBIJAKAN PEMECAHAN SAHAM (STOCK SPLIT) TERHADAP HARGA PASAR SAHAM DI BURSA EFEK JAKARTA ini dilakukan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh kebijakan pemecahan saham terhadap harga pasar saham yang terjadi di bursa efek Jakarta. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode asosiatif dengan pendekatan survei. Sampel yang diambil pada peneltitian ini sebanyak 7 perusahaan dari populasi awal 10 perusahaan. Hasil penelitian yang diperoleh adalah bahwa kebijakan pemecahan saham (stock split) tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap harga pasar saham di bursa efek Jakarta. Hal ini dapat dilihat dari hasil uji statistik sebagai berikut : 1 Persamaan regresi linier yang diperoleh sebagai berikut : Y = 1,4499 + 0,0043 X. Melalui persamaan regresi tersebut, kita dapat memperkirakan nilai Y apabila nila X diketahui atau sebaliknya. Persamaan regresi tersebut menunjukan bahwa jika variabel X mengalami kenaikan sebesar 10 poin, maka variabel Y mengalami kenaikan sebesar 10 poin. 2 Nilai koefisien pearson ( r ) yang diperoleh adalah sebesar 0,147. Angka tersebut menunjukan bahwa korelsi kedua variabel tersebut memiliki arti yang searah, setiap kenaikan pada nilai X menyebabkan kenaikan pada nilai Y. sementara besarnya pengaruh kebijakan pemecahan saham terhadapa harga pasar saham adalah (0,147)2 × 100% = 2,16%. 3 Pengujian hipotesis menunjukan bahwa : Ttabel ≤ thitung ≤ ttabel -2,57 ≤ 0,34 ≤ 2,57 Sehingga Ho diterima dan Ha ditolak, artinya pemecahan saham tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap harga pasar saham.
URI: http://repository.widyatama.ac.id/xmlui/handle/123456789/5505
Date: 2006


Files in this item

Files Size Format View
Cover.pdf 13.68Kb PDF View/Open
Abstrak.pdf 33.27Kb PDF View/Open
Kata Pengantar.pdf 29.69Kb PDF View/Open
Daftar Isi.pdf 28.34Kb PDF View/Open
Daftar Tabel.pdf 22.20Kb PDF View/Open
Daftar Gambar.pdf 21.55Kb PDF View/Open
Bab 1.pdf 49.52Kb PDF View/Open
Bab 2.pdf 115.8Kb PDF View/Open
Bab 3.pdf 69.03Kb PDF View/Open
Bab 4.pdf 69.56Kb PDF View/Open
Bab 5.pdf 27.85Kb PDF View/Open
Daftar Pustaka.pdf 27.03Kb PDF View/Open

This item appears in the following Collection(s)

Show full item record