PENGARUH PERSEPSI WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI TERHADAP PELAKSANAAN SELF ASSESSMENT SYSTEM PAJAK PENGHASILAN (Studi Survei pada PD BPR Kabupaten Bandung)

Widyatama Repository

PENGARUH PERSEPSI WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI TERHADAP PELAKSANAAN SELF ASSESSMENT SYSTEM PAJAK PENGHASILAN (Studi Survei pada PD BPR Kabupaten Bandung)

Show full item record

Title: PENGARUH PERSEPSI WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI TERHADAP PELAKSANAAN SELF ASSESSMENT SYSTEM PAJAK PENGHASILAN (Studi Survei pada PD BPR Kabupaten Bandung)
Author: Affiandini, Winny
Abstract: Bagi Indonesia, penerimaan pajak sangat besar peranannya mengamankan anggaran negara dalam APBN setiap tahun. Untuk mendukung reposisi penerimaan andalan dari sektor pajak ini agar berjalan dengan baik, dilakukan pembaharuan sistem perpajakan nasional yaitu perubahan official assessment system menjadi self assessment system. Self assessment system memberikan kepercayaan dan tanggung jawab kepada Wajib Pajak untuk menghitung, memperhitungkan, membayar dan melaporkan sendiri pajak terutangnya sesuai dengan peraturan perundang-undangan perpajakan. Kesadaran, kejujuran, kemampuan membayar dan kedisplinan Wajib Pajak dalam melaksanakan kewajiban perpajakannya akan sangat menentukan keberhasilan Dirjen Pajak melaksanakan pemungutan pajak. Atas dasar latar belakang tersebut, maka penulis mengambil judul “Pengaruh Persepsi Wajib Pajak Orang Pribadi Terhadap Pelaksanaan Self Assessment System Pajak Penghasilan”. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitis (analytical descriptive research) dengan pendekatan survei. Variabel yang akan diuji adalah persepsi wajib pajak mengenai undang-undang pajak penghasilan sebagai variabel bebas dan pelaksanaan self assessment system sebagai variabel terikat. Teknik sampling yang digunakan adalah proposional random sampling dengan rumus propotional slovin terhadap 67 populasi Wajib Pajak Orang Pribadi, karyawan kantor pusat operasional PD BPR Kabupaten Bandung. Sedangkan teknik pengolahan data yang digunakan adalah Korelasi Rank Spearman dan model regresi untuk mengetahui hubungan kedua variabel tersebut. Berdasarkan hasil perhitungan statistik, yaitu analisis koefisien Korelasi Rank Spearman diperoleh nilai sebesar 0,88711, artinya hubungan sangat kuat searah antara variabel persepsi wajib pajak orang pribadi terhadap pelaksanaan self assessment system pajak penghasilan. Besarnya koefisien determinasi yang diperoleh 63,9 %, artinya pengaruh persepsi wajib pajak orang pribadi terhadap pelaksanaan self assessment system pajak penghasilan 63,9 % sedangkan sisanya 36,1 % dipengaruhi oleh variabel-variabel lain yang tidak diikutsertakan dalam penelitian. Dalam uji hipotesis diketahui yaitu 9,29 > 2,787, dengan demikian HO di tolak dan Ha diterima, artinya persepsi wajib pajak orang pribadi mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap pelaksanaan self assessment system pajak penghasilan. Dengan kuatnya hubungan antara tingkat persepsi wajib pajak mengenai undang-undang pajak penghasilan terhadap pelaksanaan self assessment system, maka perlu adanya pembuktian penerapan good governance dengan menunjukkan bukti nyata kepada masyarakat sebagai wajib pajak. Selain itu perlu ditingkatkannya kualitas dan kuantitas pelaksanaan self assessment system bagi Wajib Pajak Orang Pribadi, serta adanya stimulus pemerintah kepada Wajib Pajak untuk melaksanakan sistem ini.
URI: http://repository.widyatama.ac.id/xmlui/handle/123456789/5411
Date: 2011


Files in this item

Files Size Format View
Cover.pdf 18.44Kb PDF View/Open
Lembar Pengesahan.pdf 23.91Kb PDF View/Open
Abstrak.pdf 43.64Kb PDF View/Open
Kata Pengantar.pdf 25.97Kb PDF View/Open
Daftar Isi.pdf 45.36Kb PDF View/Open
Daftar Tabel.pdf 40.97Kb PDF View/Open
Daftar Gambar.pdf 53.86Kb PDF View/Open
Daftar Lampiran.pdf 37.77Kb PDF View/Open
Bab 1.pdf 44.62Kb PDF View/Open
Bab 2.pdf 88.27Kb PDF View/Open
Bab 3.pdf 117.9Kb PDF View/Open
Bab 4.pdf 190.0Kb PDF View/Open
Bab 5.pdf 44.59Kb PDF View/Open
Daftar Pustaka.pdf 22.73Kb PDF View/Open

This item appears in the following Collection(s)

Show full item record